Komposisi – Framing & Leading Lines

Teknik lain lagi untuk memperbaiki komposisi adalah menggunakan framing. Framing pada intinya meletakkan satu obyek yang jaraknya dekat sebagai foreground, selayaknya rangka lukisan. Foreground akan menguatkan komposisi foto karena terasa lebih “dalam” dan 3D gambarnya.

Framing - Sample 1

Pada foto diatas ranting & siluetnya menjadi framing bagi pemandangan. Keberadaan framing membuat foto terasa lebih berdimensi dan dengan demikian lebih menarik buat dilihat. Bayangkan jika siluet dan dahan itu tidak ada, pasti terasa lebih flat dan 2 Dimensi. Hal ini karena pada foto dengan menggunakan framing ada foreground dan background dalam satu foto yang sama.

Contoh lain framing misalnya saya gunakan dalam pemotretan di Ayuthaya, Thailand berikut ini. Langit yang cenderung flat dan tidak adanya foreground lain yang mendukung membuat saya menggunakan siluet pepohonan sebagai penguat komposisi. Komposisi secara keseluruhan juga menggunakan Triangle Method yang terbentuk dari candi-candi yang berjajar.

Framing - Sample 2

Tidak hanya pohon yang bisa digunakan sebagai framing, kadang kita menggunakan bangunan buatan manusia sebagai framing juga. Misalnya contoh di bawah ini saya menggunakan bayangan gapura yang ada di museum Indonesia, TMII sebagai framingnya. Tanpa framing ini maka efek 3D dari foto akan berkurang. Cobalah berkreasi dengan banyak “tools” framing yang ada di sekitar kita.

Framing - Sample 3

Selain framing, teknik lain yang digunakan adalah “Leading Lines”. Pada intinya teknik komposisi ini memberikan garis imajiner yang membuat mata menelusuri garis tersebut, dan dengan demikian merasakan depth-of-field dari foto. Umumnya garis imajiner ini terbentuk dari jalan setapak, jalan raya, sungai, garis pematang sawah, dll.

Dalam foto di Banteay Srei, Cambodia ini saya menggunakan warna kuning-coklat kontras dari sungai (vs sawah yang hijau) sebagai leading lines. Kalau kita amati foto ini maka secara tidak sadar mata kita akan menelusuri foto melalui garis imajiner yang dibentuk oleh sungai (ditunjukkan garis warna merah di contoh di bawah ini), dan berakhir di horizon yang merupakan manifestasi dari komposisi “Rule of Third“.

Leading lines - Sample 1

Tidak selalu garis imajiner ini merupakan jalanan atau sungai seperti contoh diatas. Leading lines pada intinya adalah garis imajiner yang menuntun mata penikmat foto menyusuri seluruh bagian foto, dan tidak stop berhenti di satu titik dari foto saja. Seperti contohnya dibawah ini leading lines nya adalah arah si kapal yang menuju ke horizon. Melihat foto ini membuat mata kita menyusuri dari bagian belakang kapal terus menuju ke tengah horizon.

Leading lines - Sample 2

Komposisi bisa dipelajari, ada teori-nya. Tapi pada akhirnya keputusan menggunakan teori mana seharusnyalah reflek & vision dari seorang fotografer. Oleh sebab itu, pelajari teorinya, praktekkan…dan langgar teori yang berlaku 🙂

MOTO YUK!!!

5 thoughts on “Komposisi – Framing & Leading Lines”

  1. Penjelasan yg simpel dan disertai dgn contoh foto seperti inilah yg selama ini saya cari…
    Salam kenal Om Edo..
    Semoga suatu saat saya bisa berguru langsung dgn Anda..

  2. Waah, benar2 penjelasan teknik2 fotografi yg sangat berguna, especially untuk orang seperti saya yang masih belajar (dari dulu asal jeprat jepret asal senang -.-)
    Tengs bgt untuk ilmunya! 😀

Leave a Reply MY-ers ...