Mendefinisikan ulang hobi fotografi …

Libur lebaran memberikan kesempatan buat saya buat belajar lagi mengenai fotografi. Salah satunya adalah membaca buku baru dan menonton video-video mengenai fotografi.

Satu video yang menarik adalah video mengenai analisa foto berikut ini. Mengapa menarik, kalau MY-ers lihat, video ini tidak ngobrol mengenai exposure setting bagaimana, alatnya apa, teknik nya apa … tapi bercerita mengenai detil apa yang perlu dilihat.

Chloe Jasmine Whichello – The book deconstructed from Damien Lovegrove on Vimeo.

(karena ketololan kementrian kita, maka Vimeo kadang di block, itu sebabnya kalau MY-ers tidak bisa melihat video di atas – silahkan cari akses internet lainnya untuk akses : http://vimeo.com/98443337 – atau download dari dropbox saya)

Detil, dan cerita, dan jiwa dari satu foto. Ini adalah hal yang sering sekali terlupakan oleh para hobiist. Karena kita para hobiist senang yang rumit, maka seringkali teknis pemotretan dan peralatan lebih menjadi fokus utama.

Padahal setelah melewati pembelajaran maka segala teknik ini akan membosankan. Karena setelah dicoba dan bisa lalu mau apa?

Saatnya mendefinisikan ulang hobi fotografi mu. Bukan lagi untuk mencoba teknik. Tapi untuk menciptakan karya seni (dengan teknik yang sudah dipahami). Pahami dan ciptakan detilnya. Ciptakan cerita. Ciptakan karya seni.

Semoga dengan demikian hobi ini tidak lalu membosankan ….


MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Berikut adalah sharing dari foto yang dipilih oleh admin BBM group motoyuk. Foto milik Fadholi. Semoga sharingnya bermanfaat.

———————

Mini Robberfly

FadholiBBwinner

Terima kasih kepada moderator dan teman-teman group BBM MY1 atas apresiasi yang diberikan untuk  foto ini sebagai weekly editor choice. Sebagai pembelajar, apapun dan dari manapun bentuk apresiasi yang datang tentu akan menambah motivasi dan semangat untuk meningkatkan progres serta kualitas hasil karya.

Foto ini diambil saat hunting bersama teman-teman pecinta macro photography (beberapa orang di antaranya MY-ers) di Desa Ciketing Udik, Narogong, Bekasi.

Continue reading MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Sudut alternatif

Dalam pemotretan selain exposure, maka angle / komposisi adalah aspek yang sangat penting. Foto jadi terasa berbeda atau tidak dipengaruhi signifikan oleh angle yang digunakan. Apabila angle nya sejuta umat maka cenderung sulit untuk membuat impresi.

Saya mau sharing pengalaman waktu ke Todaiji Jepang (Nara area). Kuil ini sangat terkenal, jadi tidak heran semenjak pagi pagi saat dia dibuka pun sudah sangat ramai. Sungguh sulit untuk memperoleh clean shot di area turis begini. Tantangan utama pemotretan travel.

Kalau saya mengikuti angle sejuta umat yang biasa saja, maka saya akan masuk ke dalam kuil dan memotret dari kejauhan.

Sample2

Angle sejuta umat …. mundur sedikit dapat framing, so agak sedikit tidak sejuta umat, tapi masih seribu umat mungkin

sample3

Continue reading Sudut alternatif

Featured Photos on MY FB Group (20 Juli 2014)

Photo by : Muhamad Agung N – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Jo Hanapi – Photo & discussion link

Menggabungkan Ide dan Teknik

Fotografi adalah bidang seni. So, kembali ide orisinal / kreatif memegang peranan yang penting. Tanpa ide maka foto cenderung akan hambar dan tidak menonjol. Banyak cara untuk mendapatkan ide, tapi semua berhubungan dengan bagaimana mengembangkan kreatifitas kita.

Contoh hal yang bisa mengembangkan kreatifitas kita adalah mencoba hal baru, melihat dan menggabungkan ide dari orang lain, atau mengadopsi ide dari bidang lain (bukan fotografi). Banyak cara, tapi butuh disiplin dan kemauan keras untuk mengembangkan ide kreatif. Salah satu yang penting adalah “open minded” – terbuka atas saran dan masukan dan tidak berhenti disitu tetapi mencoba.

Nah setelah idenya dapat muncul problem kedua, bagaimana menghasilkan / mewujudkan ide tersebut. Disinilah teknik berperan. Sudah tahu untuk menguatkan POI maka dibutuhkan slow speed di awan dan ombak misalnya. Tapi terbentur dengan tidak tahu bagaimana mewujudkannya, kan sayang juga.

Mengening Bali

So penting untuk paham dan “mengkoleksi” teknik. Jangan belajar teknik pada saat pemotretan yang sebenarnya, sehingga motret juga bisa konsentrasi pada pewujudan ide dan bukan trial teknik. Gak buang buang waktu dan momen pula.

Awalnya mungkin masih mikir bagaimana cara melakukan teknik tertentu, tapi lama kelamaan ini akan jadi otomatis dan bawah sadar. Jadi dengan cepat kita bisa menangkap momen.

Selain itu jangan obral teknik juga, semua teknik dipakai mentang mentang baru belajar teknik tersebut. Sesuaikan dengan ide dan konsep. Pakai teknik yang memperkuat ide dan bukan sebaliknya.

Teknik disini bukan hanya masalah exposure atau warna, tetapi juga tips dan trik mengenai komposisi, penggunaan POI, pengaturan elemen dalam fotografi, bahkan soal cuaca dan mengatasinya. Banyak sekali yang bisa dikumpulkan.

Disini sebenarnya peran grup. Di grup yang baik maka kita bisa melihat teknik yang digunakan orang lain, bertanya detilnya dan kemudian mencoba sendiri. Itu proses kita mengumpulkan teknik. So, peran aktif bertanya dan mencoba sangatlah penting.

Photo dari Andrey W – featured photo 6 Juli 2014

Tidak hanya itu, grup juga memungkinkan kita mengumpulkan ide dan di kemudian hari bisa kita gabung gabungkan sesuai dengan kebutuhan. Itu sebabnya Featured Photos on MY FB Group dan juga BBM editor choice hadir. Setelah terpilih jangan mau rugi, baca teknik nya, tanya ke yang menghasilkannya dan belajar + coba. Di motoyuk kita percaya bahwa dengan kita share teknik kita adalah cara kita mengasah teknik kita itu sendiri. Tidak akan ada ruginya share, ada justru lebih untung.

So kita ada di komunitas yang tepat, kenapa juga tidak dimanfaatkan untuk belajar lebih?


Featured Photos on MY FB Group (13 Juli 2014)

Photo by : Sulistyo Aji – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Romi Arnold – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Bang Nurdin – Photo & discussion link

Servis Lensa Manual

Beberapa waktu lalu saya beli lensa manual di eBay. Lensa tua Canon FD 50mm f1.4 S.S.C. Dalam iklannya dinyatakan bagus dan mulus.

5778074077_43b5e612a0

Setelah menunggu sekitar 3-4 minggu akhirnya barang datang. Saya bayar pajaknya (warga negara yang baik ya kan) dan saya ambil. Body lensa nya sendiri mulus, tetapi saat diterawang ternyata ada sedikit haze dan jamur. Mulailah saya proses komplain. Apalagi setelah dicoba dan ternyata blade nya ada minyaknya. Penyakit-penyakit lensa manual tua lah.

SXT10709-web

Sebenarnya saya bisa kembalikan lensa ini karena eBay menyiapkan proteksi atas penjualan ini. Tapi masalahnya biaya kirim balik dan pajak yang sudah saya bayarkan tidak bisa di refund. Hanya biaya beli dan kirim dari sana yang bisa di refund. Rugi nih kalau kirim lagi kesana.

Akhirnya saya putuskan untuk melakukan servis. Buat rekan rekan yang mau servis bisa coba kontak langganan saya ini, Pak Rudy namanya – HP : 0813 806 20146 – toko nya ada di Pasar Baru, Jakarta. Tetapi saya biasa datang ke rumahnya di kawasan Cempaka Putih.

Setelah servis selama 3 hari, dengan biaya Rp 150rb, lensa saya kembali dengan performa maksimal. Bersih dari jamur, haze dan minyak. Untungnya kondisi awal tidak terlalu parah, sehingga tidak ada cleaning mark juga. So, buat yang berminat bebersih lensa manualnya, silahkan hubungi beliau :)

Mengenai lensa ini sendiri? Drawing nya cukup menarik, harganya relatif murmer (kisaran 1-1.5jt), tajam mulai di f2, kontras dan saturasi juga bagus (foto sample di atas di f2)

Di wide open tentunya ada chroma dan masih kurang maksimal ketajamannya, tapi better daripada FL 55/1.2 yang saya pakai sebelumnya. Saya coba coba dulu lebih jauh ya – ini sih koleksi, so bukan mengejar superioritas lensa juga.


Featured Photos on MY FB Group (6 Juli 2014)

Photo by : Andrey W. – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Romi Arnold – Photo & discussion link
—————————– 
Photo by : Sere Yordan S. – Photo & discussion link
 —————————– 
Photo by : Jo Hanapi – Photo & discussion link

Burning and Dodging

Saya seringkali menggunakan proses burning dan dodging dalam post pro saya. Ini semacam preference, karena saya suka foto dengan dynamic range (cakupan terang gelap) yang luas. Kemampuan kamera memang makin lama makin dahsyat, dynamic range yang di cakup makin luas. Tapi tetap saja masih ada keterbatasan, sehingga proses burning (menggelapkan) dan dodging (memperterang) tetap saya lakukan.

Dodge-Burn-3-Comparison

Dalam foto di atas misalnya, sulit untuk menghasilkan dynamic range yang saya mau langsung dari kamera. Karena area di bawah atap kiri gelap, sedangkan kanan terkena matahari langsung. Kalau saya kompensasi EV positif maka bagian kiri akan terang, tapi kanan akan terlalu terang. Sebaliknya jika saya EV negatif maka kanan akan pas, tapi kiri akan terlalu gelap.

HDR / photo merging dengan beda exposure memang tools yang ok untuk menghasilkan dynamic range yang super. Tapi kendala nya biasanya kontras dan detil agak hilang.

So, yang saya lakukan untuk selisih dynamic range yang sedikit (tidak terlalu parah) adalah menggunakan mekanisme burn and dodge.

Ada 2 cara di Photoshop untuk melakukan ini.

  1. Menggunakan tools burn and dodge – saya tidak suka yang ini karena seringkali jadi belang sana sini dan susah mau cancel kalau tidak sreg.
  2. Menggunakan level / curve + layer masking – ini yang biasa saya lakukan dan saya coba ilustrasikan. Buat yang kurang jelas selalu bisa cari di YouTube.

Dodge-Burn-1-Before

Setelah kita membuka foto di photoshop, maka kita kita harus bayangkan mana yang mau kita bereskan. Saya memilih untuk dodging area kiri atas dahulu. So, saya gunakan level di adjustment layer, dan geser sehingga area kiri atas sesuai dengan exposure yang saya mau – saya abaikan dampaknya terhadap area yang lain.

Screen Shot 2014-06-29 at 9.23.06 AM

Continue reading Burning and Dodging

%d bloggers like this: