Nikon 28mm f2.8 AIS di body Canon

Dalam proses mencari lensa wide (kisaran 24mm di 35mm) saya mendapati lensa tua Nikon yang legendaris. Nikon 28mm f2.8 AIS.

Lensa ini terkenal menjadi legenda wide angle manual focus untuk Nikon. Review sangat positif ada dimana-mana, baik di Kenrockwell maupun SLRLensReview. Menurut review lensa ini relatif sangat tajam dengan color rendering yang baik, kontras yang juga baik, dan bonus : bisa cukup makro dengan minimum focus distance mencapai 20cm dan pembesaran kurang lebih 1:4 (real macro 1:1).

Kebetulan pula di bursa FN ada yang menjual dengan kondisi optik masih baik, dengan harga “hanya” 1,5 juta rupiah, langsung saya samber deh.

Untuk memasangkan lensa ini ke body canon dibutuhkan adapter. Saya membeli adapter yang bisa digunakan semua lensa nikon (tetapi auto focus tidak jalan ya) seharga 200 ribu. Adapter ini dilengkapi dengan chip confirmation yang dapat berbunyi apabila kita mencapai fokus. Sangat membantu untuk proses manual focusing tanpa alat bantu lain. Uniknya memang lensa Nikon AIS ini apabila di pasangkan di body Nikon non-pro series (selain setara dengan D3, D700 atau D300) maka meteringnya tidak berfungsi. Akan tetapi justru berfungsi di body Canon. Uji coba yang saya lakukan saya tidak perlu melakukan kompensasi apapun untuk mendapatkan metering yang akurat.

Hati-hati, tidak semua lensa Nikon bisa dipasangkan dengan baik di body Canon, apalagi yang full frame. Desain lensa tertentu agak terlalu panjang bagian belakangnya sehingga bisa “menghantam” mirror. Pastikan lensa nikon anda merupakan seri yang bisa diterima di Canon Full Frame.

Saya baru menguji cobanya di dapur belakang rumah, maklum baru saja mendapatkan adapternya. Tetapi sejauh yang sudah saya coba sharpness, color rendering & distorsi dari lensa ini memang seperti di katakan dalam review, sangat baik. Berikut beberapa potongan gambar yang diambil menggunakan Canon 5dMarkII, di konversi menggunakan Canon DPP. Saya hanya menggunakan picture style standard dengan saturasi +2 dan sharpness +7. Tentunya karena remangnya cahaya malam saya harus menggunakan tripod, di ISO 200 apperture f8 (sweet spot lensa ini) saya hanya memperoleh speed 0.6 seconds.

Yang ini sudah di resized ke 1024 pixel - click for larger view

100% center crop - click for larger image
100% corner crop
100% extreme corner crop

Dapat kita lihat bahkan extreme cornernya pada 100% crop masih cukup baik – ingat ini wide lens, walau agak soft. Tapi overall untuk lensa dengan umur sekian belas/puluh tahun lensa ini masih sangat mumpuni.

Kesulitannya? Selain karena harus menggunakan manual focus maka lensa ini juga lewat dari f8 sudah mulai “gelap” untuk melakukan focusing. Confirmation chip pun sudah mulai tidak memberikan respons setelah f8. Jadi apabila ingin menggunakan lensa ini di f22 kita harus meletakkannya di tripod, melakukan focusing di f8 misalnya, barulah merubahnya lagi ke f22. Merepotkan, tetapi itu harga yang harus dibayar untuk murahnya lensa ini. Tunggu uji cobanya untuk landscape ya 🙂

MOTO YUK!!!


10 thoughts on “Nikon 28mm f2.8 AIS di body Canon”

  1. bagaimana taunya lensa nikon yg kita beli ga bakal mentok di mirrornya cam gw? gw ada beli 35mm f/1.4 jadul, denger” seh lagenda juga. kl boleh tau beli adaptornya dimana yak? thanks

    1. Saya sih coba cari di internet, walau memang infonya agak terbatas. Kalau saya amati asalkan bagian mounting tidak menonjol melebihi adaptor maka seharusnya aman. Adaptor bisa di cari di bursa.fotografer.net dengan kata kunci “Adaptor nikon EOS”

  2. mas Edo, saya pernah baca katanya lensa AIS itu bisa autofokus di kamera nikon yang tidak ada motor fokusnya di body seperti nikon D5100, apa benar seperti itu ??
    thanks pencerahannya,,

Leave a Reply MY-ers ...