Makro dengan Mirrorless

Saat ingin beralih menggunakan mirrorless secara penuh, salah satu kendala yang muncul adalah fotografi makro. Maklum saya doyan juga moto makro. Kendala yang muncul adalah :

    1. Lensa auto focus yang tersedia antara terlalu pendek focal length nya (misalnya Zeiss 50mm macro) atau tidak bisa makro maksimal (rasio 1:1 – misalnya Fuji XF 60mm macro dengan rasio 1:2)
    2. Kalau saya gunakan lensa DSLR (misalnya lensa terkenal Canon 100mm f2.8 L IS) maka kendala nya adalah bilah aperture di kontrol oleh body. Sehingga saat digunakan di mirrorless dengan menggunakan adapter, maka hanya bisa bukaan paling maksimal (misalnya f2.8). Bisa memang kita akali dengan menggunakan DOF button di DSLR, tetapi akan tidak fleksibel karena tiap mau ganti aperture harus di pasangkan di DSLR.

Padahal sebenarnya moto makro di mirrorless cukup enak, karena fitur live view nya lebih baik. Belum lagi focus peaking yang juga lebih enak. Walau memang kekurangan lain selain masalah ketidakadaan lensa adalah AF yang lambat, sehingga kurang cocok untuk pemotretan makro yang butuh kecepatan tinggi.

So, mulai lah saya mencari alternatif lensa manual (tua) yang bisa digunakan nge makro 1:1. Sayangnya pilihannya ternyata tidak banyak. Kalaupun ada kebanyakan hanya 1:2 karena pada jaman itu memang makro maksimal sampai rasio 1:2.

Dari hasil cari sana sini, berikut adalah beberapa pilihan yang bisa di pertimbangkan :

    • Nikon AF-D 105mm f2.8 Macro – lensa ini sebenarnya lensa auto focus, tetapi karena termasuk lensa tua maka dia masih memiliki aperture ring di pantat lensa. Harga second sekitar 4 – 5 jt
    • Vivitar 90mm f2.8 Macro – lensa ini bisa jadi salah satu opsi untuk nge makro 1:1. Mounting yang tersedia biasanya Minolta mount. Harga second di kisaran 3-4 jt
    • Canon FD 200mm f4 Macro – lensa langka ini kabarnya sudah 1:1 juga, dan kelebihannya adalah jarak 200mm akan membantu untuk pemotretan serangga yang sensitif. Harganya kisaran 3-4 jt
    • Contax Macro Planar 100mm f2.8 – lensa tua ini adalah salah satu lensa dengan coating lensa yang paling top. Hasilnya bisa jadi yang terbaik. Tapi harganya mencapai 12jt

Tentunya semua lensa di atas membutuhkan adapter untuk di pasangkan di body mirrorless. Jangan lupa untuk mengaktifkan fitur shoot without lens di kamera agar bisa menggunakan lensa ini.

Little Red
Fuji X Pro1 + Nikon AF-D 105mm f2.8 Micro @ f8
Provia Film Simulation + AWB

Menggunakan disini bukan berarti nyaman digunakan. Lensa ini akan tetap menjadi lensa manual focus. Jadi untuk melakukan focusing dalam fotografi makro kita perlu memutar ring focus dan kemudian memaju mundurkan posisi kita & kamera terhadap obyek hingga sepenuhnya mendapatkan fokus. Bukan hal yang mudah, karena sedikit goyangan saja membuat kita out of focus.

Pada akhirnya saya eksperimen menggunakan lensa Nikon AF-D 105mm f2.8. Untuk adapter saya gunakan merk Kiwi yang lumayan baik, tetapi masih terjangkau.

Storm Trooper
Fuji X Pro1 + Nikon AF-D 105mm f2.8 Micro @ f8
Velvia Film Simulation + AWB

Kendala yang saya hadapi (dan belum menemukan penyebab / solusi nya) adalah :

    • Saya rasakan ketajaman lensa ini tidaklah maksimal. Saya merasa kontrasnya agak rendah, dan secara umum lensa ini menghasilkan warna yang relatif cold dan less saturation.
    • Selain itu kendalanya adalah saya merasakan depth-of-field dari lensa saya agak keterlaluan tipisnya. Saya paham bahwa lensa makro memang pasti tipis DOF nya, tapi rasanya tidak setipis ini

Kedua hal ini masih dalam proses cross check. Tetapi saya akan informasikan kembali bagaimana hasil investigasinya. So, stay tuned !!!!

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *