Fotoku tidak tajam

“Wah fotoku gak tajam nih, apakah karena lensa nya bukan L series ya?”

“Atau karena body nya yang bukan profesional series ya?”

Well, my-ers sebelum memutuskan untuk upgrade saja, coba cek beberapa hal berikut yang kemungkinan membuat foto milik teman – teman tidak tajam :

Foto ini kalau di zoom sampai sangat dekat memiliki kendala dengan bagian perahu yang tidak tajam. Bukan karena masalah lensa/body, melainkan karena perahu ada di atas air laut yang bergoyang. Sehingga walau kamera sudah ada di atas tripod, tapi karena agak long shutter speed maka bagian perahu tetap tidak full tajam.

Shutter Speed

Penyebab paling sering dari gambar tidak tajam sebenarnya bukan masalah lensa, melainkan teknik yang keliru. Shutter speed yang terlalu lambat lebih sering mengakibatkan foto tidak tajam, daripada lensa yang “murahan”.

Jadi berapa sebenarnya shutter speed yang dibutuhkan? Rule of thumbs nya : 1 / focal length.

Misalnya kita menggunakan lensa zoom 18-55mm lalu kita gunakan di 18 mm maka kita membutuhkan minimal 1/18 seconds  agar gambar tidak goyang (karena tidak ada speed itu di kamera, maka yang lebih dekat adalah 1/20 seconds). Sedangkan apabila kita mengaturnya di 55mm maka kita membutuhkan minimal 1/55 seconds (= 1/60 seconds) atau lebih cepat lagi.

Bagaimana kalau speed yang kita peroleh tidak secepat yang dibutuhkan (misalnya di situasi indoor) ? Jawabannya ya kembali ke Exposure Triangle :

  • Naikkan ISO (dengan konsekuensi noise meningkat), atau
  • Per lebar Aperture (dengan konsekuensi dof makin sempit), atau
  • Tambahkan cahaya (dengan menyalakan lampu, atau menggunakan flash), atau
  • Gunakan tripod (hanya bila obyeknya sendiri tidak bergerak – misalnya landscape / arsitektur)
Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi intinya kita perlu mengusahakan supaya kita memperoleh kecepatan minimal 1/focal length.

Movement

Penyebab kedua adalah movement. Baik movement si obyek foto nya, maupun movement di tangan kita sendiri (kesenggol temen? bisa kan? haha)

Apabila obyek yang kita foto adalah orang yang bergerak normal (bukan sedang lari misalnya) maka kecepatan minimal yang kita butuhkan adalah 1/125 seconds. Jadi wajar kalau kita memotret dengan kecepatan 1/20 seconds (walau sedang menggunakan focal length 18mm) kita menemukan ada ketidaktajaman pada foto kita. Sedangkan memotret mobil balap yang sedang melaju (dalam kerangka memotret tanpa efek panning) maka kita bisa jadi membutuhkan speed hingga 1/500 seconds, walaupun kita menggunakan lensa 200mm (yang notabene menurut aturan diatas hanya butuh 1/200 seconds).

Bagaimana kalau kita tidak memperoleh speed yang kita inginkan? Ya kembali lihat 4 poin diatas, karena pada akhirnya exposure ya hanya tergantung pada aperture, shutter speed, iso dan banyaknya cahaya. Tidak ada yang lain.

Kemungkinan movement lain adalah tripod kita yang tidak support beratnya kamera + lensa kita. Sehingga saat kita pasangkan dalam posisi yang agak ekstrem tripod tidak mampu menahan berat, dan turun dengan sendirinya secara sangat perlahan (tidak kasat mata). Pergerakan ini tentunya juga berpengaruh terhadap ketajaman foto. Jadi pastikan beban maksimal yang mampu ditahan tripod & ballhead yang digunakan minimal 1.5x lipat beban yang kita berikan. Jadi misalnya kamera + lensa kita beratnya 2 kg, kalau mau aman ya cari tripod & ballhead yang mampu menahan sampai dengan 3 kg.

Haze / Fog

Memotret alam dari kejauhan dengan menggunakan lensa tele (walau sudah menggunakan tripod sekalipun) seringkali masih tidak tajam. Belum tentu salah lensa, bisa jadi ini adalah karena kondisi atmosphere yang tidak jernih. Makin jauh jarak maka makin banyak lapisan udara yang harus dilalui oleh cahaya hingga sampai ke sensor kamera. Lapisan udara ini mengurangi kualitas cahaya, dan pada akhirnya mengurangi ketajaman gambar.

Solusinya? Cari area & waktu pemotretan dengan kondisi alam yang bersih. Jakarta adalah contoh nyata haze ini, memotret jakarta dari kejauhan akan sulit sekali mendapatkan gambar yang tajam, karena polusi udara yang ada. Sedangkan area seperti kalimantan, memiliki jarak pandang yang jauh lebih baik. Cuaca juga mempengaruhi tentunya. Sesaat sesudah hujan biasanya adalah kondisi udara optimal buat jarak pandang (asal tidak sedang hujan lagi di kejauhan).

Missed focus & Back / Front Focus

Bisa jadi tidak tajam dikarenakan kita salah melakukan focus. Kebiasaan pemula menggunakan sistem auto focus full semua titik bisa menjadi kendala. Karena kita tidak mengontrol titik mana yang mau focus, bisa jadi kita malah fokus di area yang keliru. Solusinya : gunakan titik fokus yang sesuai dengan area yang kita mau fokuskan (pilih) atau gunakan teknik “Focus – Recompose” (search di motoyuk.com)

Kendala lain, lensa AutoFocus menggunakan sistem AF untuk menentukan titik focus. Kadangkala ada beberapa lensa yang mengalami masalah dengan sistem ini. Jadi saat disuruh fokus di jarak 3 meter misalnya, dia malah focus di 2.5 meter, atau 3.5 meter. Inilah kendala yang disebut back / front focus. Cara tahunya gimana? Lihat foto yang dihasilkan, apabila masih ada area yang focus, tapi tidak sesuai dengan yang kita mau, maka kemungkinan masalahnya adalah masalah back / front focus ini. Tapi kalau seluruh foto tidak ada yang tajam, maka kendalanya lebih ke masalah2 diatas tadi.

Solusi buat back / front focus? kalibrasi lensa … sebaiknya dilakukan di service centre resmi. Baik datascrip (canon) ataupun Alta (Nikon).

So, tidak selalu foto yang tidak tajam dikarenakan lensanya kurang mahal kan? Tahan belanjanya…dan coba analisa dulu penyebabnya. Selamat jepret.


13 thoughts on “Fotoku tidak tajam”

  1. om,, waktu saya foto pesta
    waktu amli gambar ada gambar yang fokus dan tidak fokus (blur)
    padahal gambar sama-sama mengunakan tripot
    gima solusinya Ommm

    1. Tidak bisa di sama ratakan hehe … tergantung mau moto apa. Kalau mau moto orang dan BG mau di blur, maka aperture lebar – misalnya f2.8 – akan lebih pas. Sementara kalau mau motret sunset maka aperture sempit – misalnya f8 – akan lebih tepat

  2. iya soalnya saya liat ini pengeluaran 2003 kan. takutnya ntar kayak 16-35 ada mark II ny

    Oia, sy baru UP ke 7D dari 550D, jadi kira2 17-40 udah paten bgt ya, haha..

    1. Hehe emang. Tapi 16-35 lama kurang bagus memang. Beda sama kasus 17-40

      Tergantung mau dipake apa. 7d tetap Crop 1.6x – kalau buat lanskap tetap kurang wide

  3. 17-40 buat 7D bisa buat model jg kan ?
    iya pernah coba test pake dlu buat landscape, kurang wide, tapi distorsi nya berkurang sih.

    Oia mas, bagi tips buat levitation donk 🙂

    1. agak kurang sesuai sih buat model … 24-70 di 7d lebih enak
      Tapi ya selera
      Distrosi memang berkurang di 7d karena kepotong crop, tapi masih ada

      Levitation saya sendiri gak terlalu sering haha, asalkan speed memadahi saja (minimal 1/250 an), lalu gunakan continous shots

  4. 24-70 di 7D Emangnya pas yah ? Kata temen agak kurang gimanaa gt, tapi yah tetep mahal nya pake banget sih ~_~.
    17-40 tetp bisa buat landscape kan mas? di 7D

  5. Om Edo, utk foto diatas apakah pakai hyperfocal distance? foto tsb fokusnya diarahkan kemana sm om Edo? Tq om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *