Just Before Sunset – Ujung Genteng Jan 2011 #6

Beberapa jam sebelum sunset adalah saat yang sangat menarik buat fotografer landscape. Hal ini karena :

  • Pada jam 16.00 – 17.30 inilah saat dimana sinar matahari umumnya bersinar cukup terang tetapi teduh. Nyaman untuk pemotretan human interest maupun juga landscape, walau tanpa tripod sekalipun.
  • Pada jam ini pula matahari masih cukup bersinar sehingga kita bisa “scouting” area untuk mengenali & mencari area pemotretan yang tepat

Jangan sia-siakan momen ini. Datanglah lebih awal, potret sesekali sembari mencari lokasi pemotretan pada saat sunset yang tepat.

Hal yang sama kami lakukan saat di ujung genteng. Area pantai barat yang menjadi lokasi sunset yang kami pilih sudah kami jelajahi sejak jam 4 sore. Saat menjelajah itu kami mencoba memahami mana area yang akan bagus difoto pada saat sunset, kemana arah matahari tenggelam, dari sudut mana akan indah di foto, di lokasi mana ada foreground yang bagus, dll. Salah satunya saya memotret tumbuhan laut yang nampak jelas saat air surut di pantai barat tersebut.

Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 17mm | Apperture Priority @ f22 | 1/2 secs | ISO100 | Daylight WB | Standard Pics Style +4 saturation | GND HE 0.9x | CPL | Tripod | Canon DPP for Raw Convertion & Cropping

Filter GND sudah jelas dibutuhkan untuk menyeimbangkan background dan foreground. Sedangkan CPL saya gunakan untuk mengurangi refleksi pada permukaan air, sehingga foreground terlihat lebih nyata. Tripod? Sudah pasti harus digunakan dengan shutter speed yang saya peroleh.

Ingatlah untuk segera mencuci & mengeringkan tripod yang kita gunakan. Air laut cenderung “jahat” dengan meninggalkan noda, atau bahkan membuat karat di area tripod yang masih terbuat dari besi, misalnya pada mur-baut yang digunakan di tripod. Kebanyakan batang tripod dewasa ini sudah terbuat dari alumunium atau bahkan serat karbon, sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan karat, tapi perlu sedikit khawatir dengan noda garam.

Tidak hanya menggunakan tumbuhan air sebagai foreground, kalau beruntung kita juga bisa menemukan binatang laut yang jinak dan menarik. Misalnya bintang laut biru yang kebetulan ditemukan oleh rekan saya. Bintang laut ini kita “tempatkan” di lokasi yang foreground lainnya mendukung. Tentunya demi pelestarian alam biarkan binatang ini tetap tinggal di habitatnya setelah selesai pemotretan. “Leave only trails, take only pictures” adalah semboyan wildlife & landscaper yang benar.

Parameter pemotretan : Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 17mm | Apperture Priority @ f22 | 2 secs | ISO100 | EV -0.3 | Daylight WB | Standard Pics Style +4 saturation | GND HE 0.9x | CPL | Tripod | Canon DPP for Raw Convertion & Cropping

Ya, saya tahu bintang laut merah akan lebih menarik untuk keseimbangan foto ini, tetapi sayangnya kita tidak menemukannya 🙂 mungkin pada perjalanan lain kali saya bisa menemukannya.

MOTO YUK!!!


8 thoughts on “Just Before Sunset – Ujung Genteng Jan 2011 #6”

  1. Mas, saya suka dengan foto-fotonya. Semuanya buat sama makin ingin mendalami fotografi. Ada yang saya ingin tanyakan terutama penggunaan filter. Sebenarnya ada berapa jenis filter dan apa saja kegunaannya? yang saya baru tau hanya filter UV. Itupun tidak mengerti jenis-jenisnya. Tadi ada disinggung mengenai filter GND dan CPL. Mohon penjelasannya mas. Terima kasih

    1. Hallo Mas Firman, senang kalau bisa membantu menginspirasi 🙂 ayo makin dalami fotografi. Untuk filter jenisnya banyak sekali, tapi yang paling umum digunakan adalah Gradual Neutral Density (GND), Neutral Density (ND) atau Circular Polarizer (CPL). Semuanya sudah ada artikelnya, tinggal search saja di motoyuk.com. Sedangkan kalau UV fungsinya “hanya” untuk proteksi saja, supaya kotoran/debu/percikan air tidak langsung kena lensa. Semoga membantu 🙂

  2. Oke mas, terima kasih atas jawaban dan informasinya. Saya akan coba search mengenai filter dan penggunaannya di motoyuk. Trims

    1. Untuk detil mengenai exposure compensation & hubungannya dengan metering bisa baca di : http://www.motoyuk.com/2009/10/01/klub-foto-week-2-exposure-compensation/

      Pada landscape tergantung sekali dengan situasinya, tapi kebanyakan landscape mengandung dynamic range tinggi (ada area yang gelap sekali, ada yang terang sekali). Jadi judgement fotografer & pengaturan EV dibutuhkan untuk membuat foto yang sesuai dengan harapan fotografer. Kadang diset EV minus, kadang di set EV positif. Misalnya sunset seringkali diset EV -1/3 sedangkan pemotretan air terjun di siang hari misalnya kadang butuh EV +1/3

  3. Mas, saya penasaran dengan setting pic style nya selalu menggunakan Standard, mengapa tidak menggunakan pic style Landscape. Kl boleh tau alasannya apa mas. Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *