My Weekend (16 April) – Strobist on Cafe

Foto diatas adalah hasil sesi MY (MotoYuk) Weekend Photography 16 April lalu. Sesi kali ini adalah human interest dengan menggunakan strobist. Bagaimana membuatnya?

Dasar Teori

Flash Photography agak berbeda sedikit dengan pemotretan biasa. Apabila pemotretan umumnya menggunakan cahaya yang selalu ada (continuous) maka flash hanya menggunakan cahaya terang yang dipancarkan sesaat. Oleh karenanya :

  • Exposure Triangle di flash photography dipengaruhi oleh apperture, ISO dan karakter flash – power, jarak, materi yang kena flash, dll (bukan shutter speed – shutter speed hanya menangkap ambience light saja).
  • Karena keterbatasan teknis maka shutter speed maksimal yang bisa digunakan di flash photography umumnya hanya sampai dengan 1/250 seconds, tidak bisa lebih cepat lagi (kecuali di flash synch khusus).

Flash pada strobist digunakan dengan bantuan trigger, sehingga memungkinkan unit flash di letakkan tidak di hot shoe di atas kamera. Dengan demikian maka hasil pemotretan bisa lebih kreatif. Kamera Nikon & Canon model terbaru sudah memungkinkan untuk mentrigger flash dengan menggunakan built-in flash.

Secara umum cara memotret dengan flash pada pemotretan ambience + flash light adalah :

  1. Gunakan mode Av untuk melakukan metering awal terhadap ambience light
  2. Lalu gunakan mode M dan setting sehingga exposure sesuai dengan yang diinginkan
  3. Setelah itu barulah setting flash agar memberikan cahaya di area yang diinginkan

Misalnya :

Pengukuran Av menghasilkan f4 | 1/20 secs | ISO500 - masih kurang dramatis, jadi akan di under di Manual (M) Mode

Pemotretan

Pemotretan dilakukan di cafe saint cinnamon, kota wisata cibubur. Di lantai 2 cafe ini ada jendela-jendela besar, sehingga kita bisa meletakkan model kita agar mendapat cahaya dari jendela. Akan tetapi pemotretan hanya dengan ambient light menghasilkan foto yang kurang atraktif :

Di area yang diberi tanda panah merah nampak gelap. Inilah yang perlu “di isi” menggunakan flash off-shoe, dengan cara flash di arahkan ke sudut-sudut yang gelap tersebut. Jadi saya minta salah seorang teman memegang flash di kanan saya pada posisi bawah mengarah ke sudut ruangan di belakang model. Agar tidak aneh maka warna cahaya dari flash di modifikasi menggunakan CTO – bentuknya seperti mika berwarna oranye, yang membuat warna cahaya flash agak kekuningan.

Parameter pemotretan akhir adalah : Canon 5d Mark II | EF 50mm f1.8 II | Manual Mode | f2 | 1/160 secs | ISO320 | Faithfull Picture Style (+1 Saturation) | Flash 430EX + PT04 + CTO dengan power 1/32, zoom 85mm

Post Processing

Post processing foto ini menggunakan 2 tahap. Tahap yang pertama adalah koreksi foto. Pada tahap ini saya menggunakan patch tools untuk menghilangkan bekas jerawat atau juga komedo yang mungkin mengganggu. Setelah itu saya gunakan Gaussian Blur + Layer masking untuk menghaluskan kulit wajah. Langkah ini penting digunakan untuk pemotretan model, karena tanpanya maka ketajaman lensa & body akan menangkap semua pori-pori kulit yang mungkin akan membuat foto kurang menarik. Selain itu saya menggunakan viveza untuk melakukan burning & dodging di beberapa area yang saya rasa lebih baik agak gelap / terang. Hal yang sama bisa dilakukan dengan menggunakan level & layer masking. Waktu untuk melakukan processing tahap ini relatif cepat, hanya sekitar 5 menit.

Setelah foto selesai maka barulah saya melakukan proses layout. Belakangan ini saya makin merasa bahwa penyajian foto yang bagus (dengan memainkan layout) sama pentingnya dengan pemotretan yang sempurna. Ibaratnya koki memasak makanan yang enak luar biasa tetapi tanpa dibarengi dengan penyajian di piring yang menggugah selera maka akan percuma pada akhirnya. Oleh sebab itu saya atur-atur penggunaan font & ukuran keseluruhan foto. Sampai akhirnya saya memperoleh hasil yang saya harapkan. Tahap inilah yang memakan waktu cukup lama, karena saya masih mencoba-coba juga font yang mau saya gunakan. Jadi saya membutuhkan waktu hampir 30 menit untuk menyelesaikan layout ini.

Join our next MY Weekend Photography to know more …. MOTO YUK!!!

7 thoughts on “My Weekend (16 April) – Strobist on Cafe”

  1. wiww…
    kadang saya melewatkan detail-detail yang memang perlu di ‘isi’…
    maksi mas…jadi terpikir kembali dengan detail2 itu kalau mau moto lagi…:D

    btw, ini templatenya apa ya…
    😀

  2. ribet juga yah… untuk motret. banyak sx hal detailnya… untuk ke arah situ butuh banyak anggaran yah. gak sesederhana yang gw kira. salut deh… yang bener2 hobi di bidang ini.

    bro.. untuk motret portrait spt ini.. rekomendasi lensa untuk sony nex apa neh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *