Light HDR for Landscape

Seperti kita ketahui bersama kalau pemotretan lanskap banyak tergantung pada cahaya alam. Dan cahaya alam sayangnya sulit diajak kompromi, terutama urusan dynamic range nya. Langit karena di terangi oleh matahari cenderung sangat terang, sedangkan foreground yang kurang diterangi cahaya pada saat sunrise/sunset cenderung under exposed.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan GND. Tanpa GND akan sangat sulit untuk kita memotret dengan benar semenjak awal. Tetapi bahkan GND sekalipun kadang kurang untuk mengatasi masalah dynamic range ini. (“KURANG” ya, bukan “TIDAK PERLU” … lain)

Don't-Swim-At-Sunset_IMG_3028-WEB

Foto diatas tidak hanya merupakan hasil dari GND saja … tanpa GND tentu saja akan siluet, tapi dengan GND saja juga kurang bisa dramatis. Jadi yang saya lakukan adalah menambahkan proses High Dynamic Range (HDR) dalam kadar ringan pada post processing foto lanskap.

Ini adalah foto asalnya setelah proses pengolahan RAW menggunakan DxO Optics (hasil yang sama bisa diperoleh dengan menggunakan Canon DPP / Adobe Photoshop – tidak terlalu masalah).

Original-before-HDR

Dapat kita lihat efek GND sudah sedikit mengangkat area foreground, tetapi belum maksimal (saya memang agak “salah” menggunakan GND Soft 0.6x pada kasus ini – karena yang lainnya tertinggal). Area langit masih kurang dramatis, sedangkan foreground kurang ter-expose sempurna.

Yang saya lakukan adalah membuat 3 foto (5 kalau mau lebih halus lagi) dari 1 RAW yang sama. Ubah saja Exposurenya. Trik nya adalah untuk membuat jarak exposure nya tidak terlalu jauh. Saya kadang menggunakan hanya 1/3 stop, atau dalam kasus foto ini saya gunakan 1/2 stop.

Jadi setelah proses RAW convertion selesai saya memiliki 3 foto dengan exposure -1/2, 0 dan +1/2

Ketiganya lalu saya masukkan ke dalam software Photomatix. Software ini akan melakukan pemrosesan. Silahkan pilih preset yang ada kalau tidak mau repot. Pilih preset yang tidak terlalu “lebay” … dalam kebanyakan kasus saya menggunakan antara “Enhanced” atau “Fusion”. Kadang “Photographic” preset juga hasilnya bagus. Tidak ada rule of thumb karena beda kondisi bisa berbeda.

HDR-photomatix

Diatas merupakan hasil keluaran dari Photomatix. Sudah lebih baik (dan masih tetap realistis). Selanjutnya saya tinggal lakukan post processing seperti biasa dengan Adobe Photoshop : Masking + Curve-Level-Saturation-Photo Filter

———————-

So, apakah GND masih dibutuhkan? Saya bilang : Ya!

Kenapa? Karena tanpa GND maka beberapa area akan sudah terlalu gelap (noise) / terlalu terang (no data – clipping). Akibatnya pada saat kita mau proses lanjut dengan software HDR juga hasilnya tidak maksimal.

Tetapi memang di beberapa kondisi pencahayaan, kita masih bisa mengakali tidak menggunakan GND dan mengandalkan post processing dengan HDR.

 

Apakah lebih baik beberapa file JPEG dari 1 RAW, atau memotret langsung di lapangan beberapa foto dengan exposure berbeda?

Kalau saya sih lebih prefer 1 RAW. Hal ini bukan masalah irit memory card, tapi lebih karena dengan demikian foto yang dihasilkan benar – benar identik, tidak ada pergeseran awan / ombak yang mengakibatkan hasil penyatuan foto yang kurang maksimal.

 

Tentunya light HDR ini bisa juga digunakan di pemotretan lain dengan tingkat dynamic range tinggi. Misalnya pemotretan arsitektur.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *