MY-ers Articles : Low Budget Macro, By: Fadholi

Sudah lama sebetulnya saya tahu ada beberapa teknik low budget untuk foto makro, salah satunya adalah dengan membalik lensa, namun tidak segera mencobanya karena sudah terlanjur pesimis dengan hasilnya, terutama soal ketajaman. Demi meramaikan Macro Learning Challenge di Motoyuk FB Group, akhirnya timbul keinginan mencoba dengan membeli copler ring ukuran 58/52mm untuk menyambung lensa kit EF-S 18-55mm dengan EF 50/1.8.

Dengan mempertimbangkan ukuran dan berat kedua lensa, diputuskan yang menempel di body adalah lensa kit sedangkan 50/1.8 dipasang di depan dalam posisi terbalik. Setting kamera yang dipakai adalah dengan Av mode, f:16 (karena DOF yang sangat tipis), autoISO, format RAW+JPEG untuk memudahkan post pro.

Setelah kedua lensa terpasang dan dicoba untuk memotret ada dua kesan yang muncul, kesan baik dan kesan tidak baik. Kesan baik pertama ternyata ketajamannya masih acceptable, (ya jangan disamakan dengan lensa makro tentunya…) dan kesan baik kedua pembesarannya meningkat drastis.

Sementar kesan tidak baik pertama fokusing yang sangat sulit karena mengharuskan maju mundur dengan jarah ke obyek yang sangat dekat. Kesan tidak baik kedua adalah timbulnya vignet yang sangat tebal. Semula saya menduga vignet ini muncul karena diameter ring lensa depan lebih kecil daripada lensa yang terpasang di body. Tapi ternyata dugaan saya salah, karena ketika posisi lensanya diubah sebaliknya, vignet yang muncul makin parah. Akhirnya saya simpulkan (walaupun masih dugaan juga…) bahwa munculnya vignet lebih karena keberadaan lensa yang dipasang di depan lensa. Dan tebal tipisnya vignet tergantung dari panjang lensa yang ada di depan Mungkin lebih tepanya disebut bayangan lensa ya…).

Foto di bawah ini adalah hasil dari kamera:

IMG_4569 original

Parameter teknis pemotretan di atas adalah 550D dengan lensa kit 18-55 + 50/1.8, f:16, 1/100s, ISO: 540 Picture Style Standard 7020. Dari hasil tersebut tentu mengharuskan post pro, paling tidak cropping untuk menghilangkan vignet. Hasil dari cropping (dan penyesuaian-penyesuaian lain tentunya…) adalah seperti ini:

IMG_4569 small

Tidak semua foto diperoleh dengan fokusing yang tepat, bahkan lebih banyak yang meleset. Perbandingannya bisa 1:5. Dengan percobaan berpuluh-puluh kali dan sedikit hoki akan diperoleh foto yang ketajaman dan detailnya dapat diterima. Foto lain yang didapat seperti di bawah ini:

IMG_4687 small

Parameter teknis pemotretan di atas adalah 550D dengan lensa kit 18-55 + 50/1.8, f:16, 1/60s, ISO: 400 Picture Style Standard 7020.
Kemudian juga seperti di bawah ini:

IMG_4691 small

Parameter teknis pemotretan di atas adalah 550D dengan lensa kit 18-55 + 50/1.8, f:16, 1/60s, ISO: 400 Picture Style Standard 7020.
Akhirnya kelelahan memicingkan mata, rasa pegal di kaki karena kelamaan jongkok, juga badan gatal dan kotor karena masuk semak-semak becek terbayar dengan foto yang diperoleh. Yaah, itulah hobi. Rasa puas yang didapat sama seperti hobi di bidang lain.

Dari hasil percobaan ini bisa disimpulkan kalau untuk sekedar coba-coba, atau sesekali foto makro teknik ini bisa diaplikasikan, namun untuk yang lebih serius mendalami genre ini lensa makro akan memberi hasil yang lebih baik dengan proses yang lebih mudah. Saya sendiri punya keinginan untuk memiliki lensa makro.

motoyuk signature white

5 thoughts on “MY-ers Articles : Low Budget Macro, By: Fadholi”

  1. Thanks, bro Bambang. Tapi buat saya sendiri kesimpulannya tetep di kalimat terakhir… hehehe…
    Coupler ring saya beli secara online bersama aksesoris lain, Ari Resza F…

  2. Wah, bagus fotonya. Saya mau tanya (maklum masih pemula benget). kalau mau foto makro, khusunya serangga seperti foto diatas, bagaimana agar serangganya nggak pergi / terbang ?

    terima kasih

    1. ada beberapa teknik :
      1. Pagi pagi saat mereka masih malas bergerak – tiap serangga ada jam aktifnya, pelajari jam aktif mereka
      2. Jangan pakai parfum / bau menyengat
      3. Mengendap endap

Leave a Reply MY-ers ...