Model @ Ciwidey

Munas motoyuk lalu selain berburu landscape di kisaran situ patengang, ciwidey & kawah putih seperti contoh dibawah ini :

kami juga memotret model. Dua orang model dari Bandung, Nita & Regina, di “import” untuk menemani sesi pemotretan di situ patengang & kawah putih. Keduany memang model profesional, sehingga nampaknya teman-teman motoyuk-ers tidak terlalu kesulitan mengarah kan gaya mereka.

Saya sendiri bukan spesialisasi model, jadi memotret model kali ini lebih untuk melatih skill motret & menguji coba lensa pinjeman, Canon 85mm f1.2 L II. Lensa ini memang spesifik digunakan untuk modeling. Selain karena focal length nya yang cukup tele, dibantu dengan apperture kecil maka bokeh tercipta dengan mudah.

Selain bokeh lensa ini juga mengagumkan dengan ketajamannya. Pada foto diatas saya bahkan masih bisa melihat detil pori-pori kulit wajah dari model (yang dengan terpaksa harus saya haluskan akhirnya). Luar biasa detil & tajam, sebanding dengan harganya yang mencapai 17 juta rupiah.

Foto Nita diatas tidak menggunakan bukaan terbesar (f1.2) dari si lensa ini, melainkan f2. Hal ini karena umumnya memang kemampuan optimal lensa ada di kisaran 2-3 stop di atas bukaan terbesarnya. Selain itu saya juga khawatir dof nya terlalu sempit sehingga ada bagian wajah yang out-of-focus. Adobe Photoshop yang cukup ribet saya gunakan untuk memproses tonal & burning dari foto diatas. Hal ini karena saya ingin tonal yang lebih dramatis, tidak sekedar window lighting biasa.

Lensa 85mm tidak hanya digunakan untuk half-body portrait. Dia juga jawara untuk digunakan sebagai full-body portrait. Seperti halnya pada pemotretan Regina, dipanggil Egi, diatas. Karakter lensa ini langsung terlihat dari pemisahan antara model dan background. Terasa sekali efek 3d dari foto diatas. Sulit untuk mendapatkan separasi seperti ini menggunakan lensa dengan bukaan hanya f4 misalnya, atau lensa wide. Bahkan lensa 50mm f1.8 pun sulit mendapatkan full-body portrait dengan dof seperti diatas.

Kelebihan lain lensa 85mm adalah saturasi warna & kontras nya yang sangat baik. Hal ini membuat proses pengolahan foto pasca pemotretan menjadi minimal. Pada foto diatas dapat dilihat warna – warna bisa keluar sempurna. Walau tentunya ini tidak semata dikarenakan lensa, melainkan juga dipengaruhi oleh jenis cahaya & sudut datangnya cahaya yang mengenai obyek pemotretan.

Eksplorasi warna vintage? Bolehhhh … ini yang saya lakukan dengan foto Nita dibawah ini. Saya gunakan Adobe Photoshop dengan curve, level & saturation untuk membuat efek warna vintage-nya. Sedangkan flare saya tambahkan menggunakan filter. Kenapa harus ada flare? Selain karena selera, saya juga merasa bagian background agak terlalu kosong + sudah ada highlight clipping, sehingga akan lebih enak rasanya kalau ada flare. Tentunya ini adalah selera pribadi.

Tidak hanya color photo, kita juga bisa bermain dengan “Black & White”. BW memberikan nuansa tersendiri dalam pemotretan human interest. Saya menggunakan SilverEffect Plugin yang ada di Adobe Photoshop untuk mengoptimalkan konversi BW. Tapi konversi BW biasa menggunakan Adobe Photoshop tetap bisa dilakukan.

Secara umum pemotretan diatas menggunakan Canon 5dMarkII + 85mm f1.2 L II. Saya menggunakan Apperture Priority Mode dengan berbagai setting EV, seringkali -1/3 & 0. Apperture yang digunakan umumnya adalah f2 untuk keperluan mendapatkan dof + ketajaman hasil. Sementara picture style yang digunakan adalah umumnya Standard Picture Style dengan tambahan saturasi hingga +2 (perhatikan, karena bukan landscape saja maka penggunaan saturation +4 akan membuat skin tone yang “gosong”).

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pemotretan adalah sudut jatuhnya cahaya & kualitas cahaya tersebut. Apabila sudut datang cahaya sudah tegak lurus, misalnya jam 11.00 – 15.00 siang maka akan lebih baik jika mencari daerah yang “tertutup” rimbun pohon. Sedangkan apabila kualitas cahaya buruk (karena misalnya panas terik) maka ada baiknya segera pergi ke restoran terdekat. Istirahat saja dulu sampai kualitas cahaya menjadi lebih baik, biasanya agak lebih sore. Atau gunakan diffuser / strobist flash / reflektor untuk menyeimbangkan cahaya pada pemotretan.

Semoga berguna 🙂 – MOTO YUK!!!


13 thoughts on “Model @ Ciwidey”

  1. mantap dan detail sekali ulasannya mas….jadi lebih ngerti..terima kasih tuk sharenya,ditunggu posting berikutnya…hehehe

Leave a Reply MY-ers ...