Manyar Beach, Bali – on Sony NEX 5n + SEL 10-16mm f4 OSS

Mungkin buat yang sering ke Bali sudah cukup sering dengar mengenai pantai Kuta, DreamLand, Padang Padang, dll. Tapi mungkin belum semua pernah dengar pantai Manyar, Ketewel, Bali.

Manyar_DSC01815-web

Pantai ini sangat  unik, menghadap lepas ke Timur, sehingga memperoleh pemandangan matahari terbit Bali, dan memiliki foreground karang yang di tutupi lumut kehijauan. Sangat unik dan juga keren. Berikut adalah pengalaman saya mengunjungi pantai ini.

Pantai ini terletak sekitar 30-45 menit perjalanan dari daerah Kuta. Menyusuri by Pass menuju arah Padang Bai. Jalanannya relatif lancar, akan tetapi karena tidak ada tanda yang cukup jelas maka lebih baik my-ers pergi bersama orang yang pernah kesana. Atau melakukan survei sebelumnya.

Peta-manyar

Pantai ini terletak lebih ke timur lagi dari Pantai Ketewel. Pantai Ketewel sendiri ada tanda petunjuk nya. Walaupun tetap cukup kecil tandanya. Google map belum memiliki penunjuk lokasi, sehingga seperti yang saya sebut, lebih baik survei terlebih dahulu.

Saya melakukan survei 1 hari sebelumnya. Pada saat survei ini saya memikirkan mengenai foreground mana yang bagus digunakan. Selain itu juga saya bertanya pada penduduk lokal mengenai : arah matahari terbit, tinggi pasang/surut lautnya, keamanan lokasi pada subuh, dll.

Hal ini akan mempermudah pemotretan nantinya. Perlu kita ingat bahwa matahari terbit momennya sangatlah pendek. Sehingga kalau masih mencari cari lokasi dan memikirkan konsep pemotretannya maka bisa ketinggalan momen. Berikut adalah beberapa foto survei lokasi pada hari sebelumnya. Saya menandai beberapa lokasi yang bisa dijadikan foreground.

Survei-1 Survei-2 Survei-3

Selain itu saya juga memikirkan kalau after sunrise (biasanya blue hour ke arah barat) maka saya bisa gunakan sudut pemotretan apa. Nampaknya siluet pohon kelapa ini cukup menarik – dengan lensa 10-16mm yang saya gunakan saya butuh posisi cukup dekat.

Survei-4

Bonusnya, saat  saya pulang saya peroleh pemandangan ke arah utara dimana refleksi dan langitnya keren sekali. Karena kondisi langit warnanya kurang bagus maka saya gunakan mode BW.

Mode High Contrast BW di Sony NEX menguatkan efek langit yang unik. Ditambah lagi dengan post processing menggunakan NIK Silver Effect (wet rock).

Manyar_DSC01762-web

Keesokan harinya saya berangkat pagi pagi benar. Cuaca cerah, walau nampak ada sedikit mendung ke horizon. Saya sampai sekitar pukul 5.30 WITA pagi, masih terlalu pagi sedikit. Tapi tidak apa-apa karena saya masih butuh menyesuaikan diri dengan Sony NEX 5n + SEL 10-16mm yang saya gunakan dalam pemotretan ini.

Karena masih terlalu pagi dan matahari belum mulai nongol sempurna maka langit masih agak flat dan kurang enak untuk pemotretan. Tapi saya uji coba dulu beberapa posisi yang mungkin nantinya akan saya gunakan.

Sample-1

Tentunya dalam kondisi inipun saya sudah menggunakan GND Reverse. GND jenis ini paling cocok untuk digunakan dalam pemotretan sunrise/sunset di pantai. Karena bagian tengahnya adalah yang paling gelap – lokasi dimana matahari berada.

Saya tidak menggunakan ND filter. Satu alasan karena malas (jangan ditiru ya), alasan lain karena ND saya terlalu tebal (9 stop) dan alasan lain karena rasanya masih bisa dapat efek movement dengan menggunakan f22 dan iso rendah saja.

Setelah menunggu beberapa saat barulah matahari muncul menyeruak di antara awan – bonus : Ray-of-Light (ROL).

Manyar_DSC01815-web

Tentu saja saya menggunakan post processing untuk mengangkat warna dan dynamic range dari foto diatas. Dari segi warna saya perlu menguatkan saturasi di beberapa area, berikut dengan kontrasnya. Saya juga gunakan warm photo filter untuk area tengah, sedangkan cold photo filter untuk langitnya. Hal ini untuk memaksimalkan komposisi warna dari foto.

Untuk dynamic range saya banyak menggunakan curve dan level + layer masking. Misalnya area batu segi empat (sisi yang menghadap kita) itu perlu saya dodging menggunakan curve dan layer masking. Sedangkan area langit beberapa perlu saya burn dan dodge. Tapi intinya adalah secara selektif meningkatkan + menurunkan tingkat terang di area area tertentu, sehingga overall terasa lebih 3D dan lebih kuat dynamic range nya.

Kita perlu paham bahwa dynamic range mata kita jauh lebih canggih daripada kamera. Itu sebabnya foto yang dihasilkan kamera tanpa post processing akan sulit sekali mendekati persepsi yang kita lihat oleh mata kita.

Sayang sekali hari sebelumnya saya survei kurang jauh ke utara – timur. Padahal kalau tidak saya akan bisa menggunakan area di bawah ini pada saat sunrise. Dikarenakan tidak tahu ada area ini, maka saya akhirnya hanya bisa memperoleh pemotretan area ini pada saat matahari sudah cukup tinggi.

Manyar_DSC01856-web

Tekniknya tentu saja dengan tidak memasukkan matahari ke dalam komposisi. Alih alih memaksakan diri memotret ke arah timur, saya memotret ke arah utara, dimana langit biru. Sebenarnya saya bisa menggunakan CPL untuk menguatkan biru langit, tetapi saya suka dengan refleksi langit yang terpantul di kubangan kubangan air yang ada. Sehingga saya putuskan untuk hanya menggunakan GND Hard Edge 0.9x.

Post processing? Tentu saja … walau tidak sebanyak dibandingkan foto pertama. Foto kedua ini lebih fokus pada peningkatan dynamic range nya saja. Jadi burning dan dodging di area tertentu.

Lesson learned : Survei-lah terlebih dahulu, sabar dan survei lebih jauh lagi

motoyuk signature white

15 thoughts on “Manyar Beach, Bali – on Sony NEX 5n + SEL 10-16mm f4 OSS”

Leave a Reply MY-ers ...