MotoYuk!!! Photo Quiz Answer – Reading Histogram

Akhirnya “disempatkan” juga membuat jawaban dari Photo Quiz sebelumnya.

Histogram adalah grafik yang menunjukkan distribusi exposure pada foto yang kita miliki. Histogram seringkali sangat berguna untuk menilai apakah foto yang kita ambil sudah baik atau belum dari segi exposure, karena LCD di kamera kita “menipu”. Akurasi LCD sangat ditentukan oleh brightness LCD yang kita pilih, kondisi brightness lingkungan, dll. Oleh sebab itu kemampuan membaca histogram menjadi sangat penting untuk menentukan apakah foto yang kita ambil sudah ok atau belum.

Buku “Perfect Exposure” by Michael Freeman adalah salah satu buku yang mengulas khusus mengenai exposure dan histogram-nya. Di dalam buku ini ada 12 kondisi lengkap dengan contoh dan histogram nya. Tapi saya akan coba menjelaskan intisari pembacaan histogram.

Histogram menyatakan distribusi. Bagian sebelah kiri adalah shadow dan sebelah kanan adalah highlight.

Courtesy of : http://www.photoanswers.co.uk/

Pada ilustrasi diatas histogram paling atas menunjukkan bahwa foto over-exposed. Bahkan beberapa area mengalami highlight clipping.

Highlight clipping menyatakan area di foto yang sudah terlalu terang, melebihi kemampuan sensor menangkap detil. Oleh karena kehilangan semua detilnya maka pada area yang mengalami highlight clipping akan menjadi putih, dan tidak ada post-processing method apapun yang bisa mengembalikan detilnya. Highlight clipping dinyatakan dengan adanya lonjakan di sisi paling kanan dari histogram.

Apa yang harus dilakukan pada saat foto anda memiliki histogram seperti yang paling atas? Langkah pertama adalah mengaktifkan highlight clipping alert untuk mengetahui area mana yang clipping. Atur exposure (melalui apperture, iso, shutter speed – baca exposure triangle) sehingga highlight clipping hilang / diminimalisasi.

Menghindari highlight clipping memungkinkan munculnya shadow clipping, dimana area menjadi hitam pekat dan tidak ada detil juga. Apabila kita menghadapi kasus dimana saat kita menghilangkan / meminimalisasi highlight clipping lalu muncul shadow clipping, artinya scene yang kita foto sudah melampaui dynamic range dari kamera kita. Pilihannya hanya 2 : menggunakan alat bantu (filter Gradual Neutral Density salah satunya) atau merelakan salah satu jenis clipping terjadi.

Histogram paling bawah justru menunjukkan fenomena shadow clipping. Foto dengan kondisi histogram seperti ini cenderung sangat gelap, dan apabila ada batang histogram yang di paling kiri maka artinya ada area di foto yang hitam dan tidak memiliki detil sama sekali.

Apakah histogram yang tengah merupakan yang ideal? Secara umum jawabannya ya. Tapi tidak selalu karena tiap foto memiliki mood & tone tersendiri. Misalnya pada foto dengan kebanyakan area gelap (contoh foto low-key, foto pemandangan twilight, dll) maka cenderung gelap dan histogram akan bergeser ke kiri. Sedangkan foto dengan kebanyakan area terang (misalnya foto high-key, foto model dengan latar belakang putih/beauty shot, dll) maka cenderung terang dan histogram akan condong ke kanan.

Jadi yang penting adalah :

  1. Memastikan bahwa tidak ada batang histogram yang ada di ekstrem kanan (highlight clipping) atau paling kiri (shadow clipping).
  2. Memastikan bahwa histogram yang muncul sesuai dengan mood & tone foto yang kita mau buat. Kalau kita ingin agak gelap ya condong ke kiri, maunya balance ya relatif balance di tengah, maunya terang ya condong ke kanan.

Kembali ke photo quiz. Histogram yang ada di photo quiz adalah sebagai berikut :

Dapat dilihat pada histogram diatas bahwa batang histogram mengumpul di tengah / area middle grey / midtones. “Tidak ada” shadow maupun highlight, semuanya middle grey. Apa akibatnya? Foto yang dihasilkan akan cenderung flat, tidak menarik secara umum. Berikut adalah foto yang histogramnya digunakan sebagai contoh diatas :

Terasa flat? Wajar…karena histogramnya mengumpul semua di tengah. Kondisi seperti ini umumnya terjadi karena keadaan alam yang memang pencahayaannya flat, dalam kondisi diatas adalah mendung + adanya haze / kabut. Sehingga memang sulit dihindari dengan menggunakan teknik. Tapi at least kita tahu bahwa hasil pemotretan kita tidak akan optimal.

Dengan melakukan beberapa proses post processing di Canon DPP, Raw dari foto ini bisa sedikit diperbaiki sehingga histogram-nya menjadi :

Dengan perubahan ini maka hasil akhir sedikit lebih baik, walau kesan flat belum benar2 bisa hilang.

Selamat buat Abramz yang sudah memberikan jawaban yang tepat. “Hadiah” nya nanti saya akan informasikan terpisah via email 🙂

MOTO YUK!!!

 

Reference lebih lanjut : Understanding Your Digital Camera Histogram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *