Hongkong Trip

Update on 28 Sep 2013 – more photos.

————-

Saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri salah satu conference di Hongkong. Jelas saya extend, walau cuma 1 malam, untuk explore Hongkong. Yah, hongkong bukan kota favorit saya, terlalu padat menurut saya. Tetapi tetap saja ada banyak hal menarik yang bisa di foto. Berikut adalah sekelumit pengalaman fotografi saya selama disana.

Victoria Harbor

Pemandangan dari arah Kowloon (Avenue of Stars & Star Ferry) ke arah hongkong island jelas merupakan angle sejuta umat dari Hongkong. Seperti saya sebut dalam salah satu artikel lain, kalau belum mampir ke angle sejuta umat belum afdol. Maka saya juga mampir kesana berhubung ini pertama kali saya ke Hongkong.

Victoria Harbor

Kondisi malam itu agak berawan, tetapi saya masih memperoleh biru twilight. Foto diatas di ambil dengan Canon 5dM2 + EF 24-105 f4 L IS @ 24mm f4 iso800 1/2 secs. Custom white balance pada saat post processing di gunakan untuk memastikan twilight diambil dengan pas.

Lesson learned pertama dalam kasus ini adalah saya terpaksa menggunakan iso800 dan f4 untuk mendapatkan speed yang memadahi. Hal ini karena saya ingin memasukkan komponen perahu jukung yang sedang berlayar. Apabila saya paksakan dengan aperture sempit dan iso rendah maka speed yang saya dapatkan akan terlalu lambat sehingga perahu mengalami movement blur.

Aperture f4 saya rasakan masih memadahi dikarenakan yang saya potret sebenarnya ada di jarak infinity semua. So DOF nya seharusnya memadahi. Sedangkan iso800 merupakan “batas atas” dari canon 5d mark 2 sebelum noise mulai nampak.

Lesson learned kedua adalah saya harus berimprovisasi menggunakan GND Soft Edge 0.9x dalam posisi terbalik (gelap di bawah). Hal ini dikarenakan langit twilight sudah agak terlalu gelap, sehingga apabila ingin mendapatkan biru nya maka saya perlu sedikit tambahkan exposurenya. Tetapi akibatnya adalah bagian gedung dan pantulan cahaya di laut akan terlalu terang. GND membantu menyeimbangkan exposure nya.

Mong Kok Street

Area ini adalah area belanja. Setiap kali saya bertanya mengenai daerah dimana saya bisa memperoleh suvenir maka area ini adalah top of mind (tidak tahu juga benar atau tidak – karena saya gak sempat belanja akhirnya).

Mong kok Street View

Pada awalnya saya tertarik dengan baliho besar di persimpangan jalan itu. Tapi kalau saya hanya ambil fokus ke baliho tersebut maka akan sangat datar dan tidak menunjukkan lokasi pengambilannya. Jadi saya memutuskan untuk mengambil persimpangan jalan tersebut.

Ada banyak obyek yang lewat di persimpangan jalan itu dan dapat digunakan sebagai foreground. Mulai dari orang berjalan menyebrang jalan, kendaraan, taxi (khas hongkong), sampai bis (khas hongkong, double deck). Saya pilih foreground terakhir karena cukup signifikan proporsinya. Lensa 24mm tepat digunakan dalam kondisi ini. Saya mencoba menggunakan 12mm tetapi terlalu wide dan akhirnya komposisi malah kurang kuat.

Saya menggunakan Photomatix untuk melakukan HDR (custom enhanced mode) untuk foto ini. Saya buat 3 foto dengan selisih 0.5 EV kurang lebih dari 1 RAW file. Kemudian di proses dengan photomatix. Hasilnya adalah foto dengan dynamic range jauh lebih baik dan tentunya lebih menarik dibandingkan foto awal yang relatif flat pencahayaannya.

Corner of Mongkok Street

Sudut lain dari pemandangan ini juga menarik. Saya mengkombinasikan antara garis garis yang ada (zebra cross) dan juga efek movement dari bus double decker. Ada beberapa foto saya ambil, ada yang menangkap efek movement dari mobil, taksi, dll. Tapi pada akhirnya ini adalah yang efeknya paling pas.

Untuk menangkap efek movement ini saya gunakan f8 dan iso100 sehingga memperoleh speed 1/8 seconds. Cukup efek movement, tetapi juga tidak shake pada focal length 12mm yang saya gunakan.

Foto diatas juga merupakan HDR dari 3 foto (berasal dari 1 RAW tentunya). Ketiganya berselisih 2/3 stop kurang lebih. Saya gunakan Photomatix untuk melakukan blending.

Hongkong Island

Hongkong Trem

Salah satu obyek yang menarik di Hongkong Island (salah satu area di hongkong selain Kowloon dan Lantau) adalah Trem Listrik. Mode kendaraan ini sangat menarik, baik bentuk maupun penggunaannya. Murah pula. Saya naik trem ini hampir dari ujung ke ujung.

Lensa yang terpasang kebetulan adalah EF 50mm f1.4 karena awalnya mau street. Oleh sebab itu komposisi nya cenderung agak ketat. Tapi saya gunakan f2 untuk menciptakan dimensi dengan penggunaan DOF ringan. Terasa si trem seperti mau melompat keluar. Foto ini bukan HDR ya. Permainan warna saja yang di gunakan. Warna trem berwarna warni di area ini. So, saya menunggu beberapa saat sampai saya mendapatkan warna yang saya rasa menarik.

Di kesempatan lain saya malah salah lensa lagi, sebaiknya gunakan lensa 50mm malah yang terpasang 12-24 DG … yaitu saat menunggu di MTR station.

Hongkong Girl

Melihat obyek yang menarik saya harus bereaksi cepat, dengan mengira-ira dan memasang di focal length paling lebar saya bisa memotret dari pinggang. Tanpa harus melihat.

Sekitar 20% crop saya lakukan, termasuk karena efek meluruskan horizon. Tapi saya suka dengan “sederhana” nya foto ini. Saya tambahkan vignette untuk memperkuat lagi center dari foto ini.

Untuk urusan tonal saya gunakan DxO Filmpack 3 dengan mode Polaroid 669.

Hongkong Airport

Dalam perjalanan pulang di airport saya sebenarnya sudah sangat lelah dan pusing (dan ngantuk). Tapi matahari yang kuat dan membentuk bayangan di area gate 15 ini sangatlah menarik. Setelah pertarungan batin yang panjang akhirnya saya menyerah dan berhenti mengeluarkan kamera saya.

Lensa Sigma 12-24mm saya gunakan dalam focal length paling lebarnya. Hal ini karena saya ingin menampilkan lekuk dan garis yang ada. Tetapi pada awalnya foto masih terasa kosong. Tidak ada POI yang kuat.

Hongkong Airport

Dari sudut mata saya masih bisa melihat ada sejumlah orang datang menuju arah saya. Saya ambil beberapa siluet, ada yang dua orang jalan, ada yang sedang bawa troli, dll. Tapi semua kurang kuat.

Sampai akhirnya ada satu pria berjalan cepat sendirian. Ini dia yang saya tunggu, saya tunggu terus sampai akhirnya dia masuk ke area yang saya inginkan, JEPRET!!!

Cukup menyenangkan hasil yang diperoleh dalam perjalanan kali ini. Demikian pula dengan lesson learned nya. Salam motoyuk



3 thoughts on “Hongkong Trip”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *