Hanoi #3

Keesokan harinya adalah Hanoi trip. Pagi hari diawali dengan menyusuri Hoan Kiem Lake. Saya mulai berjalan kesana jam 5 pagi. Hal ini karena lokasi ini penuh dengan warga sekitar yang berolahraga. Hanya saja saya tidak pernah mengira bahwa sebanyak ini.

Foto pada kondisi seperti ini membutuhkan lensa yang berbeda-beda. Foto diatas diambil menggunakan lensa 70-200 yang terpasang di body Canon 40D (medium lens). Setting disesuaikan agar masih ada depth of field dengan background yang agak kabur, tapi juga masih bisa menangkap gerakan yang ada. Saya menggunakan f4 pada focal length 120mm untuk memberikan efek compression.

Foto diatas mengambil salah satu patung yang ada di dekat taman kota Hoan Kiem Lake. Menggunakan patung ini sebagai background memberikan “cerita” pada foto yang kita buat. Supaya nuansa localized nya lebih terasa. Jika tidak mana ada yang tahu foto ini dibuat di Hanoi atau hanya di samping rumah

Sedangkan foto full body portrait bisa diambil dengan menggunakan apperture besar + focal length tele untuk mengaburkan background yang menganggu. Selain itu juga memberikan depth of field, sehingga foto tidak terasa flat / 2 dimensi saja.

Banyak hal yang bisa di foto di area Hoan Kiem Lake pada hari ini. Menurut informasi cukup banyak orang datang untuk berolahraga antara jam 5 – 9 pagi, dan 8-9 malam. Tua dan muda semuanya berolahraga dengan caranya sendiri di Hoan Kiem Lake ini.

 

Bahkan angkat beban juga ada. Bersiap dengan kamera dibutuhkan untuk menangkap momen “unik” seperti dibawah ini. Pada foto ini turis ini bermaksud mengambil video dari pria tengah baya yang sedang bench press di pinggir jalan. Lensa tele dibutuhkan agar snapshot bisa diambil dengan mudah.

Atau momen aneh seperti ini :

Di Hoan Kiem Lake ada juga yang saling memijat seperti foto diatas. Setelah beberapa kali pijatan mereka akan berbalik dan memijat orang yang sebelumnya ada di belakangnya. Unik, dan lensa tele digunakan selain agar tidak mengganggu orang yang menjadi obyek juga memberikan efek compression dan depth of field yang memadahi.

Lensa tele juga merupakan lensa yang tepat untuk memberikan efek kepadatan jalan-jalan di Old Quarter Hanoi. Hal ini dikarenakan lensa tele seperti EF 70-200 f2.8 IS L yang saya gunakan memiliki efek kompresi. Hal ini dikarenakan sudut dari lensa tele yang sempit.

Siangnya saya menuju Hoa Lo Prison. Penjara ini awalnya dibangun oleh kolonial Perancis untuk menahan para pemberontak Vietnam. Akan tetapi saat perang vietnam digunakan oleh pemerintah vietnam menahan para pilot US yang tertangkap. Untuk masuk ke museum ini bayarnya cukup murah, hanya VND 10.000 (IDR 5.000). Cukup banyak obyek menarik di dalamnya. Tapi iso tinggi atau tripod dibutuhkan untuk memotretnya, karena cahayanya relatif minim.

Lensa dengan image stabilizer sangat membantu dalam kondisi pencahayaan seperti ini. Tentunya asalkan obyek-nya berdiri diam. Foto dibawah ini diambil pada kecepatan 1/13 seconds. Tanpa IS cukup sulit mendapatkan hasil yang tajam.

Tips :

Untuk makan siang, coba An Ngon Restaurant. Makannya cukup enak dan terjangkau harganya. Paling penting adalah makanannya cukup otentik. Beberapa makanan yang saya coba :

  • Banh bao chien nhan thit (fried dumpling with meat stuffing) – cukup enak
  • Bahn hoi chao tom cuon banh trang (pounded shrimp hash fried on sugar cane served with rice vermicelli, rice paper & vegie) – super enak, harus coba barengan dengan yang jenis lainnya
  • Nem cua be (spring rolls served with fresh herbs) – ok lah
  • Bo nuong muoi ot (beef bbq with chili & salt)  – mirip dengan beef lok lak di Cambodia / sate sapi dengan bumbu cocol garam+cabe+jeruk nipis, enak
  • Che suong sa hot luu (jelly water chesnut tapioca pearls & coconut milk) – desert yang super duper enak

MOTO YUK !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *