Menggabungkan Ide dan Teknik

Fotografi adalah bidang seni. So, kembali ide orisinal / kreatif memegang peranan yang penting. Tanpa ide maka foto cenderung akan hambar dan tidak menonjol. Banyak cara untuk mendapatkan ide, tapi semua berhubungan dengan bagaimana mengembangkan kreatifitas kita.

Contoh hal yang bisa mengembangkan kreatifitas kita adalah mencoba hal baru, melihat dan menggabungkan ide dari orang lain, atau mengadopsi ide dari bidang lain (bukan fotografi). Banyak cara, tapi butuh disiplin dan kemauan keras untuk mengembangkan ide kreatif. Salah satu yang penting adalah “open minded” – terbuka atas saran dan masukan dan tidak berhenti disitu tetapi mencoba.

Nah setelah idenya dapat muncul problem kedua, bagaimana menghasilkan / mewujudkan ide tersebut. Disinilah teknik berperan. Sudah tahu untuk menguatkan POI maka dibutuhkan slow speed di awan dan ombak misalnya. Tapi terbentur dengan tidak tahu bagaimana mewujudkannya, kan sayang juga.

Mengening Bali

So penting untuk paham dan “mengkoleksi” teknik. Jangan belajar teknik pada saat pemotretan yang sebenarnya, sehingga motret juga bisa konsentrasi pada pewujudan ide dan bukan trial teknik. Gak buang buang waktu dan momen pula.

Awalnya mungkin masih mikir bagaimana cara melakukan teknik tertentu, tapi lama kelamaan ini akan jadi otomatis dan bawah sadar. Jadi dengan cepat kita bisa menangkap momen.

Selain itu jangan obral teknik juga, semua teknik dipakai mentang mentang baru belajar teknik tersebut. Sesuaikan dengan ide dan konsep. Pakai teknik yang memperkuat ide dan bukan sebaliknya.

Teknik disini bukan hanya masalah exposure atau warna, tetapi juga tips dan trik mengenai komposisi, penggunaan POI, pengaturan elemen dalam fotografi, bahkan soal cuaca dan mengatasinya. Banyak sekali yang bisa dikumpulkan.

Disini sebenarnya peran grup. Di grup yang baik maka kita bisa melihat teknik yang digunakan orang lain, bertanya detilnya dan kemudian mencoba sendiri. Itu proses kita mengumpulkan teknik. So, peran aktif bertanya dan mencoba sangatlah penting.

Photo dari Andrey W – featured photo 6 Juli 2014

Tidak hanya itu, grup juga memungkinkan kita mengumpulkan ide dan di kemudian hari bisa kita gabung gabungkan sesuai dengan kebutuhan. Itu sebabnya Featured Photos on MY FB Group dan juga BBM editor choice hadir. Setelah terpilih jangan mau rugi, baca teknik nya, tanya ke yang menghasilkannya dan belajar + coba. Di motoyuk kita percaya bahwa dengan kita share teknik kita adalah cara kita mengasah teknik kita itu sendiri. Tidak akan ada ruginya share, ada justru lebih untung.

So kita ada di komunitas yang tepat, kenapa juga tidak dimanfaatkan untuk belajar lebih?


Featured Photos on MY FB Group (13 Juli 2014)

Photo by : Sulistyo Aji – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Romi Arnold – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Bang Nurdin – Photo & discussion link

Servis Lensa Manual

Beberapa waktu lalu saya beli lensa manual di eBay. Lensa tua Canon FD 50mm f1.4 S.S.C. Dalam iklannya dinyatakan bagus dan mulus.

5778074077_43b5e612a0

Setelah menunggu sekitar 3-4 minggu akhirnya barang datang. Saya bayar pajaknya (warga negara yang baik ya kan) dan saya ambil. Body lensa nya sendiri mulus, tetapi saat diterawang ternyata ada sedikit haze dan jamur. Mulailah saya proses komplain. Apalagi setelah dicoba dan ternyata blade nya ada minyaknya. Penyakit-penyakit lensa manual tua lah.

SXT10709-web

Sebenarnya saya bisa kembalikan lensa ini karena eBay menyiapkan proteksi atas penjualan ini. Tapi masalahnya biaya kirim balik dan pajak yang sudah saya bayarkan tidak bisa di refund. Hanya biaya beli dan kirim dari sana yang bisa di refund. Rugi nih kalau kirim lagi kesana.

Akhirnya saya putuskan untuk melakukan servis. Buat rekan rekan yang mau servis bisa coba kontak langganan saya ini, Pak Rudy namanya – HP : 0813 806 20146 – toko nya ada di Pasar Baru, Jakarta. Tetapi saya biasa datang ke rumahnya di kawasan Cempaka Putih.

Setelah servis selama 3 hari, dengan biaya Rp 150rb, lensa saya kembali dengan performa maksimal. Bersih dari jamur, haze dan minyak. Untungnya kondisi awal tidak terlalu parah, sehingga tidak ada cleaning mark juga. So, buat yang berminat bebersih lensa manualnya, silahkan hubungi beliau :)

Mengenai lensa ini sendiri? Drawing nya cukup menarik, harganya relatif murmer (kisaran 1-1.5jt), tajam mulai di f2, kontras dan saturasi juga bagus (foto sample di atas di f2)

Di wide open tentunya ada chroma dan masih kurang maksimal ketajamannya, tapi better daripada FL 55/1.2 yang saya pakai sebelumnya. Saya coba coba dulu lebih jauh ya – ini sih koleksi, so bukan mengejar superioritas lensa juga.


Featured Photos on MY FB Group (6 Juli 2014)

Photo by : Andrey W. – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Romi Arnold – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Sere Yordan S. – Photo & discussion link
 —————————– 
Photo by : Jo Hanapi – Photo & discussion link

Burning and Dodging

Saya seringkali menggunakan proses burning dan dodging dalam post pro saya. Ini semacam preference, karena saya suka foto dengan dynamic range (cakupan terang gelap) yang luas. Kemampuan kamera memang makin lama makin dahsyat, dynamic range yang di cakup makin luas. Tapi tetap saja masih ada keterbatasan, sehingga proses burning (menggelapkan) dan dodging (memperterang) tetap saya lakukan.

Dodge-Burn-3-Comparison

Dalam foto di atas misalnya, sulit untuk menghasilkan dynamic range yang saya mau langsung dari kamera. Karena area di bawah atap kiri gelap, sedangkan kanan terkena matahari langsung. Kalau saya kompensasi EV positif maka bagian kiri akan terang, tapi kanan akan terlalu terang. Sebaliknya jika saya EV negatif maka kanan akan pas, tapi kiri akan terlalu gelap.

HDR / photo merging dengan beda exposure memang tools yang ok untuk menghasilkan dynamic range yang super. Tapi kendala nya biasanya kontras dan detil agak hilang.

So, yang saya lakukan untuk selisih dynamic range yang sedikit (tidak terlalu parah) adalah menggunakan mekanisme burn and dodge.

Ada 2 cara di Photoshop untuk melakukan ini.

  1. Menggunakan tools burn and dodge – saya tidak suka yang ini karena seringkali jadi belang sana sini dan susah mau cancel kalau tidak sreg.
  2. Menggunakan level / curve + layer masking – ini yang biasa saya lakukan dan saya coba ilustrasikan. Buat yang kurang jelas selalu bisa cari di YouTube.

Dodge-Burn-1-Before

Setelah kita membuka foto di photoshop, maka kita kita harus bayangkan mana yang mau kita bereskan. Saya memilih untuk dodging area kiri atas dahulu. So, saya gunakan level di adjustment layer, dan geser sehingga area kiri atas sesuai dengan exposure yang saya mau – saya abaikan dampaknya terhadap area yang lain.

Screen Shot 2014-06-29 at 9.23.06 AM

Continue reading Burning and Dodging

Featured Photo on MY FB Group (29 Jun 2014)

Photo by : Sere Yordan S. – Photo & discussion link

Dancing With Perspective – Buku terbaru dari MotoYuk

ArchiBook

Akan segera hadir di akhir July ini, buku terbaru seri MY Core Series mengenai architecture photography. Seperti buku pertama, Core Series lebih lengkap dengan teori, tips dan juga contoh. Buku karangan Tedy ini berisi banyak sekali info berharga mengenai fotografi arsitektur.

So, get ready ….

Some left over …

Foto – foto ketinggalan tidak masuk ke post mana mana ….


Featured Photo on MY FB Group (22 June 2014)

Photo by : Eddy W – Photo & discussion link

Fotografi adalah seni …. ide ….

Di artikel ini saya ingin membawa my-ers satu langkah ke depan dari sekedar teknik fotografi.

Fotografi adalah satu di antara sedikit bidang yang menggabungkan teknik (otak kanan) dan art (otak kiri). Keduanya tentu saja harus balance, foto yang secara teknik sempurna tetapi tidak ada ide orisinil nya akan terasa kurang jiwa nya. Sementara foto dengan ide yang sangat orisinil tetapi tidak di bawakan dengan teknik yang benar akan terasa dodol juga, gak jelas apa sebenarnya ide nya malahan bisa bisa.

Saya menulis ini bukan karena saya sudah jago … saya masih jauh dari jago. Saya menulis ini sekedar share saja bahwa belajar dengan tidak balance juga tidak akan membuatmu jadi lebih bagus dalam fotografi. Saya sendiri orang teknik, saya bekerja sebagai kuli IT, so saya sadar betul mungkin teknik saya cukup kuat tetapi art belum. Makanya saya terus mengasah bagian itu.

Segara Anak Mt. Rinjani

Soal teknik mungkin sudah sering dibahas. Bicara mengenai teknik dasar exposure, color, post processing dan banyak teknik + tips lain. Cari saja di google bejibun. Tinggal bagaimana kita mengasahnya dari waktu ke waktu.

Continue reading Fotografi adalah seni …. ide ….

%d bloggers like this: