Macro Photography for beginner

Berikut adalah video tutorial mengenai bagaimana harus memulai fotografi makro :

Pada prinsipnya fotografi makro membuat kita harus mendekat dan mendekat dan mendekat dengan obyek foto. Membuat depth-of-field yang sangat sempit. Oleh sebab itu umumnya apperture yang digunakan lebih dari f8, bahkan dalam video ini menggunakan f45. Tiap lensa memiliki keterbatasan maksimum apperture yang dapat dicapainya, pastikan anda mengetahuinya. Misalnya untuk Canon EF 100mm f2.8 mampu mencapai f32.

Karena apperture yang sangat sempit maka pengaruhnya sudah pasti adalah slow shutter speed. Bahkan seringkali mencapai hitungan detik. Dimana dengan shutter speed sedemikian lambat sudah pasti akan shake apabila di handhold. Untuk itu solusinya ada beberapa :

  1. Menggunakan tripod / monopod – ini solusi paling efektif untuk pemotretan still-life (obyek tidak bergerak) seperti bunga di dalam ruangan misalnya.
  2. Menggunakan ISO yang lebih tinggi – solusi ini cukup efektif untuk pemotretan di luar ruangan yang membutuhkan fleksibilitas (yang sulit diperoleh dengan menggunakan tripod). Akan tetapi akan ada batasnya dan juga dampak negatifnya (noise), jadi bijaksanalah menggunakannya.
  3. Menggunakan Manual mode + Flash – dengan menggunakan cahaya buatan maka kita bisa mengatur agar dengan shutter speed cepat + apperture sempit kita masih bisa memperoleh exposure yang memadahi. Tentunya hal ini akan mengabaikan cahaya alami yang ada. Selain itu kendalanya adalah beberapa serangga yang menjadi obyek makro sensitif terhadap cahaya flash, dan dapat pergi / berpose waspada / kurang alami saat dipotret menggunakannya.
  4. Mengorbankan depth-of-field – cara ini merupakan solusi akhir apabila tidak ada solusi diatas yang dapat digunakan. Biasanya fotografer akan memfokuskan pada mata obyek makro yang dibidiknya, memastikan paling tidak bagian itu masuk ruang tajam.

Pemotretan makro juga membutuhkan lensa / peralatan jenis khusus. Hal ini agar kita dapat mendekati obyek sampai jarak hanya beberapa cm saja. Lensanya dikenal dengan nama lensa macro / micro. Sedangkan peralatan yang bisa membantu adalah extention tube. Atau ada juga teknik reverse lens (coba di googling saja untuk teknik ini).

 

Akan tetapi untuk pemotretan makro yang obyeknya cukup besar, misalnya bunga / barang kerajinan maka kita bisa menggunakan lensa tele (diatas 100mm) + apperture lebar (misalnya f4) sebagai pengganti lensa macro. Lensa ini cukup mampu memotret obyek makro ukuran besar dengan baik, bokeh-nya juga relatif baik. Lensa wide / normal agak sulit untuk menghasilkan pemotretan makro yang baik karena cenderung tidak mampu menghasilkan background blur yang baik.

Salah satu trik yang disebutkan juga dalam video ini adalah menggunakan timer. Hal ini benar, karena walau tidak terlihat maka goyangan yang sedikit saja saat kita menekan shutter button mampu membuat foto makro yang kurang tajam. Umumnya fotografer menggunakan cable release agar bisa menekan tombol shutter tanpa menyentuh kamera, akan tetapi jika tidak memilikinya maka anda bisa menggunakan timer yang ada di kebanyakan kamera. Untuk hasil optimal gunakan timer yang lebih dari 5 detik. Tentunya trik menggunakan cable release / timer hanya bisa digunakan apabila kamera dipasang di atas tripod. Tidak ada gunanya apabila tetap di pegang tangan.

Kendala menggunakan timer adalah apabila kita memotret obyek bergerak misalnya kumbang. Tentunya hampir tidak mungkin memperkirakan posisi si kumbang pada saat timer jatuh tempo. Oleh sebab itu pemotretan obyek makro yang bergerak umumnya mengandalkan kestabilan tangan, shutter speed yang mencukupi dan auto-focus continuous.

Trik yang lain lagi adalah menggunakan mirror lock-up. Untuk menggunakannya bisa dicari di buku panduan body kamera anda. Teknik ini membuat kamera mengangkat dulu mirror yang digunakan untuk kita melihat melalui viewfinder saat kita menekan tombol shutter pertama kali. Setelah itu pada tekanan shutter button kedua barulah dia mengambil gambar. Dengan cara ini maka goncangan pada kamera akibat mirror dampaknya diminimalisir.

MOTO YUK!!!

 

 

3 thoughts on “Macro Photography for beginner”

Leave a Reply MY-ers ...