Maksimum DOF pada Makro dengan Posisi Sejajar

Bagi yang sudah sering motret makro pasti sudah paham benar bahwa depth-of-field (DOF) pada pemotretan makro sangat sempit. Bahkan pada aperture yang sempit seperti f8 tetap saja ruang tajam hanya dalam kisaran kurang dari 1 cm. Hal ini membuat sering kita sulit membuat keseluruhan obyek tajam. Foto belalang bertumpuk ini contohnya :

Saat kita mengejar ruang tajam pada matanya, maka bagian kaki nya sudah tidak masuk ruang tajam. Padahal foto ini sudah menggunakan f7.1 yang relatif sudah cukup sempit. Apabila kita sempitkan lagi aperture hingga f22 sekalipun akan sulit memperoleh ruang tajam maksimum.

Hal ini terjadi karena jarak antara lensa dan obyek sangat dekat (demi pembesaran maksimum). Jadi, kalau mau lebih luas ruang tajamnya ya mundur … menjauh dari obyek. Tapi dampaknya obyek tidak bisa cukup besar. Pilihan yang sulit ya? Pilihan lain yang bisa ditempuh adalah dengan mengambil banyak foto dengan titik fokus berbeda, lalu melakukan stacking & layering. Hal ini membuat ruang tajam seakan luas karena sebenarnya terdiri dari banyak foto dengan ruang tajam yang saling melengkapi. Kendala nya tentu saja adalah memastikan si obyek cukup diam sehingga bisa di stacking dengan baik.

Pilihan yang sering digunakan oleh fotografer makro adalah dengan mengambil posisi sejajar. Pada posisi ini maka bidang sensor / lensa tegak lurus dengan bidang obyek. Hal ini membuat obyek masuk semua ke ruang tajam.

Kupu-kupu diatas diambil dengan aperture f5.6 yang jauh lebih sempit dibandingkan foto sebelumnya. Akan tetapi keseluruhan tubuhnya tajam. Hal ini dikarenakan posisi badannya sejajar, sehingga masuk ruang tajam semua. Kalau kita ambil dia dari depan, atas, menyerong, dll maka bisa jadi akan ada bagian tubuhnya yang tidak tajam.

Kenapa f5.6 ? Supaya background blur nya dapat tentu saja 🙂

Berikut contoh lain dari foto makro yang diambil sejajar :

So, next time mau coba nge-makro, cobain posisi sejajarnya … geser posisi badan dan kamera-mu sehingga posisinya optimal sejajar,





7 thoughts on “Maksimum DOF pada Makro dengan Posisi Sejajar”

  1. Kl soal fotografi, aku termasuk kalangan penikmat setia hehehe
    Aku suka potret yang kupu-kupu, memang kelihatan jernih seluruh badannya, jadi enak menikmatinya

    1. Terima kasih mas bukik apresiasi nya. Saya juga pengagum gerakan indonesia bercerita. Sedang dipraktekkan ke anak saya. Btw kapan kapan butuh foto buat buku just let me know 🙂

  2. duh, ajip bener foto2nya
    selama ini baru bisa ngiler dan ngiri klo liat foto2 macam ini, blm pnya kemampuan mumpuni soal photography, jadi nya cekak2 aja foto2nya…uhhhmmm, semoga dapat banyak ilmu dari blog ini

  3. Kang Edo, nanya ya kl moto macro dibantu kapai macro converter atau extension tube hasilnya bisa setajam ini gak? maklum belum punya lensa macro.
    Thank’s

    1. macro converter menggunakan lensa “kelas dua” sebagai optik nya. So ya wajar tidak akan bisa tajam. Extention tube memperbesar pembesarannya, tapi dengan cara menjauhkan lensa dari bidang sensor, akibatnya speed drop + sistem AF mati total. So, buat saya walau membantu tapi menggunakan macro converter & ext tube bukan cara yang baik buat yang mau serius belajar makro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *