Apa saja yang ada di dalam tas saya?

Saya baru saja kembali dari perjalanan backpack selama 7 hari ke Kansai area, Jepang. Ini mencakup Kyoto – Nara – Osaka. Ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan, dan bagi saya pribadi suatu perjalanan yang harus dan wajib di ulang lagi.

Perjalanan backpack berbeda dengan perjalanan tur, dimana kemana mana bisa naik bis pariwisata. Backpack artinya menghemat sana sini. Tinggal di hostel (dengan model asrama, satu kamar bisa ber 8 bahkan) dan melakukan perjalanan dengan kendaraan umum dan kendaraan alami —-> KAKI.

Yup, sehari bisa 5-10 km mungkin jarak yang di tempuh dengan berjalan kaki. Baik antar lokasi maupun antar stasiun / bus-stop.

13641312005 6b7594261a z Apa saja yang ada di dalam tas saya?
Photo using XF 10-24 @ 10mm f8 iso1600 - Velvia Film Simulation - Daylight White Balance - Handheld

Kelebihan backpack selain menghemat adalah juga mengatur waktu sendiri (apabila obyek bagus bisa moto lebih lama) dan juga mengenal lokasi lebih baik (karena tidak di sodori sudah sampai lokasi). Saya umumnya juga berkenalan dengan backpackers lain dari banyak penjuru dunia di hostel. Ngobrol, bertukar pendapat, dll. Menyenangkan … lebih menyenangkan daripada tinggal di hotel buat saya.

Continue reading

_DSC8755FINALE

My-ers Articles : Macro Editing, By : Villy Pramudya

Sehabis mengikuti workshop macro beberapa waktu yang lalu saya banyak mendapatkan pencerahan tentang Macro Photography, baik itu teknik, pencahayaan natural dan editing.

Tapi bukan itu yang saya mau share disini,melainkan bagaimana mendapatkan pencahayaan yang bagus dan juga berkesan sehangat mentari pagi melalui olah digital di Adobe Photoshop.

Mari kita lihat foto dibawah,

DSC8755 My ers Articles : Macro Editing, By : Villy Pramudya

Langkah pertama saya saat ambil foto macro, objek/POI selalu saya letakkan di tengah-tengah frame,atau paling tidak saya ambil 2/3 dari bidang frame kamera. Mengapa? karena foto macro membutuhkan cropping dan pengaturan angle terbaik pada akhirnya.

Nah, daripada bingung nantinya lebih baik letakkan objek di tengah-tengah (gunakan point focus paling sensitive di viewfinder yaitu di titik tengah).

 

Continue reading

Macro Concept

Weekend lalu adalah pengalaman pertama saya melakukan pemotretan makro konsep. Yang di maksudkan dengan makro konsep adalah pemotretan makro dimana binatang dan scene di atur berdasarkan konsep tertentu. Jadi bukanlah pemotretan di habitat asli serangga tersebut.

Ada pro dan kontra mengenai hal ini. Tetapi menurut saya (apalagi setelah merasakannya sendiri) bukan berarti pemotretan konsep lebih mudah. Dibutuhkan persiapan yang matang dan teknik yang baik pula untuk mampu melakukannya.

Yang penting menurut saya adalah : Jangan kita menyiksa serangga / binatang demi kepentingan fotografi semata – misalnya dengan membekukan serangga di freezer, memberikan makanan tertentu yang berbahaya, dll. Sejauh itu masih dijaga, dan setelahnya serangga dilepaskan ke alam bebas maka saya rasa pemotretan konsep ini baik adanya.

Kebetulan saya tidak sempat lama berada di lokasi, mungkin my-ers lain bisa share juga teknik lain yang digunakan. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan meletakkan siput kecil (bisa di peroleh di habitat mereka di area lembab dekat kebun dll) di bunga, dengan kondisi pencahayaan backlight. Bunga sendiri bisa di jepitkan ke tripod demi stabilitas dengan menggunakan photo clam.

photo clam Macro Concept

Cari background yang gelap (misalnya rerimbunan pohon) atau sinar yang menerobos rimbun pohon (sehingga menjadi bokeh). Cangkang siput apabila dalam posisi yang tepat bisa tembus pandang dan kelihatan sangat menarik.

13186454494 6bff58021b z Macro Concept
Dalam pemotretan ini saya kurang sempurna dalam hal pencahayaan. Masih kurang terlihat efek bakclight yang maksimal. Tapi kurang lebih ini adalah konsep nya - Fuji XT1 + Nikon AFD 105mm f2.8 - f8 iso1600 Velvia

Continue reading

gorillapod-ballhead-bottom

Joby Gorillapod Ballhead

Untuk melengkapi Velbon Ultrek 40L yang saya akan uji coba, saya harus membeli ballhead yang sama compact nya. Kalau tidak maka tidak jadi mungil lagi si tripod saya ini. Setelah coba browse sana sini, akhirnya saya temukan ballhead mungil yang cocok.

JOBY – GorillaPod Ballhead

Ukurannya relatif sangat mungil : 6.9 x 4.6 x 6.4 cm – dengan berat hanyalah 454 gram. Walaupun mungil ballhead ini mampu menahan 3 kg beban. Buat mirrorless dan lensa nya tentu saja ini lebih dari cukup.

Ballhead ini juga berputar 360 derajat, dan support full movement dari ballhead. Cocok sekali dengan yang saya butuhkan. Siap dipasang dan siap di uji coba….

Harga di kisaran Rp 549.000

First Look – Tripod Velbon Ultrek 40L

Saya mungkin “ter-obsesi” dengan keringkasan. Salah satunya adalah dalam hal tripod. Walau saya sudah memiliki travel tripod, tapi tetap saja panjangnya masih relatif cukup panjang untuk masuk ke koper / di bawa bawa. Baca baca artikel di internet akhirnya ketemu dengan salah satu tripod yang menurut saya revolusioner. Velbon Ultrek Series.

velbon ultrek 40L 1 First Look   Tripod Velbon Ultrek 40L

Saya akhirnya membeli Velbon Ultrek 40L. Sama seperti seri ultrek yang lain tripod ini saat dipendekkan mencapai 27 cm pendeknya. Cukup pendek untuk masuk ke dalam tas jenis microtrekker. Yang unik adalah saat di panjangkan, tripod ini mencapai 146.5 cm – hampir eye level.

velbon ultrek 40L 2 First Look   Tripod Velbon Ultrek 40L

Saya belum menguji coba lebih detil tripod yang baru saya terima ini. Tetapi first look nya adalah sebagai berikut :

Continue reading