Liburan ke Singapore

Musim liburan anak sekolah sudah tiba. Terpikir untuk pergi ke Singapura sekaligus hunting foto tapi bingung mau atur jadwalnya gimana? Berikut sharing jadwal perjalanan pilihan saya berikut peralatan yang mungkin dibutuhkan, semoga bisa berguna ya 🙂 Dengan adanya penerbangan langsung airasia ke singapore maka biaya tentunya bisa lebih murah, so why dont you pack your bag and go 🙂

Day 1 – Jumat (cuti ajalah…)

Pagi : berangkat ke singapore. Pilihlah jadwal keberangkatan yang tiba di singapore sekitar jam 11, sehingga kurang lebih tepat waktu untuk check in ke hotel dan meninggalkan barang-barang yang kurang kita butuhkan.

Siang : begitu sampai di singapore langsung ke imigrasi dan meluncur ke pusat kota / hotel. Pilihan kendaraan tentu saja banyak. Tapi kalau saya maka saya pilih menggunakan MRT apabila hanya 1-2 orang saja, tetapi 3-4 orang maka saya akan pilih taxi. Di dalam stasiun MRT tidak diperkenankan memotret, tapi curi-curi menggunakan compact camera tentunya bisa saja dilakukan (hati-hati dan resiko tanggung sendiri ya hahaha). Sampai di hotel anda bisa makan siang dulu, mungkin mencoba nasi ayam hainam khas singapore? Setelah selesai makan langsung bongkar peralatan foto anda. Siapkan : kamera, lensa tele (misalnya 100mm, 200mm, 300mm, 400mm, atau 70-200mm), flash, tripod / monopod, filter CPL (dibutuhkan untuk menghilangkan efek pantulan kaca).

Sore-Malam : sebagai pilihan lokasi hunting pertama saya pilih Singapore Night Safari. Silahkan cek websites mereka untuk cara menuju kesana, biaya, dll. Saya anjurkan membungkus makan malam anda, karena harga makanan di lokasi relatif mahal. Saya anjurkan untuk datang agak awal sehingga bisa mengikuti show dan juga berjalan mengelilingi safari. Berjalan adalah pilihan yang lebih baik daripada naik bus yang ada. Mengapa? Karena anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk memotret binatang, tidak terburu-buru.

Gunakan lensa tele anda agar bisa menjangkau lokasi binatang yang jauh (gak mau dimangsa ama singa kan? :p). Gunakan tripod / monopod untuk membantu memotret pada malam hari yang mengakibatkan shutter speed turun hingga dibawah 1/125mm. ISO speed bisa dipilih sesuai dengan noise yang bisa kita terima. Pengalaman saya sih menggunakan iso 800 pada canon EOS 40D masih memberikan noise yang dapat diterima.

Filter CPL bisa digunakan apabila binatang yang anda ingin potret ada di belakang kaca. CPL membantu kita menghilangkan pantulan pada kaca, sehingga foto menjadi lebih indah. Tentunya kompensasinya adalah shutter speed akan turun cukup banyak, sehingga iso tinggi dan atau tripod / monopod adalah keharusan.

Giant Flying Squirrel @ Singapore Night Safari
Giant Flying Squirrel @ Singapore Night Safari

Yang diatas adalah contoh satwa unik yang aktif hanya pada saat malam hari, Giant Flying Squirrel. Dia terbang kesana kemari di atas kepala malam itu. Sangat menyenangkan, baik melihat maupun memotretnya.

Pulang dari Singapore Night Safari kita charge energi dulu dengan istirahat yang cukup.

Day 2 – Sabtu

Sunrise di singapore agak siang (sama halnya dengan sunset yang terlambat), yaitu sekitar jam 7 pagi. Sehingga kita bisa berangkat sedikit lebih siang (dibandingkan hunting foto biasanya). Menu pagi ini saya sarankan ke Chinesse Garden. Lokasinya terletak ke arah Jurong bird Park / Jurong East.

Untuk mendapatkan cahaya pagi yang bagus dan juga sempet muter-muter di sana maka saya sarankan berangkat sekitar jam 5.30 pagi. MRT merupakan sarana transportasi yang cocok untuk menuju lokasi, mengingat jauhnya Chinesse Garden. Taman ini sendiri adalah taman umum (entry fee = 0, alias gratis). Disini kita akan menemukan berbagai bangunan yang menarik dan juga taman yang indah. Lensa wide adalah pilihan yang tepat disini. Lensa kit 18-55, 17-55, 17-40, 16-35 atau bahkan ultra wide 10-22 adalah pilihan yang tepat. Selain itu filter CPL (untuk birunya langit) dan Gradual ND (untuk meningkatkan dynamic range foto) juga diperlukan. Tripod hanya dibutuhkan apabila kita ingin juga foto-foto bersama.

Chinesse Garden
Chinesse Garden
Bridge over troubled water
Bridge over troubled water

Sekitar jam 9 matahari sudah mulai panas dan kurang cocok memotret landscape di chinesse garden. Jadi kita langsung melanjutkan perjalanan ke jurong bird park. Di lokasi ini kita dihadapkan dengan banyak sekali burung yang terbang bebas, maupun dalam kandang. Selain itu juga pertunjukkan yang sangat menarik. Beberapa lokasi / pertunjukkan yang menarik diantaranya adalah : Fuji World of Hawk, Birds n Buddies, King of the skies, danau flaminggo, kandang pinguin dan kandang raksasa burung parkit.

Untuk memotret di lokasi ini yang terpenting tentunya adalah lensa dengan kemampuan tele. Saya lebih menyarankan lensa 70-200mm atau 70-300mm yang memiliki fleksibilitas, dibandingkan lensa fixed seperti 300mm yang relatif akan kesulitan memotret di pertunjukan2 yang ada. Filter CPL dan tripod mungkin kita butuhkan di kandang pinguin & burung hantu yang memiliki kaca tebal dan lokasi agak gelap. Penggunaan flash di lokasi ini tidak saya sarankan karena hasilnya tidak akan maksimal, lebih baik menggunakan tripod dan slow shutter speed.

Makan siang bisa dilakukan di salah satu sudut Jurong Bird Park ini. Harganya memang agak mahal, tetapi daripada repot ya bolehlah ya :). Untuk mengejar event berikutnya maka saya sarankan anda sudah keluar dari Jurong Bird Park sebelum jam 4 sore.

Sore hari setelah dari Jurong Bird Park kita bisa langsung menuju ke Merlion Park / Esplanade menggunakan MRT. Di lokasi ini ada berbagai pilihan aktifitas yang dapat anda lakukan. Pilihan pertama adalah memotret gedung, pemandangan dan human interest di sekitar Esplanade. Sunset di singapore sekitar jam 19.00, sehingga kita masih punya cukup banyak waktu, termasuk untuk makan dahulu di mal – mal yang ada di sekitar Esplanade. Sedangkan twilight (kondisi dimana langit membiru gelap tak lama sesudah sunset, kondisi ideal memotret night scene) terjadi di kisaran jam 19.30. Tripod dan lensa wide adalah peralatan wajib bagi pemotretan di esplanade ini. Banyak sudut yang bisa diambil agar foto kita tidak terlihat seperti post card (red : biasa bangetttt).

Singapore City Scape at Night
Singapore City Scape at Night

Pilihan lain selain memotret esplanade dan patung Merlion-nya adalah pergi ke Singapore Flyer. Lokasinya tidak jauh dari esplanade, sekitar 15 menit berjalan kaki dari esplanade. Biaya masuknya relatif mahal, tetapi pengalamannya tidak tergantikan 🙂 baik untuk memotret atau sekedar pacaran. Berbeda dengan bianglala di Dunia Fantasi yang berotasi dengan kecepatan cukup cepat, maka flyer ini rotasinya sangat lambat. Oleh sebab itu kita bisa menyiapkan tripod dan memotret dari dalam flyer tersebut. Gunakan CPL juga untuk menghilangkan pantulan-pantulan pada kaca flyer. Sebagai tips saja, pilih waktu masuk ke dalam flyer dengan tepat. Pemilihan waktu yang tepat akan memberikan pemandangan twilight di sudut pemotretan terbaik.

Singapore Night at the Flyer
Singapore Night at the Flyer

Setelah selesai memotret esplanade / merlion / flyer kita bisa melanjutkan memotret Singapore Supreme Court (letaknya dekat dengan esplanade), atau bisa juga berbelanja berbagai barang elektronik, atau berjalan-jalan santai menyusuri sungai dan makan di dekat situ.

Masih belum puas belanja? Lanjutkan ke Mustafa di daerah Farrer Park. Di sekitar Mustafa banyak pemukiman India (dekat pula dengan Little India). Lokasi ini sempurna bagi peminat human interest. Lensa wide dan flash (karna malam hari) adalah peralatan wajibnya. Mustafa buka 24 jam, jadi jangan khawatir dia tutup setelah kita selesai memotret. Di Mustafa kita bisa temukan berbagai barang, dari sekedar barang kebutuhan sehari-hari, elektronik, emas, parfum, dll. Ingat saja bahwa esok hari anda masih harus travelling lagi, jadi simpan tenaga sedikit.

Perjalanan di Singapore memang banyak berjalan kaki. Salah satu obat yang melegakan pegal di kaki adalah merendam kaki kita di bath tub dengan air panas yang dicampur garam sedikit. Rasanya sangat nyaman, membantu kita untuk tidur lebih nyenyak.

Day 3 – Minggu

Kita mulai hari dengan sedikit lebih siang…ambil nafas sedikit kan setelah capek kemaren seharian. So kita bisa belanja dahulu di Orchard Road, atau berjalan – jalan di Chinatown. Keduanya menawarkan wisata belanja, sekaligus foto – foto human interest (lensa wide dan tele) juga foto-foto berbagai souvenir lucu (lensa tele atau makro).

Sekitar jam 11 langsung lanjut ke arah Harbourfront untuk menuju Sentosa Island. Pulau ini bisa dicapai dengan berbagai cara, tapi menurut saya pengalaman yang paling menarik adalah dengan naik kereta gantung. Kereta gantung ini akan melintasi selat laut yang ada. Sesampainya di Sentosa Island kita bisa melihat banyak atraksi, tinggal pilih. Tapi pilihan saya adalah :

  • Butterfly park & insect kingdom (lensa tele dan macro berjaya disini)
  • Dolphin lagoon (lumba-lumba warna merah muda tentunya hanya bisa di ambil gambarnya dengan menggunakan lensa tele)
  • Image of singapore (lensa wide, flash dan tripod dibutuhkan untuk foto-foto disini)
  • Song of the sea (must watch attraction, tapi untuk memotretnya kita membutuhkan tripod dan iso / lensa yang cepat, hal ini karna atraksinya hanya ada malam hari)

Karena song of the sea baru selesai jam 9 malam dan jadwal airasia terakhir ke Jakarta juga jam 9 malam, maka menginap 1 malam lagi di singapore adalah satu-satunya pilihan apabila ingin menonton song of the sea.

Tentu terbuka kemungkinan untuk menggeser jadwal hari sabtu menjadi jadwal hari minggu. Dengan demikian setelah selesai memotret di merlion / esplanade / flyer bisa langsung ke airport setelah mengambil barang-barang kita di concierge hotel. Jeleknya adalah kemungkinan kita tidak memperoleh pemandangan twilight yang mempesona, karna jam 5/6 sore kita harus sudah pulang.

Apabila kita memilih untuk menginap semalam lagi maka malam itu bisa digunakan untuk berbelanja, atau juga berjalan – jalan di mal2 yang ada di Singapore. Paginya apabila anda sampai di Changi Airport jangan lupa untuk mengunjungi orchid & sunflower garden di dalam airport tersebut. It’s a wonderfull place to shoot using macro and tele lens.

Sunflower Solitaire
Sunflower Solitaire

Selamat berlibur dan juga tentunya…MEMOTRET 🙂

8 thoughts on “Liburan ke Singapore”

  1. Mantap2 fotonya, nice moment, nice color, nice compo.. pasti liburan yang sangat berkesan ya..

    Btw, saya paling suka foto yg ada refleksi bangunan di air, langitnya pun mantap.

  2. 🙂 saya malah kali ini gak liburan ke singapore Mas…tapi ini hasil pengalaman beberapa kali hunting motret kesana, yah sharing aja

    Thanks

  3. Mas, nanya lagi…masalah lensa tele..belom ngerti nih..kalo di kamera kompak kan penjelasannya kelipatan pembesaran (3X, 4X..) nah kalau lensa tele cuman disebutin milimeternya saja, apa ada rumusnya ya?.. tq

    1. Sebenarnya yang di kamera compact itu juga pakai focal length / mm sih. Sama aja. Cuma mereka menggunakan kata “pembesaran” supaya lebih mudah di mengerti konsumen.

      Kamera compact biasanya focal length start dari setara 28mm. Kalau pembesaran 4x ya artinya 28 – 112mm. Bisa di cek di spesifikasi dari kamera compact tersebut koq.

      Nah kalau DSLR biasanya lensanya terbagi menjadi :
      – Super wide : setara dengan 16 – 24mm
      – Wide : setara dengan 24 – 50mm
      – Normal : setara dengan 50mm
      – Tele : setara dengan 70 – 200mm
      – Super Tele : setara dengan diatas 200mm

      Kenapa saya bilang setara? Karena ada yang namanya crop factor. Crop factor ini tidak sama untuk semua merek dan jenis kamera. Jadi focal length yang sebenarnya = focal length yang tertera di lensa x crop factor. Jadi misalnya untuk kamera Canon 1000D dengan lensa EF-S 10-22, maka lensa tersebut setara dengan 10×1.6 s/d 22×1.6 –> 16 – 35mm

  4. Saya suka yang Singapore City Scape at night dan Sunflower, bagus sekali. Sudah sering ke Spore tapi ga pernah motret, giliran udah belajar photography , belum ke Spore lagi 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *