Lensa Zoom vs Lensa Fix

Secara umum dikenal 2 jenis lensa di fotografi. Lensa zoom & fix. Keduanya mengacu pada focal length yang digunakan. Lensa zoom memiliki focal length dalam range. Misalnya 16-35mm zoom bisa digunakan dari focal length 16mm sampai dengan 35mm dengan cara memutar zoom ring yang ada di lensa. Atau lensa 70-200mm artinya memiliki focal length yang bisa digunakan mulai dari 70mm sampai dengan 200mm. Kelebihannya? Tentunya fleksibilitas. Dengan focal length yang bisa diatur maka kita bisa mengatur komposisi foto dengan lebih nyaman.

Sedangkan lensa fix hanya memiliki 1 focal length. Misalnya Canon EF 24mm f1.4 L II : lensa ini hanya bisa digunakan di focal length 24mm. Sedangkan lensa lainnya misalnya Nikon AF 85mm f1.4D IF : hanya bisa digunakan di focal length 85mm.

Lho, kalau mau merubah komposisi dengan lensa fix gimana cara? Ya kita yang maju mundur menyesuaikan, atau ganti dengan lensa fix lainnya. Ribet? Sudah pasti … itulah sebabnya diciptakan lensa zoom. Akan tetapi dengan segala keribetan dari lensa fix kenapa masih exist dan digunakan oleh fotografer profesional? Jawabannya karena kelebihan yang dimiliki oleh lensa fix.

Lensa fix di desain hanya untuk satu focal length, oleh sebab itu susunan lensa nya bisa lebih sederhana dibandingkan lensa zoom. Dengan susunan lensa yang lebih sederhana maka jika dibandingkan dengan lensa zoom dengan focal length & apperture setara lensa fix jauhhh lebih ringan & kecil, lebih mudah dibawa untuk travelling. Wajar, karena lensa zoom memiliki banyak komponen optik di dalam lensa yang pada akhirnya menambah berat dari lensa tersebut. Bandingkan saja lensa Canon EF 50mm f1.4 vs EF 24-70 f2.8. Lensa fix dengan apperture yang lebih lebar (seharusnya optiknya lebih banyak) hanya memiliki berat 290 gram. Sedangkan 24-70 dengan bukaan maksimal hanya f2.8 memiliki berat 950 gram, 3 kali lipatnya. (PS : saya tidak membandingkan dengan lensa kit karena kualitas hasil nya kurang baik jika dibandingkan dengan 50mm f1.4)

Karena di desain untuk satu focal length saja maka susunan optik dari lensa fix bisa dioptimalkan. Akibatnya? Ketajaman lensa fix lebih baik dibandingkan lensa zoom pada range, apperture & kualitas yang sama. Lihat saja hasil perbandingan hasil ketajaman di banyak situs yang melakukan test, misalnya Photozone, bandingkan di focal length yang sama. Lensa fix yang paling murah pun seringkali menang dibandingkan lensa zoom.

Di perbandingan yang diambil dari situ Photozone diatas terlihat bahwa pada focal length yang kurang lebih sama, di apperture misalnya f2.8 maka lensa EF 50mm f1.4 mengungguli rivalnya. Kita belum bicara sweet spot nya di f4 dimana bahkan lensa 50mm f1.4 secara center resolutionnya mencapai 3740, “melebihi batas” Canon 5d Mark II yang digunakan sebagai body untuk melakukan test. Sedangkan di lensa 24-70 hanya mencapai resolusi 3326.

Dengan optimasi focal length ini pula kebanyakan lensa fix memiliki bukaan maksimum lebih besar dibandingkan lensa zoom. Coba saja lihat jajaran lensa fix canon, semuanya memiliki apperture maksimal yang lebar (atau sangat lebar) :

  • Canon EF 14mm f1.4 L II
  • Canon EF 20mm f2.8
  • Canon EF 24mm f1.4 L II
  • Canon EF 28mm f1.8
  • Canon EF 35mm f1.4 L
  • Canon EF 35mm f2
  • Canon EF 50mm f1.2 L
  • Canon EF 50mm f1.4
  • Canon EF 50mm f1.8 II
  • Canon EF 85mm f1.2 L II
  • Canon EF 85mm f1.8
  • Canon EF 100mm f2.8 L IS Macro
  • Canon EF 135mm f2 L
  • Canon EF 200mm f2 L IS
  • … dan berlanjut terus 300mm, 400mm, 500mm, 600mm, 800mm ….

Dapat dilihat dari jajaran lensa yang ada saat ini maka tele lens diatas 400mm kebanyakan sudah menggunakan fix lens, bukan zoom. Hal ini selain karena kompleksitas yang ditimbulkan (akibat akhir pada harga), juga berat dari lensa. Jadi salah satu keunggulan lensa fix adalah tersedianya lensa tele dengan focal length yang jauh lebih panjang dibandingkan lensa zoom.

Selain itu juga karena komponen optik yang lebih sedikit dan kompleksitas yang lebih rendah maka harga lensa fix cenderung lebih murah dibandingkan dengan lensa zoom setara. Lihat saja harga lensa Canon EF 50mm f1.8 II yang hanya sekitar 800ribu rupiah. Bandingkan dengan lensa lain yang harganya jauh lebih dahsyat.

Jadi apakah saya harus pindah ke lensa fix? Tentu saja lensa fix bukan buat semua orang. Saya menyarankan bagi pemula untuk menggunakan dulu lensa zoom, pahami karakter fotografi yang anda sukai. Pahami pula subyek foto yang anda sukai. Tentunya pahami juga gaya anda memotret, apakah suka candid atau lebih suka mengatur lokasi pemotretan & model.

Apabila anda masuk dalam kategori :

  • Pemula yang masih ingin coba-coba & masih tidak terlalu peduli dengan kualitas ketajaman foto
  • Suka dengan candid shots & mengubah-ubah komposisi
  • Suka dengan fleksibilitas & “lensa sapu jagat”
  • Sudah memiliki lensa fix untuk area fotografi yang sangat anda sukai

maka mungkin lensa zoom lebih cocok buat anda. Tapi kalau sebaliknya maka mungkin anda perlu pertimbangkan beberapa lensa fix yang bisa menjadi andalan anda.

Selamat motret …. MOTO YUK!!!



33 thoughts on “Lensa Zoom vs Lensa Fix”

    1. sport jelas lebih baik 55-200 … sulit mendapatkan sport yang ok dengan lensa fix dan sependek 50mm
      Landscape keduanya agak jarang kepake … tapi 55-200 lebih mungkin kepake, walau lensa wide adalah pilihan lebih baik

    1. Wah sangat tergantung buat apa kalau Lens.

      50mm akan sangat enak buat Human interest Karena bukaan lebar nya.

      Sedang 55-200 akan nyaman buat candid dan pemotretan tele lainnya (satwa misalnya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *