Motret Kembang Api

Pesta tahun baru selalu penuh dengan kembang api. Saya sendiri tinggal di Kota Wisata Cibubur, jadi ya mungkin tidak seheboh kembang api di pusat kota Jakarta. Tapi cukup menarik. Buat saya ini adalah pengalaman pertama memotret kembang api, jadi kalau masih salah-salah mohon di maaf kan 🙂

Beberapa tips / pelajaran yang saya peroleh pada saat pemotretan ini adalah :

  • Gunakan mode manual, hal ini karena kembang api muncul sejenak, sehingga tidak akan sempat adjust metering
  • Bawa lensa wide & tele. Wide dibutuhkan apabila kembang api sangat dekat dan ingin memasukkan foreground yang dekat. Sedangkan tele apabila ingin memotret kembang api-nya dari jauh.
  • Perhatikan di arah mana kira-kira kembang api akan muncul, lakukan pre-focus pada jarak tersebut, misalnya pada kembang api pertama yang meluncur. Setelah itu gunakan manual focus.
  • Untuk mempermudah pre-focus gunakan Custom Mode IV di Canon DSLR, sehingga saat kita menekan tombol shutter tidak melakukan focusing lagi.
  • Gunakan RAW & Auto White Balance. Sesuaikan White Balance setelahnya.
  • Untuk mengatur shutter time yang dibutuhkan pertimbangkan exposure & juga light trail. Terlalu pendek shutter speed nya akibatnya akan terlalu gelap (under exposed) tetapi terlalu panjang shutter speed nya akibatnya jejak kembang api tidak keliatan jelas (kurang freeze).
  • Tripod? Wajib 🙂 gunakan model ball head agar mudah bergerak menyesuaikan dengan arah kembang api

Kesempatan lain saya sendiri akan berlatih kembali 🙂 semoga lebih baik lagi.

MOTO YUK!!!


4 thoughts on “Motret Kembang Api”

  1. pernah bawa katanya biar kembang apinya bisa banyak, modal kartu warna hitam, setelah exposure pertama…tutup lensanya pake kertas hitam untuk nunggu kembang api berikutnya.
    jadi bisa beberapa kembang api jadi satu (kaya multi exposure gitu).
    Tapi belon pernah nyoba:)
    soalnya malem tahun baru selalu moloorrrrr:p

Leave a Reply MY-ers ...