My-ers Articles : Kapan perlu AF yang banyak dan oldig?, By : Frans Gunterus

Bagi saya, bagian terpenting dari fotografi adalah ‘focusing’ dan ‘light metering’. Maka bagian pertama yang saya pelajari ketika masuk ke dunia fotografi digital adalah sistem Auto Focus (AF). Ketika memotret kamera SLR film dengan sistem fokus manual yang penting adalah mencari titik fokus yang kita kehendaki, melakukan framing gambar dan kemudian menjepretnya. Saya sempat penasaran pada cara kerja kamera digital yang mempunyai beberapa AFP (Auto Focus Point). Ada yang 9, 11, 25, 39 bahkan 51. Namun tetap saja saya penasaran … kapan (kita) perlu AF yang banyak? …

Pada prakteknya kita banyak menggunakan satu AF yaitu yang ada di tengah. Kalau begitu, lalu, apa gunanya AF yang banyak?

 

AFP yang banyak diperlukan ketika kita perlu memotret objek yang dinamis — yang bergerak – misalnya fotografi wildlife, sport atau bunga-bunga yang melambai-lambai karena tertiup angin. Pada saat itulah kita perlu mengaktifkan seluruh AFP dan membiarkan kamera melakukan auto focusing. Pada saat itu kamera akan mengarah dan mencari titik focus pada objek terdekat dengan kamera. Resikonya titik focus bisa jatuh pada objek yang tidak kita kehendaki karena objek itu berada di depan. Lihatlah gambar di bawah. Multiple AFP tidak dapat digunakan pada kasus ini, karena titik focus yang kita ingin adalah mata Possum sedang ia berada di belakang pagar kawat kandangnya. 

Aperture Priority AE, Tv: 1/125, Av: 5,6 Spot Metering, ISO 100, 15-85 mm pada 85,0 mm. One-shot AF.

Possum pada gambar ini terus bergerak, akan tetapi kita tidak dapat menggunakan sistem multiple AFP dan fasilitas AI Servo, karena fokus akan jatuh pada kawat kandang yang berada lebih dekat dengan kamera. Saya menggunakan one-shot AF dan mengarahkan titik fokus pada mata kanan Possum di antara celah-celah kawat pagar kandang.

Kamera DSLR kelas menengah seperti Canon 60D hanya memiliki 9 AFP. Bagaimana menyiasati hal ini bila kita ingin memotret burung yang sedang terbang? Trik yang saya lakukan adalah memotret dengan focal length lebar dan kemudian melakukan cropping dan olah digital (lazim disebut oldig) dengan Photoshop. Coba bayangkan berapa waktu yang diperlukan untuk menunggu sebuah burung terbang sendiri di tengah riak air seperti pada gambar di bawah ini.

Aperture Priority AE, Tv: 1/1600, Av: 5.6, Spot Metering, ISO 100, 15-85 mm pada 61,0 mm. AI Servo AF.

Pada jaman modern era fotografi digital, seorang pecinta fotografi yang serius, perlu belajar oldig fotografi. Software oldig yang paling lazim adalah Adobe Photoshop, Photo Element, Light Room dsb. Photoshop yang paling canggih, tapi harga software Photoshop CS6 di Amazon USA mencapai US $ 548.89 sedang Photo Element 10 hanya US $ 70.99. Jadi orang di luar negeri banyak pilih Photo Element karena harganya yang jauh lebih murah. Berbahagialah yang tinggal di Indonesia software Photoshop CS6 bisa diperoleh di banyak tempat dengan harga seratus ribu (sekitar US $10).

Sangat tidak mudah mempelajari software Photoshop karena ada banyak cara dan orang mudah lupa kunci-kuncinya. Saya belajar secara mandiri dari Tips dan Trik yang mudah ditemukan di internet. Untuk itulah, saya mencatat, menulis dan membayangkan seolah-olah saya akan mengajar tips dan trik Photoshop CS6. Silahkan hubungi saya bila memang berminat. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan fasilitas AFP dan AI Servo serta oldig dengan Photoshop.

Gambar di atas hasil cropping dari gambar di bawah dan melakukan sharpen untuk seluruh objek dan mengurangi ketajaman background ombak dengan Unsharpen mask di Photoshop.

Gambar di bawah merupakan hasil cropping dari gambar di bawah nya – dan menghapus beberapa objek juga dengan Photoshop CS 6. Bagi yang jeli ada beberapa bagian oldig yang kurang rapih.

kesimpulan : mengapa harus beli kamera mahal dengan titik AFP yang banyak kalau Anda jarang (tidak ingin) memotret objek dinamis? … kecuali Anda memang punya dana berlebih dan ingin menyenangkan hati dengan memiliki gadget yang lebih canggih … Selamat mencoba!

Leave a Reply MY-ers ...