Motoyuk Photo Gathering – Ciwidey – Maret 2011

Akhirnya photo gathering (a.k.a. Munas) terlaksana juga. Lengkap dengan segala suka dan dukanya. Perjalanan dimulai sejak jam 4 pagi hari Sabtu dari rumah masing-masing motoyuk-ers. Sebagian besar akhirnya berkumpul dan bertegur sapa di rest area KM 19 tol cikampek. Kebetulan langit pagi itu cerah sekali, memberi sedikit harapan mengenai cuaca di ciwidey.

Setelah 1.5 jam perjalanan akhirnya sampailah kita di Bandung, tepatnya di komplek Taman Holis Indah, tempat organizer munas kali ini, Tedy. Kami disambut dengan hangat, termasuk makanan & canda dengan istri & anak Tedy, Mikhael. Selanjutnya kami menempuh perjalanan ke situ patengang, tempat kami akan menginap. Sayang di tengah perjalanan ada sedikit hambatan, kecelakaan & juga macetnya jalur ciwidey. Tapi tak mengapa, karena kami masih sempat memotret jembatan tua yang ada di perjalanan, lengkap dengan human interest & aliran sungai yang ada. Ditemani sebungkus indomie telor yang menggugah selera.

Berhenti sebentar untuk makan siang di resto khas Sunda tidak membuat para motoyuk-ers berpangku tangan. Ada yang ngobrol ada juga yang berburu makro. Semua senjata makro langsung keluar dan cari-cari obyek. Kebetulan emang ada binatang yang sangat unik, laba-laba berjenggot dengan ukuran besar …. dan demen di foto pula, berkali-kali berpose.

Setelah berjibaku selama 2 jam dengan kemacetan jalanan dikarenakan kecilnya jalanan & bus besar yang memaksakan diri naik ke area kawah putih akhirnya kami sampai juga di situ patengang. Hawa dingin dan juga hujan gerimis menyambut kedatangan kami. Oleh karena hujan tersebut kami hanya bisa “mengeksekusi” situ patengang dari “gubuk” tempat kami menginap, yang kebetulan di samping danau. Untung saja Tedy memilih lokasi penginapan ini, paling tidak kami masih bisa memotret ringan sembari makan makanan ringan yang tersedia.

Situ patengang lokasinya cukup tinggi, sehingga hawa dingin terus menerus menerpa. Kabut seringkali datang dan pergi di permukaan danau. Oleh sebab itu kamera dengan lensa medium-tele selalu di tangan para motoyuk-ers, sembari menunggu momen yang menarik. Sayang memang sore itu kami tidak banyak menuai hasil. Menggunakan custom white balance saya berusaha memberikan warna pada sore yang kelabu itu. Supaya paling tidak sedikit lebih menarik. Seperti sample di bawah ini.

Sore hingga malam hari kami belajar bersama mengenai Exposure, Perspektif & bagaimana mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada di kamera. Karena ada 2 orang pengguna Nikon diantara kami bersepuluh maka sekaligus ini merupakan sharing mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing perangkat. Sangat menarik & semuanya nampak bersemangat. Apalagi diselangi dengan makan malam gaya sunda, pakai ikan asin & sayur asem yang yahud rasanya.

Materi dalam bentuk softcopy tersedia bagi peserta, Blackberry Group member & top komentator. Silahkan hubungi register@motoyuk.com untuk memperoleh password nya.

Dini hari nampaknya para motoyuk-ers sudah dengan rajin bangun. Saya yang susah tidur semalaman gara-gara dingin situ patengang yang menyengat (mencapai 5 derajat rasanya) jadi terpaksa ikut bangun. Walau mata masih pengen di alam mimpi sebenarnya. Situ ini terletak di lembah, dikelilingi perbukitan. Jadi sebenarnya matahari terbit baru bisa dinikmati di atas jam 6 pagi. Akan tetapi karena mendung di pagi hari maka matahari terus bersembunyi sampai dengan siang harinya.

Tapi bukan motoyuk-ers kalau tidak scouting area dan tetap mencari kesempatan untuk memotret. Sebagian ada yang memperoleh momen cantik dimana langit sekejab memiliki warna biru dengan awan-awan bulat yang menghiasinya.

Sembari makan pagi & menunggu model bersiap untuk sesi siang hari maka beberapa motoyuk-ers mencoba mengeksekusi “Danbo” yang dibawa Septi. Aliran still life nih ceritanya. Kebetulan ada satu lorong di penginapan dengan available light yang menarik untuk dijadikan area pemotretan. Semua lensa dof sempit dikeluarkan, mulai dari lensa kit sampai 50mm f1.8 atau 85mm f1.2. Hasilnya si Danbo menjadi bintang sehari.

Tak lama sesi pemotretan model dimulai. Tony, salah satu motoyuk-ers, nampaknya sangat bersemangat dengan sesi ini. Hahaha, maklum diantara ber-10 yang alirannya model hanya dia, sisanya para landscaper & architectural. Tetapi kita semua menikmati sesi pemotretan ini, belajar untuk mengarahkan 2 model yang tersedia & tentunya mengatur parameter pemotretan sehingga hasilnya bisa optimal.

Model pertama bernama Nita. Dia sangat cute & juga kooperatif. Pemotretan dengannya terasa sangat menyenangkan. Beberapa motoyuk-ers mengikuti saya untuk eksplore sisi luar penginapan bersama Nita. Sayang memang waktu tidak mengijinkan kita melakukan pemotretan di sekitar situ. Tapi tidak mengapa karena toh pemotretan di dalam “gubuk” juga sama menariknya.

Kurang lebih jam 10 pagi kami akhirnya meninggalkan situ patengang menuju kawah putih. Tempat pemotretan selanjutnya. Sayang sekali kami terburu-buru dan konvoi, padahal di tengah jalan kami sempat melihat beberapa spot pemotretan landscape yang sangat indah. Lengkap dengan langit biru yang cemerlang. Tetapi tidak mengapa, toh kami lain kali bisa kembali ke lokasi ini lagi :). Masuk ke kawah putih per mobil cukup mahal harganya, Rp 150.000,-. Saya rasa ini ada baiknya, untuk mengurangi jumlah kendaraan yang menuju puncak, dengan demikian mengurangi kepadatan lalu lintas di jalanan yang sempit.

Puncak kawah putih terasa penuh sesak oleh pengunjung. Oleh sebab itu kami memilih lokasi pemotretan yang sedikit lebih di pinggir, di hutan di kisaran kawah putih. Hal ini untuk menghindari “bocornya” scene pemotretan dengan pengunjung umum. Untunglah area ini relatif masih “aman” dari pengunjung sehingga kita bebas bereksplorasi.

Selain Nita model lain yang menemani kita dalam sesi pemotretan ini adalah Regina, atau Egi panggilannya. Dia juga cute & kooperatif.

Sayang hujan kembali turun cukup deras di kisaran jam 13.00, sehingga kami akhirnya harus mengakhiri sesi pemotretan di kawah putih ini. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam akhirnya kami kembali ke restoran dimana kami makan siang pertama kali dan kembali menyantap hidangan siang yang super yummy bersama para model. Tentunya tidak terlupa untuk foto bersama sebagai kenang-kenangan photo gathering motoyuk yang sangat menyenangkan.

(dari atas kiri searah jarum jam) : Wisnu, Agie, Septi, Cynthia, Gisca, Benny, Galih | Edo, Tedy, Nita, Egi, Tony

Terima kasih kepada semua rekan-rekan motoyuk-ers yang berpartisipasi, dan spesial thanks buat Tedy atas arrangement nya. Buat motoyuk-ers lain yang belum sempat bergabung semoga next time bisa bergabung ya. Untuk info mengenai photo gathering berikutnya, stay tuned membaca posts yang ada di blog ini.

MOTO YUK!!!


13 thoughts on “Motoyuk Photo Gathering – Ciwidey – Maret 2011”

Leave a Reply MY-ers ...