More samples of XF Lenses

Sebagian MY-ers ada yang bingung mungkin kenapa saya doyan sekali meracuni soal Fuji (dulu NEX). Sebenarnya tidak ada niat meracuni, hanya saja saya senang share sesuatu yang saya sendiri suka / percaya. Pada saat awal menggunakan NEX paradigma saya adalah beralih dari DSLR ke mirrorless. Saat itu mirrorless belumlah digunakan secara umum. Banyak yang masih bahkan belum sadar ada mirrorless. Saya ngomong banyak soal mirrorless (NEX dalam hal ini) karena keunggulannya dibandingkan DSLR. Yaitu masalah portabilitas nya, nyaman di bawa traveling dan juga tidak mencolok mata.

Dengan berjalannya waktu akhirnya mirrorless bisa lebih diterima. Beberapa orang akhirnya percaya bahwa masa depan DSLR bisa digantikan mirrorless (walau belum sekarang saatnya). Beberapa orang turut mencoba mirrorless. Bahkan beberapa orang, karena kebutuhannya, meninggalkan DSLR sepenuhnya.

Saya belakangan banyak bicara soal Fuji karena memang saya menggunakannya dan saya suka dengan hasilnya. Saya tidak lagi membandingkan DSLR dan mirrorless, tapi lebih Fuji vs mirrorless lainnya. Yang masih belum percaya soal mirrorless silahkan minggir dulu hehe. Fuji buat saya walaupun mahal memberikan hasil yang lebih daripada yang diberikan mirrorless lain. Baik secara build, ergonomi (menu NEX sungguh bikin frustasi), image quality, tone, etc. I love it …. seperti banyak yang sudah mencoba X series mencintai nya. Mungkin pengguna Fuji belum lah banyak dibandingkan mirrorless lain, tetapi hampir selalu yang mencoba nya jatuh cinta.

Berikut adalah beberapa sample lain dari penggunaan lensa XF di Fuji X Pro 1. Full resolution nya bisa di lihat di Flickr dengan meng-klik foto yang ada di bawah, lalu click kanan dan pilih original size.

———————

XF 35/1.4 – lensa legendaris ini memang tokcer, hasilnya tajam sekali dan bokehnya tetap ber karakter. Ukurannya yang mungil membuat lensa ini jadi pilihan utama untuk di bawa bawa traveling. Foto ini di jepret di f1.4 – iso200 – 1/1400 secs – Provia Film Simulation – Straight Out of Camera (SOOC)

The Pillars

 

XF 14mm/2.8 – lensa ini punya teman sebenarnya, karena saya masih menunggu lensa 10-24mm saja nanti. Foto ini sendiri tidak sempurna, karena saya tidak bisa menggunakan tripod (dan dengan demikian iso rendah) dan GND. Maklum, foto ini di jepret tanpa sengaja setelah saya terbangun di pagi hari dan melihat sunrise indah ini di jendela apartemen saya. f8 – iso1250 – 1/30secs – Provia Film Simulation – Post Pro on Photoshop

Morning has broken

 

XF 55-200mm – lensa koleksi baru saya ini merupakan niatan saya dari awal. Saya tidak tertarik punya lensa tele di DSLR karena ukurannya yang besar. So rencana saya awalnya adalah membeli lensa tele di mirrorless, sehingga bisa melengkapi DSLR saya. Toh untuk landscape saya jarang akan menggunakan lensa tele.

Kebetulan sekali Fuji memiliki lensa tele yang review nya sangat baik. Saya harus setuju bahwa lensa ini mantap. Selain body nya all metal, tetapi berat dan ukuran masih “masuk akal”. Agak berat di zoom ring nya, tapi masih ok. Kualitas hasilnya juga bagus seperti lensa XF lainnya.

Wild Orchid

Sayang di foto ini saya tidak 100% firm, agak shake sedikit. Sehingga agak meleset sedikit kalau di lihat di full resolution. Jarak BG sekitar 1-1.5 meter, blur nya halus dan saya juga suka warnanya yang pas. 200mm – f5.6 – iso500 – 1/200secs – Velvia Film simulation – SOOC 

PS : Kenapa saya menggunakan f5.6 alih alih f4.8 yang dimungkinkan oleh lensa ini? Simple …. kegeser aperture nya :((

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *