Hanoi #1

Setelah terbang menggunakan Airasia kita menginap di Tune Hotel LCCT. Sekedar tips pesanlah TuneHotel LCCT ini jauh-jauh hari. Selain harganya menjadi lebih murah maka ketersediaan lebih terjamin. Kebetulan adikku pesan 3 hari sebelumnya dan ternyata full booked. Maklum, hotel ini adalah yang terdekat dari LCCT. Selain hotel ini jaraknya paling dekat 15km dan harus naik bis.

Di TuneHotel LCCT ada beberapa tempat yang penting. Buat yang suka ke Factory Outlet di sebrang jalan ada GME. Di FO ini baju dan celana dari Camel & Camel Active diobral dengan harga murah. Saya dapat celana pendek Camel Active hanya seharga MYR 20 (kurang dari IDR 60.000), murahhhh, praktis buat mereka yang kekurangan pakaian bersih. Selain itu “in the walking distance” ada food garden, dimana ada beberapa food stall yang bisa kita nikmati.

———

Perjalanan ke Hanoi memakan waktu 3 jam. Cukup membosankan di pesawat sih, kecuali ada satu pramugari yang lumayan “cute” buat di kecengin. Tapi semuanya terbayar saat pesawat mulai merendah. Hamparan sawah tak berujung. Bagus dan hijau sekali, serasa di negeri sawah. Setelah itu kita dijemput taksi dari hotel (USD15) untuk menuju hotel. Selama di tol sih masih nampak “normal”. Tapi begitu masuk area old quarter barulah terasa “gila” nya pengendara motor dan mobil di Hanoi. Bahkan lebih semrawut dan berisik (dengan klakson) dibandingkan Indonesia. Motor bersliweran, jadi bikin kita yang biasa PD aja nyebrang menjadi extra hati-hati.

Sore hari pertama kita hanya mengitari Hoan Kiem Lake. Nampaknya ini merupakan “pusat” kegiatan warga Hanoi, terutama untuk olahraga dannn …… pacaran. Busyet pacarannya heboh bener. Sayang daku tidak bawa tele lens pas jalan ke Hoan Kiem Lake hahaha. Ada beberapa spot pemotretan di Hoan Kiem Lake. Yang pertama adalah di dalam Ngoc Son Temple. Untuk masuk kesini kita perlu membayar 10.000 Dong (IDR 5.000). Tempatnya sendiri tidak besar, akan tetapi bagus buat human interest photography. Pintu kuil yang merah dan artefact lainnya menjadi background yang sangat menarik. Selain  itu lighting nya juga eksotis, karena cahaya dari luar masuk ke dalam melalui celah celah pintu. Siang hari mampirlah kesini dulu untuk memotret diri sendiri atau teman perjalanan kita. Karena terbatasnya ruang tetapi kita masih ingin menciptakan depth of field yang memadahi maka kita bisa gunakan lensa 17-55 (APS-C) atau 24-70 (Full Frame) dengan bukaan f2.8. Atau gunakan lensa 50mm f1.4 yang disetting di f2. Hati – hati jika memotret portrait dengan lensa bukaan lebar, mata kanan dan kiri bisa meleset ketajamannya lho.

Panah merah : arah pemotretan saat matahari sore masih ada, Panah biru : saat matahari sore mulai turun

Sore harinya coba dari arah sebaliknya Ngoc Son, karena cahaya matahari dari barat akan mengenai pagoda (Tortoise Tower) yang ada di tengah danau. Background buzzling city bisa digunakan untuk mengkontraskannya. Atau bisa juga ambil gambar dari arah city center, disana keramaian Hanoi bisa tergambar, lengkap dengan bangunan-bangunan tua-nya (saya berencana untuk naik ke salah satu gedung tinggi di city center untuk ambil gambar ramainya lalu lintas sore, wish me luck). Untuk kasus ini lensa 10-22 (super wide) adalah yang paling cocok.

Selain itu dari arah city center juga lokasi yang tepat untuk memotret jembatan merah yang mengarah ke Ngoc Son Temple. Untuk memotret ini tentunya dibutuhkan lensa yang tele, saya gunakan lensa 70-200 di kisaran 105mm untuk memotret ini. Filter CPL juga penting untuk mengurangi pantulan pada permukaan danau.

Malam harinya kuil di tengah danau di terangi dengan lampu yang terang, sehingga kalau twilight kita bisa memotretnya. Tentunya butuh tripod untuk melakukan ini. Sedangkan lensa yang digunakan adalah medium 17-55, agar masih bisa mendapatkan ambience / landscape nya tapi juga cukup tele untuk menangkap bangunan di tengah danau.

Untuk makan, coba resto Pho24 di ujung Hoan Kiem Lake. Harga pho (dibaca : faa, mie khas Vietnam) adalah sekitar 30.000 – 50.000 Dong (IDR 15 – 25rb). Enak sekali rasanya dan cocok untuk mengisi perut setelah berburu pemandangan twilight.

MOTO YUK!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *