Jacqueline

Thanks to Jacqueline, istri temanku Ryan, yang mau berpose untuk uji coba lokasi dan lensa 50mm f1.8. Kondisi pemotretan sendiri tidaklah sangat ideal, karena sudah agak terik. Hal ini mengakibatkan background yang melibatkan lokasi diluar jalan yang beratap menjadi over exposed. Dapat dilihat di sisi kiri atas dan bagian bawahnya. Tetapi side light nya bagus, sehingga exposure juga relatif pas di kulit modelnya (cahaya datang dari kiri dan depan).

Pemotretan ini menggunakan Canon EOS 40D + EF 50mm f1.8 II – disetting pada apperture priority mode, f2, 1/160 secs, ISO 100, EV 0 dan dengan bantuan flash ditembakkan ETTL dengan flash compensation -1.

Lensa 50mm f1.8 memiliki sweet spot (apperture dimana lensa menghasilkan ketajaman maksimum) bukan di apperture terlebarnya (wajar untuk semua jenis lensa). Dapat dilihat pada grafik resolusi di bawah bahwa sebenarnya 50mm f1.8 II mulai sangat tajam pada f2.8 dan maksimum di kisaran f4 atau f5.6.

Resolusi 50mm f1.8 II pada APS-C

Resolusi 50mm f1.8 – Full Frame

Akan tetapi apabila saya menggunakan f4 maka saya akan kesulitan mendapatkan background blur yang diinginkan. Oleh sebab itu saya hanya menaikkan 1/3 stop dari maksimum apperture nya, ke f2. Dengan harapan saya mendapatkan background blur tetapi juga masih lebih tajam daripada f1.8 nya.

Hasilnya sendiri cukup memadahi, walau saya masih ingin lebih sharp sebenarnya (PR yang saya akan uji coba weekend ini, untuk lebih memahami lensa ini). Dari situ saya baru mengolahnya menggunakan adobe photoshop.

Proses pengolahannya sendiri menggunakan cukup banyak layer, karena saya ingin color tone tertentu :

  • Langkah pertama tentunya adalah membersihkan noda-noda yang tidak diinginkan menggunakan patch tools. Setelah itu kulit dihaluskan sedikit menggunakan teknik Gaussian blur (pernah saya singgung dalam post sebelumnya)
  • Saya menggunakan black solid layer + pengaturan level dengan layer mask-nya untuk mengurangi over exposure pada sisi kiri. Selain itu saya menggunakan frame putih agar menyamarkan area tersebut juga.
  • Setelah itu saya mengatur color tone yang saya inginkan menggunakan layer photo filter (warm), 2 layer level, curve dan selective color. Semuanya menggunakan layer masking, tergantung area mana yang ingin diatur color tone nya.
  • Terakhir barulah saya tambahkan teks & starlight brush untuk aksen.

Proses pengerjaan olah digitalnya sendiri sekitar 30 menit. Lumayan lama dibandingkan proses saya yang biasanya. Akan tetapi untuk color tone yang akhirnya saya dapatkan saya cukup puas.

MOTO YUK!!!


One thought on “Jacqueline”

Leave a Reply MY-ers ...