Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #1

Acara tahunan MotoYuk kali ini di ikuti oleh 28 orang “gila moto” … naik 8 mobil, dan menempuh perjalanan hampir 20 jam baik menggunakan mobil maupun ojek. Lokasi kali ini adalah kawasan pantai di Barat Pulau Jawa, Sawarna (dan Bayah).

Tempat ini sebenarnya lebih mudah di jangkau dibandingkan Ujung Genteng (lokasi Jambore 2 tahun lalu). Hal ini karena fasilitas jalannya lebih baik. Ya, tentu saja di daerah terpencil seperti ini jalanan masih rusak dan berlubang. Tapi lebih baik, dan jarak tempuh juga lebih dekat. Fasilitas hotel juga sedikit lebih baik. Kita menginap di “Little Hula-hula”. Cottage nya cukup bersih, asri, dan paling penting … ber-AC hahaha.

Dari sisi pandang fotografer landscape Sawarna juga menawarkan pemandangan yang unik dan menarik. Foreground nya beragam, dari pasir putih biasa, karang terjal, karang landai, karang berlumut, serta lokasi dengan biota laut dan “warna hijau” yang asik buat dijadikan foreground. Tidak lupa karena lokasinya ber-karang maka slow shutter speed bisa dilakukan dengan mudah, banyak lokasinya, tinggal pilih.

Canon 5dM2 + CZ 18mm ZE
Aperture Priority f8 | iso200 | 2.5 seconds | GND HE 0.9 – no ND filter required karena masih pagi sekali
Lokasi : Legon Pari

 

Perjalanan kami mulai jam 04.00 pagi dari Jakarta. Untuk menghindari jalan raya sukabumi yang padat dan rusak, maka kita memilih jalur via Puncak. Kisaran jam 07.30 seluruh peserta sudah mencapai meeting point di Sukabumi, untuk dilanjutkan dengan menyantap bubur sebagai sarapan pagi.

Perjalanan dilanjutkan kisaran jam 9 pagi menuju arah Pelabuhan Ratu. Ya, awal perjalanannya ke Ujung Genteng dan Sawarna sama. Bedanya UG belok ke kiri setelah mendekati pelabuhan ratu, sedangkan sawarna ke kanan setelah pelabuhan ratu. Setelah melalui pelabuhan ratu jalanan menjadi lebih sempit dan juga naik turun. Di beberapa lokasi bahkan beberapa kendaraan harus berjalan perlahan dengan menggunakan gigi 1 karena tanjakan yang cukup terjal. Peta GPS menunjukkan arah dengan cukup akurat menuju sawarna.

Kami mencapai sawarna jam 12.30 siang kurang lebih. Setelah makan siang dan beristirahat barulah kita memulai petualangan di Sawarna. Dimulai dari jam 3 sore kita menuju ke Tanjung Layar, tempat sunset pertama. Ini lokasinya relatif masih “mudah” dijangkau, baik berjalan kaki (kisaran 1-2 km) maupun ojek. Kita memutuskan naik ojek (dan menyewanya untuk hari-hari berikutnya dengan nominal 200 ribu all in).

Sayang, sore itu langit kurang bersahabat. Walau ada sedikit semburat warna jingga tapi tidak cukup heboh. Tanjung layar sendiri merupakan pantai yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Karakternya banyak jenis batu karang bulat dan tonjolan panjang (semacam leading lines). Ada juga beberapa area untuk bereksperimen slow shutter. Cukup menarik.

Keesokan paginya kami mulai perjalanan menembus gelap malam jam 4 pagi. Perjalanan ke Legon Pari ini dahsyat. Ojek yang kita tumpangi bahkan sempat berhenti beberapa kali dan menurunkan penumpang karena tidak sanggup menanjak. Jalanannya masih kasar dan berbatu. Untunglah musimnya bukan musim penghujan, kalau tidak rasanya akan sangat berbahaya melakukan perjalanan ini. Kami mencapai Legon Pari masih sangat pagi, sehingga kalau mau melakukan riset lokasi harus menggunakan senter.

Rupanya kami kembali kurang beruntung, langit pagi itu agak mendung. Sehingga sunrise juga tertutup awan. Sisi positifnya adalah mendapatkan slow shutter photography tanpa harus menggunakan ND filter hahaha. Karakter pantai legon pari mirip dengan Tanjung Layar, tetapi relatif lebih datar (tidak berbatu besar) dan juga lebih banyak lagi area slow shutter speed dan ocean wave splash nya. Lensa wide dan tele bisa digunakan disini.

Selanjutnya kami melakukan perjalanan ke Karang Taraje. Ini adalah area yang paling mantap buat slow shutter photo, karena ada karang yang sangat tinggi menghalangi pantai dengan lautan luas. Jadi saat ombak besar menghantam karang ini maka lelehan airnya sangat bagus. Sayang kami datang sudah terlalu siang + air sedang agak surut. Tetapi saat air pasang lokasi ini bisa berbahaya juga karena ombak besar bisa menggulung tiba-tiba dari balik dinding karang terjal tersebut.

Canon 5dM2 + CZ 18mm ZE
Av – f11 | iso320 | 1/15 seconds | GND HE 0.9 + SE 0.6
Lokasi : Karang Bodas

 

Siang kami manfaatkan untuk tidur kembali, istirahat. Maklum, bangun pagi + perjalanan + memotret sungguh menguras tenaga. Kami baru kembali jalan menuju lokasi pemotretan selanjutnya jam 3 siang. Awalnya sempat ngeri karena gerimis, tapi untunglah cuma sebentar. Perjalanan kali ini lebih santai dan mudah, menuju karang bodas. Area nya mengarah ke Bayah, arah kebalikannya dari ke Legon Pari.

Pantai karang bodas yang kami datangi siang itu adalah pantai favorit saya. Foreground nya sangat unik dan beragam. Kita bisa pilih dari karang tajam, deburan ombak, atau lubang lubang karang dengan biota laut yang masih sangat natural. Seperti contoh foto diatas. Rumput laut yang dihempas ombak berulang kali menjadikan jalinan pattern yang sangat rapi, dengan warna yang sangat indah. Saya membutuhkan 2 GND filter, satu untuk meredam langit yang masih terang, dan satu lagi dalam posisi miring untuk meredam terangnya pantulan sinar matahari (dari arah kanan) di karang yang kebetulan berwarna putih.

 

….. to be continued


One thought on “Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #1”

Leave a Reply MY-ers ...