Menarik perhatian dengan menggunakan Vignette

Vignette pada awalnya adalah “kegagalan” lensa, dimana ujung-ujung terluar dari lensa tidak mampu menghantarkan cukup cahaya ke film / sensor dikarenakan desain / kualitas lensa yang kurang baik. Akibatnya adalah gelapnya foto di bagian ujung terluar. Vignette umumnya dihindari oleh para fotografer karena foto jadi kurang optimal.

Tapi ada kalanya vignette digunakan untuk menguatkan suatu foto. Hal ini terutama umum digunakan untuk menarik perhatian penikmat foto ke bagian tertentu dari foto, umumnya bagian tengah. Misalnya :

Contoh Vignette (click for better resolution) - foto sebelah kiri adalah sebelum dan kanan adalah setelah diberikan efek vignette

Mungkin dapat dirasakan bagaimana mata kita terasa lebih tertuju kepada obyek utama (di bocah berbaju kuning) pada foto kedua. Hal ini dikarenakan adanya vignette yang secara tidak langsung berfungsi sebagai framing dalam komposisi-nya.

Walau bisa dibuat langsung dari kamera dengan menggunakan lensa yang kualitasnya kurang baik / memiliki vignette kuat (misalnya Canon EF 20mm f2.8), akan tetapi kebanyakan hal ini dilakukan di post processing. Tentunya agar kualitas foto tidak terpengaruh “buruknya” lensa yang digunakan. Vignette sangat mudah dibuat dalam post-processing, baik di film maupun di digital.

Kalau kita bicara digital ada berbagai cara untuk membuat vignette di Adobe Photoshop. Video tutorial dari YouTube berikut ini menunjukkan salah 3 dari sekian banyak cara untuk membuat vignette.

Foto di atas sendiri di olah menggunakan Filters / Distort / Lens Correction / Vignette di Adobe Photoshop. Cara ini salah satu yang paling mudah, tetapi kontrolnya relatif terbatas. Tapi tentunya anda bisa menggunakan berbagai cara yang lain, tergantung dari hasil akhir yang anda inginkan.

MOTO YUK!!!

Leave a Reply MY-ers ...