Menggunakan Lensa Manual untuk Lanskap

Mungkin ada yang masih tanya, ngapain pakai lensa manual (baca : tidak auto focus, melainkan fokus secara manual) di jaman moderen begini. Jaman dimana kecepatan AF dan akurasinya sudah luar biasa. Apakah kurang kerjaan sehingga kita menggunakan lensa dengan fokus manual?

Jawaban saya YA dan TIDAK.

Pantai-trikora-Bintan_IMG_6237-WEB

Ya untuk mereka yang sekedar gaya-gaya an menggunakan lensa manual. Mereka yang tidak sepenuhnya paham kenapa menggunakan lensa manual focus. Emang ada? Banyak … banyak penggemar foto yang sekedar mengikuti arus, banyak orang yang suka lensa manual, lalu ikut-ikut an repot menggunakan lensa manual.

Ya (kurang kerjaaan) juga buat mereka yang motret fast action menggunakan lensa manual. Misalnya sports atau candid. Keburu momen hilang kemana saat fokus tercapai. Terserah sih buat yang mau argumen bahwa itu seni nya, itu bisa dicapai dengan latihan … buat saya itu tetap saja kurang kerjaan.

Ya itu juga kurang kerjaan buat yang matanya gak tajam-tajam amat (alias mata minus), lalu motret dengan lensa manual tele. Ya ampun itu repot nya setengah mati, saya lebih memilih fokus mengarahkan model dan mencari momen daripada tambah pusing dengan mencari fokus yang akurat. Saya lebih memilih menyerahkan urusan fokus pada algoritma AF yang sudah dibuat susah susah oleh para produsen kamera (dan saya bayar mahal untuknya).

 

Lalu …… kapan pakai lensa manual = tidak kurang kerjaan ?

Kalau yang kita memang cari adalah karakter satu lensa manual tertentu maka penggunaan lensa manual sudah tepat. Memang lensa lensa manual dan tua memiliki signature tersendiri yang unik. Berhubung fotografi hobby adalah berhubungan dengan kepuasan batin, maka saya setuju bahwa jika memang puas mendapatkan bokeh swirly (misalnya) dengan menggunakan lensa manual, maka ya gunakanlah lensa manual.

Selain itu sebenarnya lensa manual sangat nyaman digunakan untuk pemotretan lanskap – dengan lensa ultra wide angle.

ZFO_ZF_DistagonSLR_3_5_18_seite

Ada beberapa alasan mengapa saya menyukai lensa UWA manual focus untuk pemotretan lanskap :

1. Sharp ujung ke ujung

Umumnya lensa manual UWA manual focus juga adalah lensa primer / fix. Artinya focal length nya tunggal. Dengan demikian maka lensa ini juga mewarisi kelebihan dari fix lens, yaitu lebih mudah untuk di desain tajam dari ujung ke ujung.

Karang-Taraje_IMG_4795-WEB

 

2. Lebih mudah untuk melakukan focusing di saat kondisi minim cahaya

Ada 3 metode untuk melakukan focusing pada lensa manual, kita bisa melihat langsung di viewfinder apakah gambar sudah fokus. Atau cara kedua kita bisa menggunakan focus confirmation – dimana kita memutar perlahan ring focus sampai akhirnya berbunyi “beep” tanda bahwa itu sudah fokus. Atau cara ketiga adalah dengan menggunakan distance index pada body lensa.

Cara ketiga ini berbeda dengan kita memutar ring fokus pada lensa AF (dengan mensetting lensa ke MF). Karena pada lensa AF tidak di desain untuk melakukan manual focus maka biasanya ring ini putarannya pendek, paling hanya sekitar 30-45 derajat putar. Akibatnya : kurang presisi.

Lain dengan lensa manual focus yang derajat putar nya bisa mencapai 270 derajat lebih, sehingga saat melakukan manual focus lebih presisi. Plus lensa manual focus memiliki index jarak yang lebih presisi juga.

Jadi di saat lensa AF kesulitan melakukan focusing dikarenakan cahaya yang minim, misalnya saat twilight. Maka kita bisa dengan mudah memutar ring fokus lensa manual – memposisikannya pada jarak yang tepat (biasanya infinity) dan tinggal jepret. Tidak perlu ribet dengan mencari area yang ada sedikit cahaya buat melakukan AF.

 

3. Lebih mudah untuk melakukan hyperfocal technique

Buat yang sudah membaca artikel mengenai hyperfocal technique pasti sadar bahwa ribet sekali melaksanakannya di lapangan. Kita harus melakukan focusing di jarak tertentu (tergantung focal length, body kamera dan aperture yang kita gunakan) untuk mendapatkan ketajaman maksimal dari jarak tertentu sampai infinity.

Untuk melakukan ini umumnya kita perlu membawa tabel ke lapangan / menghafalkan jarak2 tersebut. Lalu melakukan focusing di jarak tertentu tersebut, dan mengunci fokus dengan mengubah ke Manual focus (buat yang gak ngerti saya ngomong apa, silahkan baca dan pahami dulu hyperfocal technique).

Tidak demikian dengan menggunakan lensa manual. Yang perlu kita lakukan hanyalah meletakkan tanda infinity pada aperture yang kita pilih. Done.

Hyperfocal on manual

Misalnya pada gambar di atas : kita menggunakan f16. Kita letakkan tanda infinity pada aperture 16 di body lensa. Maka hyperfocal technique sudah digunakan, tinggal jepret maka pada f16 mulai dari jarak sekitar 25m (tanda jarak warna merah di atas angka f16 satunya lagi) sampai dengan infinity akan berada di ruang tajam.

Hyperfocal on manual 2

Contoh lain : pada gambar di atas, gambar pertama menunjukkan kita focus di infinity. Artinya pada f16 akan masuk ruang tajam dari 1.5 meter (tanda jarak warna kuning di atas angka f16) sampai dengan infinity.

Sedangkan gambar kedua menunjukkan apabila kita menggunakan hyperfocal distance, dimana kita meletakkan infinity di atas angka aperture f16. Pada kondisi ini kita akan memperoleh DOF mulai dari jarak sekitar 0.8m sampai dengan infinity.

Tentu saja ada yang lebih memilih kenyamanan AF + Zoom focal length dibandingkan keunggulan yang saya sampaikan di atas. Tetapi kalau saya pribadi, saya memilih menggunakan Zeiss 18mm saya untuk lanskap. Easy and great image quality.

motoyuk signature white



4 thoughts on “Menggunakan Lensa Manual untuk Lanskap”

  1. Saya pakai lensa bawaan untuk canon 1300D. Tapi hasil lanscape nya kurang mas saya bilang. apa ada setingan yang lebih bagus? tolong masukannya mas

    1. sebenarnya moto landscape komponennya banyak, so gak bisa sekali setting dipakai buat semua kondisi dan hasil langsung joss.
      Setting an sih standard, misalnya : pakai f8 dan iso rendah, pakai filter GND
      Tapi komposisi matter
      Lalu post procesisng juga
      Coba sering moto dengan yang sudah pengalaman dan coba gali ilmunya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *