“In Tune”

Foto di bawah ini diambil candid di MRT Station di singapore saat trip terakhir. Berhubung saya menggunakan lensa 50mm di full frame, jadi bisa bayangkan betapa dekatnya posisi ini haha. Tapi ya namanya juga uji nyali, lagian kalau di negeri orang cenderung lebih berani. Bisa pura pura sebagai turis soalnya … hahaha.

In-Tune_IMG_6686-web

Apakah foto ini dari asalnya sudah “se-cemerlang” ini ? Tentunya tidak … saya masih belajar dalam pemotretan candid, area yang penuh dengan cahaya buatan juga membuat pencahayaan tidaklah mudah. Tapi saya lebih fokus dulu di urusan momen, dan saya merasa dapat sekali momennya untuk yang ini. Selain itu cahaya downlight dari lampu di kiri atas membuat lebih nyaman mengerjakan post processing dari foto ini. Berikut adalah sedikit share mengenai post processing foto di atas (Mohon maaf tidak model walkthrough – karena selain sudah lupa sebagian langkahnya, juga tidak punya banyak waktu bikin screen shots).

Ini adalah foto asal nya (setelah crop sekitar 15% di kanan dan bawah di Canon DPP :

Before IMG_6686

Penggunaan lensa 50mm sebenarnya lebih ke masalah kesukaan, saya suka background yang tidak terlalu ketat / ter-kompresi. Lensa tele seperti 100mm atau bahkan 200mm memang memberikan kenyamanan dalam hal candid karena tidak perlu di “depan muka” subyek motret nya. Tapi kadang rasanya kehilangan space / ruang nya. Sedangkan f1.4 saya gunakan jelas karena DOF yang ingin saya ciptakan, juga vignette tercipta dan tentunya memungkinkan cahaya sebanyak mungkin masuk ke dalam kamera – kondisi low light bro!!!!

Dapat dilihat bahwa foto walau sudah punya momen + downlight + bokeh yang ok, tetapi kurang dalam hal :

  • Subyek kurang ter-expose dengan sempurna
  • Tonal agak mendem dan kurang menggigit
  • Ada tas di kanan bawah yang masuk ke dalam frame

Langkah yang saya ambil untuk melakukan post processing :

  1. Untuk meng expose wajah subyek saya gunakan kombinasi antara Level + Curve dan masking. Saya angkat area tersebut, untungnya Canon 5dM2 yang saya gunakan handle area shadow dengan cukup baik. Sehingga tidak terlalu banyak noise keluar setelah post processing. Selain itu saya gunakan Level dan Curve untuk dodging dan burning di area tertentu. Misalnya saya pertegas downlight di kiri bawah foto.
  2. Untuk mengangkat tonal yang agak mendem saya gunakan beberapa tools : Saturation, Photo Filter (Cold), juga DxO FilmPack PlugIn for Photoshop – seingat saya menggunakan Fuji Sensia 100. Tentunya saya membutuhkan sedikit masking juga.
  3. Sedangkan untuk urusan tas … awalnya saya mau cloning. Tetapi ternyata repot sekali, dan hasilnya juga tidak maksimal. Akhirnya saya putuskan untuk burning saja area tersebut, sehingga tas tersamarkan.

Nah setelahnya tinggal resize dan sharpening seperti biasa. Lesson learned dari foto ini adalah :

  • Lebih baik memotret under-exposed sedikit daripada over-exposed. Post processing lebih nyaman, daripada harus memperbaiki area yang sudah terlalu blow out / terang
  • Momen dan lokasi memang sangat menentukan. Saya masih bisa post processing karena masalah teknis exposure, tetapi momen … hemmmm agak susah tuh kayaknya

 

PS : Selamat tahun baru buat semua my-ers … semoga di tahun yang baru dengan semangat baru kita bisa belajar dan share lebih banyak mengenai fotografi. Salam motoyuk

motoyuk signature white

2 thoughts on ““In Tune””

  1. keren mas post processingnya, sering2 posting before and after ya mas! banyak membantu membangun naluri post processing soalee….

Leave a Reply MY-ers ...