Nikon 20mm f4 AI di body Canon 5d Mark II

Setelah sebelumnya bereksperimen dengan Nikon 28mm f2.8 AIS kali ini saya mencoba menggunakan nikon 20mm f4 AI. Saya mengujicoba lensa ini untuk menjadi pelengkap perjalanan ringan (light traveling) selain membawa 5d Mark II + 24-105 f4 IS L

Lensa ini saya pilih karena :

  • Ringan & kecil – hanya sekitar 200 gram
  • Focal length nya melengkapi 24-105 (tidak seperti Nikkor 28mm f2.8 AIS yang berpotongan), sehingga saya bisa gunakan apabila kurang wide
  • Reviewnya cukup baik di Kenrockwell & juga digunakan oleh Galen Rowell

Tetapi sayang sekali lensa ini tidak semudah lensa sebelumnya untuk digunakan di canon. Tidak hanya dengan memasangkan adapter. Hal ini dikarenakan ada salah satu desain lensa nya yang menggangu pemasangan lensa ini di body Canon.

Masalahnya adalah tonjolan yang ada di belakang lensa. Tonjolan ini membuat lensa tidak bisa dipasangkan ke body Canon karena mentok ke cekungan body. Sudah dipastikan bahwa tonjolan ini hanyalah desain Nikon untuk menghindari benturan pada bagian belakang lensa. Tidak ada kegunaan lain. Coba bandingkan bentuk bagian belakang lensa dengan Canon 50mm f1.8 II berikut ini :

Cukup mudah untuk membereskan masalah ini, potong saja tonjolan tersebut. Untuk itu saya menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk operasi ini :

Saya menggunakan gergaji besi untuk memotong tonjolannya. Setelah itu saya akan menggunakan amplas (kekasaran medium & halus) untuk menghaluskannya. Cukup potong bagian tonjolannya saja. Pastikan juga untuk menggunakan kain halus untuk menutupi sekujur badan lensa. Selain untuk menghindari gergaji / amplas yang nyasar dan berpotensi “menghancurkan” lensa, ini juga untuk menghindari debu akibat “operasi” masuk ke dalam lensa.

Setelah melakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji besi saya berhasil menghilangkan tonjolan yang sebelumnya mengganggu. Sayang masih agak kasar permukaannya karena belum di amplas.

Masih berbalut kain halus saya lanjutkan dengan mengamplas medium permukaan bekas potong. Hal ini untuk mengurangi gerigi yang terbentuk setelah pemotongan dengan menggunakan gergaji besi. Selanjutnya untuk menghaluskan saya gunakan amplas besi halus. Ingat untuk selalu berhati-hati dengan debu besi yang dihasilkan. Gunakan blower jika perlu agar debu jatuh ke bawah.

Berikut adalah hasil penghalusan dengan menggunakan amplas, finally done :

Ingat untuk membersihkan debu-debu hasil amplas dengan blower & tissue lensa. Pastikan tidak ada debu yang masih tersisa, daripada masuk ke dalam kamera dan mengenai sensor? Berikut adalah setelah dipasang adapter Nikon to EOS nya :

Siap jepret deh … dan begitu dipasangkan di Canon 5d Mark II memang terpasang sempurna, tidak ada masalah. Uji coba pertama saya gunakan boneka porselen kecil yang ada di rumah. Ketajamannya cukup memadahi, tapi memang saya harus menggunakan Live View untuk memastikan ketajaman maksimal.

Saya hanya resized dari JPEG yang dihasilkan oleh Canon 5d Mark II. Saturasi warna & contrast cukup baik. Ada sedikit Chromatic Abberations tetapi tidaklah terlalu mengganggu. Seperti telah dituliskan di web Kenrockwell bahwa lensa ini baru bagus di f5.6 ke atas. Mencapai maksimum sharpness di f8 dan f11, dan mulai menurun karena lens diffraction pada f16 dan f22. Bagi saya tidak masalah karena memang lensa ini akan saya gunakan untuk landscape di f8 atau f11. Lihat center sharpness (100% crop) yang dihasilkan dari foto diatas :

Sangat memadahi bagi saya. Corner sharpness tidaklah sebagus Nikon 28mm f2.8 AIS ataupun Canon EF 17-40 f4 L yang lebih moderen. Tetapi untuk keperluan travel light saya rasa saya bisa menerimanya.

Berikut adalah uji coba lainnya :

Sample Nikon 20mm f4 AI - f8 + Live View, center focusing

Bagaimana performance untuk landscape? Sayang belum ada area landscape yang cukup menarik, tapi saya sempat menguji coba nya di padang ilalang dekat rumah. Berikut di buat dengan menggunakan apperture f8 + Standard Picture Style (Saturation +4) – JPEG hanya di resized dari kamera :

Maklum saya tidak membawa GND pada saat pemotretan, sehingga saya perlu melakukan adjustment untuk balancing exposure nya. Saya menggunakan Adobe Photoshop & Viveza Plugin untuk membantu mengangkat exposure di bagian bawah dan sekaligus melakukan sedikit sharpening pada foto diatas :

Voila, saya rasa hasil yang dihasilkan oleh lensa tahun 1970-an dengan harga second 1.75jt an ini tidaklah buruk. Kapanpun saya hanya membawa 24-105 f4 IS L saya (dan tidak membawa 17-40 f4 L karena alasan kepraktisan) maka saya sudah punya alat buat mengatasi kurang wide nya lensa 24-105. Kalau saya mau memotret landscape serius tentunya saya akan memilih membawa 17-40 untuk hasil yang lebih tajam dan lebih bebas chroma.

MOTO YUK!!!


6 thoughts on “Nikon 20mm f4 AI di body Canon 5d Mark II”

Leave a Reply MY-ers ...