Hanoi #2

Hari kedua di Hanoi saya langsung menuju ke Halong Bay. Untuk perjalanan ini saya menggunakan biro travel lokal, Vega Travel. Perjalanan menggunakan mereka sangat berkesan dan juga “value”. Saya sangat merekomendasikan biro tur mereka, terutama paket perjalanan 3 hari 2 malam ke Halong Bay. Dengan biaya USD 106 (standard room) atau USD 120 (deluxe room) kita memperoleh perjalanan yang sangat menarik dan akomodasi yang memadahi. Saya sarankan pesan paket deluxe mereka jauh-jauh hari, hanya ada 2 kamar deluxe di kapal. Kamar ini relatif besar dan lokasinya strategis.

Saya dijemput dengan shuttle bus mereka jam 8 pagi dari hotel. Setelah menitipkan koper besar di kantor mereka mulailah perjalanan selama kurang lebih 3 jam menuju halong bay. Selain tas kamera (berisi lensa wide, medium dan tele + filter; tripod tidak terlalu terpakai) siapkan juga tas kecil untuk baju dan peralatan lain. Akan agak sulit traveling dengan tas besar dalam paket perjalanan ini. Sesampainya di pelabuhan Halong barulah kita cruising melewati batu-batu eksotis Halong sambil makan siang. Siapkan lensa medium untuk memperoleh detil dari batu, atau foto kapal-kapal dengan background bebatuan yang mengagumkan ini.

Sore harinya saya sampai di Hang Sung Sot Cave, memasuki gua bawah tanah ini awalnya biasa saja. Tapi setelah melewati dinding batu pertama barulah terlihat dahsyatnya. Kubah di bawah tanah yang sangat besar, disinari dengan lampu warna – warni dan sinar matahari yang menerobos, luar biasa. Idealnya memang membutuhkan tripod + lensa wide. Tapi kalau terpaksa (seperti saya) maka high ISO + tas juga bisa mengatasinya. Walau tentunya resiko foto goyang + tidak tajam cukup besar.

Sekeluarnya dari gua kita juga disuguhi pemandangan pelabuhan yang sangat menarik. Saya gunakan lensa super wide EF-S 10-22 untuk menangkap keindahan pelabuhannya dari ketinggian.

Sore harinya jadwal “olahraga” dengan mengayuk kayak, memasuki lagoon dan berenang di lagoon yang tenang. Cukup menguras tenaga mengayuh kayak itu, tetapi bisa dianggap refreshing dari jadwal memotret yang padat. Tentunya kecuali anda memiliki kamera kedap air maka kamera tidak bisa dibawa (red : sangat berbahaya) untuk dibawa kayak-ing. Setelahnya jika memungkinkan sebenarnya bisa motret sunset, sayangnya saya kurang beruntung karena datang di musim dimana langit kelabu mendominasi. Menurut tour guide biasanya Juli-Agustus saja ada langit biru, itupun jarang dan kadang diselingi dengan hujan lebat. Pada bulan januari suhu di Halong bahkan bisa mencapai 5 celcius.

Malam harinya dihabiskan dengan bersantai. Sedangkan keesokan harinya adalah jadwal berburu sunrise, sayang kembali langit kurang bersahabat dan kelabu. Walaupun demikian kita bisa menggunakan teknik Black n White (BW) untuk meminimasi warna langit yang kurang menarik. Teknik BW lebih memfokuskan pada kontrol exposure dan bukan warna.

Setelahnya kita menuju Titop beach. Menurut tour guide pantai ini awalnya memang ada, tetapi karena abrasi maka setiap tahun pemerintah menimbun pasir. Hal ini untuk memastikan pantai ini menjadi destinasi pariwisata. I wish dinas pariwisata kita bisa melakukan lebih banyak terhadap pariwisata Indonesia. Pemandangan dari puncak pulau (setelah melewati 340 anak tangga menuju puncak) cukup dahsyat dan segala capek saat menanjak terbayar. Lensa super wide + tele adalah yang terbaik untuk pemandangan di puncak ini.

Setelahnya kami satu grup melakukan trekking menuju Van Gia Fishing Village. Buat orang indonesia sih kayaknya sih tempat yang jauhhhh trekkingnya ini sih biasa aja ya. Tapi perjalanan kesana cukup menarik, at least beberapa kilometer awal. Tapi kalau kalian mau tetap trekking ke Van Gia, saran saya adalah coba sewa sepeda. Dengan biaya sekitar VND 50.000 (IDR 25.000) kita bisa menghemat energi cukup banyak saat pergi dan pulang.

Bermain menggunakan filter CPL dan custom white balance kita bisa mengatur color tone dan juga refleksi yang ada di permukaan air.

Setelahnya saya menuju CatBa Island. Pulau ini merupakan pulau terbesar di gugusan Halong. Dan di pulau inilah ada akomodasi yang memadahi, walau kotanya kecil. Saya menginap di Holiday View Hotel, yang merupakan bagian dari paket tur.

Udara di CatBa cenderung sejuk dan terasa bersih. Sangat kontras dengan pantai di Indonesia yang cenderung panas. Tetapi kelembaban (di seluruh Vietnam rasanya) tinggi. Sehingga kalau kamera keluar dari tas pada pagi hari maka proses kondensasi di muka lensa dan LCD akan langsung terjadi. Penggunaan UV filter akan sangat membantu. Cara lain? Tutup tas dengan raincoat untuk mengurangi hawa dingin mengenai perangkat. Atau gunakan hair dryer untuk menghangatkan sebelum membuka tas / tutup lensa.

Sepanjang pantai (tidak ada pasir sih, lebih tepatnya pelabuhan) pada sore hari dibuka kios kecil yang berjualan minuman dan makanan. Nampaknya banyak sekali orang / turis yang menikmati pelabuhan dengan duduk santai di sana. Minuman relatif tidak terlalu mencekik leher harganya, masih masuk akal. Makanan dan souvenir juga banyak bisa ditemui di sepanjang jalan utama.

Sunset hunting? Siapkan lensa super wide & medium, lengkap dengan CPL dan Gradual ND. Kebetulan langit sore itu sangat indah. Hanya saja kalau saya hanya mengambil foto di pelabuhan akan terasa tidak berbeda dengan pelabuhan lain. Oleh sebab itu saya mencoba mencari “city landmark” agar terasa berbeda. Kebetulan gerbang utama pelabuhannya unik, sehingga bisa saya gunakan sebagai foreground. Tentunya lensa super wide adalah yang paling ideal untuk menangkap semua bentuk gerbang. Tapi tidak menutup kemungkinan kita hanya mengambil sebagian area dari “city landmark” tersebut.

Hotel tempat saya menginap cukup nyaman, kamarnya sangat luas dan menghadap ke pantai. Walau demikian agak terasa kosong. Mungkin karena tidak ada perabotan yang memadahi. Tapi yang menarik adalah saya bisa mengakses lantai teratas (13) yang merupakan function hall. Untuk apa? Memotret dengan bird eye view keesokan paginya. Lensa super wide kadang kurang menarik pada ketinggian dan jarak seperti ini. Hal ini karena obyek akan terlihat terlalu kecil. Walau tentunya dengan demikian akan menguatkan kesan bird eye view-nya. Jadi saya memilih lensa medium dan tele untuk pemotretan pagi harinya.

Saya telah berencana menggunakan gaya miniature pada pemotretan kali ini. Oleh sebab itu lensa tele dipilih agar “compression” terasa. Setelah itu kebetulan Picasa memberikan fitur filter soft focus yang dibutuhkan untuk membuat efek miniature.

Perjalanan ke Halong berakhir di Hanoi pada pukul 5 sore. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan. Setelah sampai di kantor Vega Travel saya check in ke hotel di depan kantor mereka “Hanoi Emerald Hotel“. Hotel ini saya “temukan” di hari pertama sampai di Hanoi. Tempatnya strategis, kualitas dan layanannya ok dan harganya “hanya” USD 20 / malam. Sangat value dibandingkan dengan yang diperoleh (kamar bersih dan relatif baru, breakfast, dll). PS : pemesanan langsung lebih murah dibanding harga di internet, tapi karena jumlah kamar hanya 9 maka ada resiko kehabisan tentunya.

MOTO YUK !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *