Macro at Home

Siapa bilang harus jauh-jauh pergi untuk memotret. Dengan menggunakan teknik Macro maka barang di sekitar rumah juga bisa jadi obyek menarik. Berikut adalah foto yang diambil saat weekend di depan rumah. Anggrek bulan ini sendiri sebenarnya “Achievement” buat saya, karena akhirnya berbunga juga di tangan saya setelah memilikinya 1 tahun lebih hahaha…

Foto diatas diambil dengan menggunakan tripod, karena apperture yang digunakan sempit. Lagipula karakteristik macro dimana bergeser sedikit saja sudah tidak out-of-focus membuat stabilitas menjadi sangat penting. Selain itu saya juga menggunakan fitur “Mirror Lock Up” untuk mengurangi getaran saat kamera mengambil gambar. Fitur lainnya yang saya gunakan adalah “Live View”. Fitur ini digunakan agar kita bisa meyakinkan bahwa focus yang diambil sudah tepat.

Untuk menghindari getaran saat kita menekan tombol shutter ada 2 cara : menggunakan cable release atau menggunakan timer. Dulu saya menggunakan timer 2 seconds di kamera, tapi ternyata selama 2 detik micro movement di kamera belum berhenti. Sehingga hasil paling optimal adalah apabila menggunakan timer 10 seconds.

Untuk background awalnya saya langsung memotret saja, tapi ternyata kurang ok background nya. Oleh sebab itu saya ambil keset yang ada di depan rumah (yeaa sekarang kalian dapat mulai melihat ada tulisan “Welcome” di background) yang kebetulan berwarna kuning, cocok dengan paduan warna anggrek bulannya.

Tetesan air di bunga adenium di depan rumah ini awalnya tidak nampak oleh mata. Tapi begitulah macro, mulai dari memotret bunga-nya, lalu mendekat, mendekat dan mendekat. Sampai akhirnya diperoleh yang diinginkan. Untuk menguatkan komposisinya saya membiarkan warna hijau dedaunan masih ada di ujung bawah foto. Selain itu saya menggunakan vignette yang dibuat di adobe photoshop untuk menguatkan komposisinya.

Tripod dan teknik lain yang tadi saya singgung di atas tentunya masih valid untuk pemotretan yang ini juga. Tantangan yang sedikit berbeda adalah karena bunga ini lokasinya tidak terlindung, jadi butuh beberapa kali pemotretan untuk menghindari bunga bergoyang keras karena angin.

Foto yang ini adalah contoh dimana kondisi pemotretannya tidak ideal, banyak angin, sehingga walau sudah menggunakan teknik yang sama tidak bisa setajam yang sebelumnya. Walau kamera stabil tetapi bunganya bergoyang, apalagi anggrek dendrobium yang ini relatif tinggi, sehingga lebih mudah tertiup angin.

Depth-of-field yang relatif lebih sempit digunakan disini karena bunganya relatif kecil dan jarak antara bunga dan background juga sempit. Adobe Photoshop digunakan untuk memperbaiki beberapa area yang pencahayaannya tidak seimbang dan memberikan efek vignette.

Jadi, memotret tidaklah harus jauh dan mahal kan? 🙂

MOTO YUK!!!

6 thoughts on “Macro at Home”

  1. Yg ini pakai ef 100mm macro. Lensa kit buat macro bunga kurang pas karna wide, lebih baik pakai tele. Buat bunga masih bisa. Kupu2 juga bisa pake tele.

    Susah fokus karna terlalu deket 🙂

  2. ini la,
    secara teknis sepertinya (sepertinya) sudah dijelaskan gamblang bla..bla.. tapi kalo teknisnya itu dicoba (pake tripod, bukaan sekian dsb dsb.) pasti hasilnya berbeda. Ada satu hal yang tidak disebutkan disini. Saya lihat itu arah cahaya kompleks banget deh, pastinya pake sumber cahaya buatan ya selain matahari. Gimana cara ngaturnya ya?

Leave a Reply MY-ers ...