Pilihan kamera DSLR bagi pemula

(Last update : 9 Feb 2011)

Kalau saya sudah ingin upgrade kamera pocket saya, atau saya ingin beli DSLR sebaiknya saya beli kamera apa ya? Pertanyaan yang sering banget muncul kayaknya ya….aku coba share pendapatku deh, kali aja bisa membantu (Note:karena saya ahli canon, maka kebanyakan yang aku sarankan disini adalah kamera / lensa untuk canon. Tapi bukan berarti nikon atau merk lain kurang ok. Hanya saja saya kurang paham)

Body :

  • untuk pemula dan hanya hobby saja saya sarankan beli Canon 1000D / 1100D (segera launch),  550D / 600D (segera launch) / Nikon D3000, D5000. Kamera ini relatif canggih dan harganya cukup kompetitif.
  • Canon 1000/1100D adalah kelas paling low end, tapi sudah cukup memadahi dari segi kualitas gambar. Hanya saja kualitas body agak kurang enak kalau menurut saya. Kebanyakan plastik dan terasa “murah”
  • Canon 500D adalah versi awal DSLR ekonomis yang menggunakan HD Video. Fiturnya lengkap, kualitas body ok dan hasilnya juga mantap. LCD nya mampu menampilkan foto dengan cemerlang.
  • Canon 550D adalah versi upgrade dari 500D. Kalau ada dana lebih maka bisa membeli versi yang sudah lengkap dengan lensa kit 18-135. Versi upgrade ini memiliki keunggulan dalam hal HD Video yang lebih baik, LCD yang mendukung format wide. Lengkapnya bisa dibaca di The Digital Picture
  • Sedangkan bagi yang cukup serius dengan hobbynya bisa mempertimbangkan Canon 50/60D dan tentunya 7D sebagai senjata andalan
  • Canon seri 5D Mark II atau 1Ds Mark III / IV tidak saya sarankan kecuali anda memang punya dana berlebih atau mau menjadi profesional

Lensa (wide – medium) sebagai lensa umum / multi fungsi :

  • Untuk lensa jenis wide – medium sebagai pemula / budget terbatas dapat menggunakan lensa kit Canon EF-S 18-55 f3.5-5.6 II IS (bawaan dari beli body camera). Range dan kualitasnya not bad
  • Diatasnya anda bisa mempertimbangkan lensa Canon EF-S 18-135 f3.5-5.6 IS yang juga sering digabung dengan Canon 550D sebagai lensa kit. Lensa ini selain range nya cukup luas (18mm untuk landscape dan 135mm untuk human interest) kualitas gambar dan body lebih baik dibanding 18-55. Tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal.
  • Apabila anda ingin upgrade tapi dengan harga yang relatif masih terjangkau coba lirik Tamron 17-50 f2.8 (budget recommendation). Lensa ini terkenal cukup murah tapi kualitas ketajaman lensanya jauh sekali dibandingkan lensa kit
  • Lensa lain yang saya suka karena ketajaman, body yang profesional, warna yang indah dan harga yang relatif terjangkau adalah Canon 17-40 f4 L
  • Untuk yang lebih profesional anda bisa coba Canon EF-S 17-55 f2.8 IS (sharp dan memiliki Image Stabilizer) atau Canon EF 16-35 II f2.8 (superb dan mahal)
  • Salah satu lensa lain yang sangat berguna, super sharp dan relatif sangat murah (hanya sekitar 800rb) adalah Canon 50mm f1.8 II. Lensa ini superb untuk keperluan portrait photography.

Lensa (super wide) :

  • Lensa lensa super wide biasanya digunakan untuk foto landscape / arsitektur. Harganya tidak murah, tapi anda bisa memilih diantaranya Canon EF 10-22 f3.5-5.6 (highly recommended), atau Tokina 12-24, Tokina 11-16 atau Sigma 10-20

Lensa (medium – tele) :

  • lensa jenis ini bisa digunakan untuk memotret dari binatang sampai model. beberapa pilihan ekonomis diantaranya : Canon EF-S 55-250 f4-5.6 IS (budget recommendation) atau Canon EF 70-300 f4-5.6 IS
  • pilihan yang sedikit lebih mahal adalah Canon EF 70-200 f4 L (recommended), kualitasnya jauh meninggalkan pilihan pilihan diatas
  • pilihan yang lebih mantap lagi adalah : Canon EF 70-200 f4 L IS (highly recommended), Canon EF 70-200 f2.8 L dan Canon EF 70-200 f2.8 L IS (most expensive, tapi memang highly recommended

Ada beberapa lensa lain yang juga sangat menarik, diantaranya adalah Canon EF 100mm f2.8 Macro (versi yang baru menggunakan Image Stabilizer tapi dengan harga hampir 2x lipat). Lensa ini sangat di rekomendasikan bagi mereka yang suka dengan fotografi makro. Selain untuk keperluan macro saya juga sering menggunakannya untuk foto model (portrait type). Hal ini karena hampir semua lensa macro 1:1 memiliki ketajaman yang luar biasa. Lensa barunya yang menggunakan IS sebenarnya sangat membantu pada pemotretan macro yang dof nya sangat sempit. Jika ada dana lebih & memang suka makro maka saya menyarankan EF 100mm f2.8 IS L

Lensa fix lain yang juga menarik adalah EF 50mm f1.8 II. Lensa ini sangat murah, lensa termurah di antara jajaran canon lens. Tapi kualitasnya sendiri sebenarnya sangat baik.

Selain body dan lensa apalagi yang dibutuhkan? Hanya 3 lagi koq :

  • Memory card, rekomendasi saya untuk memory card adalah sandisk 4GB atau 8GB. Bisa gunakan yang jenis Ultra II atau Extreme III. Sudah lebih dari cukup koq. Tidak perlu Extreme IV atau yang ukurannya 16GB. Tidak akan digunakan optimal kecuali anda menggunakan Canon 5dMarkII.
  • Tas, kalau tidak ada tas lalu bawa – bawa kamera pakai apa? kalau saya suka dengan merk lowepro. Selain harganya cukup masuk akal kualitasnya juga cukup baik dan tahan lama. Mengenai jenisnya bisa pilih yang cocok dengan kebutuhan. Saya sendiri menggunakan jenis Minitrekker AW dan Rezo 190 AW.
  • Dry box, ini tempat penyimpanan kamera dan lensa. biasanya dilengkapi dengan silica gel untuk menjaga kelembaban. Maklum di Indonesia yang udaranya lembab ini lensa menjadi mudah terjangkit penyakit yang paling mematikan (nomor 2 setelah penyakit jatuh dan rusak) bagi lensa, JAMUR. So lebih baik keluarkan dana sedikit untuk membelinya, daripada lensa anda yang mahal terjangkit penyakit. Kalau belum ada dana maka belilah kotak serbaguna kedap udara, misalnya merk Lock ‘n Lock, lalu beli silica gel untuk dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan kalau dana berlebih maka bisa membeli Dry Cabinet sesuai kebutuhan. Apapun caranya yang namanya dry box hukumnya wajib untuk di Indonesia yang lembab.

Beberapa review mengenai body dan lensa dapat diperoleh di situs ini. Untuk mencari barang baru bisa di toko kamera atau toko online jpckemang,com. Sedangkan untuk cari barang second bisa di bursa.

Selamat berbelanja, dan paling penting … selamat memotret !!!

Flowchart cara pilih body & lensa

MOTO YUK !!!

The beauty of small thing – Macro Photography

 

Aduh basah

Pernah lihat mahluk diatas? Mungkin pernah tahu tapi tidak pernah memperhatikan kali ya? Atau pernah lihat yang dibawah ini ?

 

Aneh bahwa benda yang tidak pernah kita lihat secara detil ternyata indah. Itulah keindahan dari fotografi makro. Fotografi makro adalah aliran fotografi yang memotret benda – benda yang relatif kecil. Benda ini bisa beragam, dari serangga, bunga, mainan kecil, tetes embun, dll. Saya akan coba share sedikit mengenai aliran fotografi ini.

The beginning

Apa yang dibutuhkan untuk memulai fotografi makro? Aliran ini cenderung lebih “murah”, mengapa? Karena dengan sebuah kamera pocket yang memiliki mode macro (baca manual kamera pocket tersebut) maka kita udah bisa memotret. Foto dibawah ini di ambil menggunakan canon powershot A610 oleh adik saya.

 

Wah ternyata bisa ya? Ya…..kamera pocket adalah salah satu kamera yang sangat cocok digunakan untuk fotografi macro. Mengapa?

  1. Murah…jauh relatif lebih murah dibandingkan DSLR dan lensa khusus
  2. Pembesaran besar, karena sensor yang relatif kecil maka fotografi makro bisa dilakukan dengan baik, barang kecil bisa keliatan besar dengan mode macro (baca buku manual kamera dahulu untuk tahu mana mode macro itu)
  3. DOF yang lebar, DOF / ruang tajam (bagian di foto yang tajam / tidak blur) pada kamera pocket relatif luas. Jadi dengan apperture f2.8 pun kita bisa dapat foto yang cukup tajam. Padahal pada kamera DSLR kita harus menggunakan f8 untuk mendapatkan ruang tajam yang sama, yang akibatnya shutter speed yang lebih lambat, akibatnya lagi gambar bisa blur karena goyang – well more about this later on ya.

DLSR? Tentunya masih meraja karena faktor kualitas foto yang lebih baik dan fleksibilitas yang lebih bagus, bisa ganti lensa sesuai dengan kebutuhannya. Tapi mari kita coba dengan menggunakan kamera pocket dulu.

Perangkat lain yang dibutuhkan?

  • Tripod, kadangkala fotografi makro dilakukan pada kondisi pencahayaan yang minim. Jadi tripod dibutuhkan untuk membuat kamera lebih stabil dan hasilnya foto yang lebih tajam. Tripod sebenarnya bebas, tetapi untuk fleksibilitas maka baik jika kita membeli tripod yang bisa memotret dengan ketinggian sampai dengan 10-15 cm. Bagaimana hal ini dilakukan? Dengan membentangkan kaki tripod sampai hampir 180 derajat.
  • Lens converter dan macro filter, tipenya mungkin berbeda untuk tiap jenis kamera pocket. Tapi intinya lens converter ini dipasangkan di lensa kamera pocket agar filter bisa dipasangkan
  • Flash, kita mungkin membutuhkannnya apabila kondisi pencahayaan sedang kurang. Hal ini terutama karena serangga (yang biasa menjadi obyek macro) biasanya baru sedikit tenang kalau sudah agak sore.

How to do it ?

Langkah pertama adalah mencari obyek tentunya. Obyek macro ada dimana – mana, disekitar rumah kita pun tersedia (ini sebabnya saya sangat suka dengan macro, indah dan “murah”). Tergantung kesukaan kita maka dapat kita pilih bunga, daun, serangga, butiran embun, sarang laba-laba, dll. Lakukan observasi kapan obyek ini dalam kondisi paling indah. Misalnya : untuk memotret bunga dengan embun tentunya tidak dapat kita lakukan sore hari, so kita harus memotretnya pagi-pagi benar.

Setelah obyeknya dan waktunya kita ketahui barulah kita dapat menentukan peralatan yang kita butuhkan. Apabila kondisi pencahayaan sedikit / gelap (misalnya pagi2 benar) maka kita membutuhkan tripod / flash. Sedangkan apabila obyeknya sangat kecil maka kita membutuhkan lens converter / macro filter untuk memperbesar obyek.

Setelah kita sampai ke lokasi maka :

  1. Siapkan kamera (dan settingnya) dan tripod anda
  2. Dekati serangga dengan hati – hati. Tiap serangga memiliki “circle of fear” yaitu radius dimana mereka tidak terganggu / terbang. Apabila kita melebihi radius itu biasanya mereka akan terbang / pergi. Salah satu trick adalah dengan memperhatikan tingkat serangga / binatang tersebut. Apabila dia sudah mendongakkan kepalanya (bersikap waspada) maka lebih baik kita berhenti dahulu mendekatinya. Setelah dia lebih tenang barulah kita mendekatinya lagi
  3. Apabila obyeknya adalah benda mati (misalnya sarang laba-laba, bunga, dll) maka hal ini lebih mudah. Perhatikan sisi terbaik dari obyek, jangan langsung main potret saja. Perhatikan dulu dari sisi mana obyek itu terlihat paling indah. Dari atas, samping kanan, kiri atau bahkan dari belakang mungkin?
  4. Sesuai dengan kata salah satu maestro foto Capa “If your photos is not good enough, then you’re not close enough”. Artinya coba dekati obyek secara perlahan – lahan. Kadangkala semakin dekat kita dengan obyek maka keindahannya menjadi lebih nyata. Hal ini dikarenakan foto obyek tidak terganggu hal – hal yang lain (misalnya background)
  5. Setting :
    • Gunakan Mode Av (Apperture Priority) – hal ini untuk memberikan fleksibilitas bagi kita dalam mengatur ruang tajam
    • Gunakan iso yang terkecil jika anda menggunakan kamera pocket. Hal ini dikarenakan noise kamera pocket relatif tinggi.
    • Apabila anda menggunakan DSLR maka gunakan iso 200-400
    • Untuk kamera pocket start dengan f4, apabila speed masih lambat (untuk tanpa tripod yaitu dibawah 1/125, atau dengan tripod dibawah 1/10) maka perbesar apperturenya menjadi misalnya f2.8
    • Untuk DSLR gunakan apperture sekitar f8 atau lebih. Penggunaan apperture sangat tergantung pada ruang tajam yang mau kita buat. Gunakan tombol dof preview pada DSLR untuk menguji ruang tajam
    • Untuk autofocus gunakan center autofocus, hal ini supaya mempermudah saja. Tekan shutter setengah untuk auto focus pada area yang kita inginkan tajam, lalu geser (sambil tidak melepaskan jari dari shutter) sampai mencapai komposisi yang kita inginkan.

Banyak sekali hal yang tidak bisa saya tuliskan disini. Well, media tulisan selalu terbatas bukan? So feel free to contact me kalau ada pertanyaan mengenai macro…mungkin saya bisa share pengalaman, atau juga bisa kita cari solusinya bersama….Salam jepret !!!

Pilih kamera

Guys, ini ada beberapa link yang memberikan tips bagaimana memilih dan membeli kamera, well siapa tahu bisa menambah keyakinan dalam membeli hahaha :

Oh ya, kalau kamu ingin membeli kamera yang relatif murah, beli yang second. Salah satu websites favorit saya untuk jual beli adalah Bursa Fotografer.net. Di sites ini kita bisa jual beli segala macam. Mulai dari kamera, lensa, aksesoris, bahkan sampai Mug & Kaos berbau fotografi juga tersedia.

Untuk jual beli kita sebaiknya sudah cukup paham mengenai kamera, kalau tidak takutnya kita tertipu dengan body yang mulus saja. Nah kalau belum paham ya ajakin temen yang ngerti atau ya beli yang baru saja, lebih aman 🙂

Tapi belanja di bursa begini kalau sudah tahu lumayan banget, soalnya sering sekali barang yang dijual masih dalam kondisi yang sangat bagus. Contohnya saya membeli lensa – lensa saya di bursa dengan harga sekitar 70-80% dari harga baru, tetapi dapat semua seperti baru. Enak kan? Tapi ya memang harus bisa pilih pilih dan menawar harga.

Happy shopping…. MOTO YUK!!!

Milih kamera compact

Ok, first thing first…memilih kamera untuk kita memulai hobi. Apa sih yang jadi pertimbangan?

Dulu waktu pertama pengen coba motret aku pilih kamera jenis compact. Kamera compact pada prinsipnya yang sekali keluarin jepret jadi deh. Ada beberapa hal yang dipertimbangkan waktu memilih kamera jenis compact :

  1. Harga – kalau pilihnya jenis kamera compact so pasti kamu masih ragu – ragu, atau ada constraint biaya. Kalau benar demikian maka tentukan dulu deh budget kamu berapa. Kalau hanya punya budget 3 juta, ya jangan maksain beli yang 5 juta 🙂 pasti ada koq kamera yang sesuai dengan budget mu.
  2. Spesifikasi – ada banyak hal teknis yang menentukan pilihan, tapi berikut ada beberapa yang kamu bisa jadikan patokan :
  • MegaPixel (MP) – MP ini menyatakan seberapa besar foto kamu bisa dicetak tanpa pecah (tahu kan maksudnya? Itu lho…gambar kamu terlihat kotak2 kayak di sensor). Makin besar MP nya maka ya makin besar foto kamu bisa dibesarkan. Memang ukuran cetak tergantung beberapa hal lain selain MP, tapi biar gampang gini deh, sebenarnya kalo mau motret dan dibesarkan sampai kurang lebih 20 x 25 cm (ukuran 8R) maka kamu hanya butuh 5 MP saja. Jadi kalau tidak mau cetak guedeee ngapain juga beli kamera yang punya MP besar tapi harganya mahal? Lengkapnya bisa dilihat di :
  • Lensa – Yang ini gampangnya liat dari zoom-nya. Jangan lihat yang digital zoom nya ya, kalau digital zoom itu pada intinya cuma melakukan zoom aja, hasilnya tidak bisa optimal. Lihat zoom optics-nya, ini yang bener2 “ngefek”. Rule of thumbs nya sih pilih yang zoom optics-nya segede-gedenya. So kalau ada yang zoom optics-nya 4X dengan yang 6X ya pilih 6X kalau masih masuk ke budget. Kapan – kapan aku jelasin deh ya apa sebenarnya zoom optics itu.
  • Mode – Ini bukan mode dalam arti fashion lho, maksudnya gini….di kamera kan ada shooting mode (liat gambar dibawah). Nah shooting mode yang bentuknya gambar-gambar itu yang mode otomatis. Jadi kalau kamu pengen motret yang jeprat jepret saja ya cari yang mode otomatis ini yang sebanyak-banyaknya. Nah, kalau kamu ingin nantinya mengembangkan hobi motret kamu pilihlah yang ada mode Av, Tv dan M – nya. Ketiga mode ini dibutuhkan untuk kita “berkreasi”

  • Aksesories dan teknologi lain – Aksesories yang aku maksudkan disini misalnya ada flash bawaan tidak, apa jenis batere yang digunakan (menggunakan batere yang bisa charge ulang akan jauh menghemat biaya), jenis memory yang digunakan (Compact flash dan SDCard adalah yang umum digunakan), dll. Sedangkan teknologi lain adalah contohnya Image Stabilizer (IS). Teknologi ini memungkinkan kita mengambil foto yang tajam hampir setiap kali.

Lalu dimana kita cari – cari informasi buat beli ? Ada beberapa websites yang bisa dijadikan patokan untuk belanja nih :

Nah setelah liat – liat harga dan spesifikasi di websites diatas, kamu bisa beli di websites itu, atau pergi ke toko-toko kamera di pasar baru, mangga dua, atau Oktagon (di Jalan Gunung Sahari-dekat arah ke pasar baru). Nah tinggal pilih mana yang memberikan harga dan garansi yang paling ok….

MOTO YUK!!!

Search Result


%d bloggers like this: