Flash Exposure Lock (FEL)

Dalam artikel sebelumnya saya membahas mengenai Flash Metering. Pada kebanyakan situasi memang E-TTL sudah cukup canggih untuk melakukan metering dengan baik.

Tapi tidak selalu kondisi pemotretan ideal. Misalnya apabila kita menghadapi obyek yang reflektif maka obyek tersebut akan memantulkan cahaya flash dan seakan-akan menjadi sumber cahaya. Hal ini mengakibatkan metering yang dilakukan under (sehingga hasil foto gelap), mirip kejadian saat kita melakukan metering biasa (baca juga soal metering). Sedangkan apabila obyeknya menyerap cahaya maka cenderung flash metering akan over.

Untuk mengatasi inilah maka Flash Exposure Lock (FEL) dibuat. Prinsip FEL sebenarnya mirip dengan Exposure Lock (AEL). Cara kerja dan penggunaannya pun mirip. Perbedaannya hanyalah pada FEL metering dilakukan dengan mempertimbangkan flash, sedangkan di AEL hanya mempertimbangkan ambient light.

Untuk menggunakan FEL maka arahkan bagian tengah viewfinder ke area dengan exposure midtone (baca : exposurenya kurang lebih tengah-tengah, tidak highlight tidak pula shadow). Lalu setelah itu tekan tombol FEL. Sebagai rule of thumbs saya menggunakan wajah model sebagai acuan metering, dengan demikian paling tidak saya memperoleh exposure optimal untuk wajah.

Di Canon seri 1000D, 550D, 50D tombol FEL masih menggunakan tombol yang sama dengan AEL (yaitu tombol * di belakang body kamera). Baca juga Custom Function IV apabila masih mau menggunakan FEL dan AEL pada saat yang bersamaan. Sedangkan di seri yang lebih tinggi seperti 7D, 5D dan 1D umumnya sudah ada tombol khusus untuk FEL. Sejauh yang saya tahu Nikon memiliki tombol FEL tersendiri.

Setelah FEL ditekan maka kamera akan mengingat metering yang baru saja dilakukan selama 16 detik (ingat pada flash metering yang diingat oleh kamera adalah berapa power flash yang harus digunakan). Jadi selama 16 detik tersebut silahkan melakukan recompose dan memotret dengan komposisi yang lebih diharapkan. Pemotretan akan dilakukan menggunakan flash metering dari area yang ada di viewfinder sebelum tombol FEL di tekan.

Hal ini akan membantu dalam kondisi sulit seperti disebutkan sebelumnya diatas (ada benda yang reflektif atau menyerap cahaya). Karena pada saat melakukan FEL kita bisa “menghindari” material yang reflektif tadi masuk ke dalam area viewfinder kita.

Tentunya sama seperti dengan AEL kita juga bisa melakukan kompensasi. Di metering biasa dikenal dengan exposure compensation (EV), maka di flash metering dikenal dengan nama flash exposure compensation. Biasanya tombol pengaturnya ada di dalam menu kamera untuk entry-level body. Sedangkan untuk body pada semi-pro & pro body ada di dekat LCD bagian atas. Untuk Canon lambangnya flash dengan tanda plus-minus, biasanya digabungkan dengan ISO setting (tombol kedua dari kanan pada gambar dibawah).

Top area of Canon 7D – courtesy of : www.dpreview.com

Menggunakan flash exposure compensation maka kita bisa mengkompensasi kekuatan flash yang dihitung oleh E-TTL. Dengan mengaturnya dalam posisi negatif artinya kita mengkompensasi dengan mengurangi power flash hasil perhitungan E-TTL.

———————–

Reference : Canon Profesional Network


2 thoughts on “Flash Exposure Lock (FEL)”

  1. wah mantap ulasannya…

    tambahan: kalo nikon seri Dxxx keatas untuk Flash Lock bisa di set di tombol custom function-nya. kalo dibawah itu kayanya jadi satu sama exposure lock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *