Jagir dari depan …

Lokasi yang paling umum diambil untuk memotret Pintu Air Jagir, Surabaya, adalah dari depan. Kebetulan memang ada jembatan yang jadi perlintasan kereta api di bagian depan pintu air ini. Jadi cukup nyaman untuk kita memotret dari sini (paling tidak gak perlu bersaing ama yang lagi pada “ritual pagi” seperti di post sebelumnya).

Tapi seperti saya bilang sebelumnya, perspektif yang ini agak flat rasanya, karena frontal dan kurang berdimensi. Tetapi proses pemotretan di tempat baru ya seperti ini, memotret dari lokasi yang paling umum, lalu lihat kanan kiri mencari lokasi lain yang mungkin bisa bagus. Foto ini diambil jam 05.13 WIB, sedangkan foto di post sebelumnya diambil jam 05.23 WIB, tepat sebelum lampu di pintu air di matikan.

Dalam foto ini saya lebih suka hasil konversi dari Canon DPP. Selain prosesnya lebih cepat, warna biru langit yang saya inginkan berpadu dengan semburat jingga matahari terbit rasanya lebih tepat di Canon DPP. Sedangkan di Adobe Photoshop RAW Converter kurang pas.

Pada foto diatas saya menggunakan gradual ND di Adobe Photoshop RAW Converter untuk memastikan exposure yang dinaikkan tidak mempengaruhi langit. Selain itu saya gunakan adjustment brush untuk memunculkan sedikit detil di sisi kanan dan kiri dari jembatan, plus crop agar terasa lebih wide. Anda lebih suka foto yang ke-2? Selera tentu saja boleh berbeda.

MOTO YUK!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *