Easy birding …

Pemotretan burung (birding) relatif cukup sulit karena baik peralatan (super tele lens) dan teknik sama sulitnya. Makanya sampai sekarang saya gak bisa bisa dapat foto bagus hahaha …. Tapi ada cara supaya kita bisa dapat foto burung yang bagus. Yaitu dengan mengunjungi penangkaran burung. Selain lebih jinak, mereka juga jumlahnya super banyak, so tinggal pilih momen.

Salah satu lokasi yang jadi favorit saya adalah taman burung di dalam Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar tiket masuk TMII dan juga tiket ke taman burung (Rp 20.000). Memotret di dalam taman burung ini bebas, tidak ribet dengan satpam dll seperti di taman bunga atau museum transportasi di TMII.

Swim in LineFuji X Pro 1 | XF 55-200 | 200mm | f4.8 | AWB | Film Simulation Velvia | Photoshop for Vignette, Curve, Saturation

Saya memanfaatkan garis garis pada permukaan air sebagai komponen pemanis komposisi dalam foto ini

Datanglah sedikit lebih pagi (rekomendasi jam 8 pagi). Hal ini untuk menghindari keramaian yang biasanya membuat foto bocor. Selain itu dengan semakin banyak orang maka satwa biasanya tidak dalam kondisi rileks juga. So kurang enak moto nya. Belum lagi kondisi pencahayaan yang biasa sudah kurang maksimal.

Salah satu keuntungan datang pagi yang saya rasakan saat hunting kali ini adalah momen. Kebetulan waktu saya datang belum ada pengunjung sama sekali. Sehingga salah satu satwa, angsa hitam, masih santai dan mencari makan bersama anaknya.

Posisi mereka mencari makan kebetulan sangat bagus dalam hal fotografi. Selain cukup jauh (sehingga saya bisa membuat background blur), sedikit side-light sehingga pencahayaan lebih dramatis, juga bagian background tidak mendapat pencahayaan sehingga membuat background gelap dan bahkan lebih dramatis lagi.

Swim-Gently_DSCF2794-iphoneFuji X Pro 1 | XF 55-200 | 200mm | f4.8 | Film Simulation Velvia | AWB | Vignette, Level, Saturation di Photoshop

Saya hanya mendapatkan beberapa kali jepretan, karena begitu melihat ada orang maka angsa ini menuju ke lokasi saya. Mengapa? Ternyata kebiasaan pengunjung memberi makan ikan menjadi kebiasaan mereka untuk makan juga, makan makanan ikan tadi. Sehingga begitu melihat ada orang datang, mereka mendatangi untuk makan. So, salah satu trik nya adalah : jangan kelihatan oleh si satwa hahaha…

Ada banyak burung di area taman burung TMII ini. Untuk burung lain kebanyakan bisa di jumpai di kubah barat dan kubah timur. Begitu masuk ke kubah ini kita akan di sambut dengan kicauan ratusan burung yang ada di dalam kubah. Tinggal pilih mau foto burung apa. Sayangnya TMII tidak menyediakan canopy walk yang memungkinkan kita berada di ketinggian dan memotret mereka. Sehingga kesempatan kita hanyalah apabila burung burung ini turun ke bawah ataupun bertengger untuk makan.

Wet
Yang ini saya crop dari foto aslinya, sekitar 30% di atas dan 20% di kanan

Peralatan untuk memotret di area taman burung ini relatif masih “terjangkau”. Tidak diperlukan lensa 500mm atau 600mm. Dengan lensa sekitar 200mm + body crop factor, sudah bisa memadahi untuk memotret di sini. Lensa ekonomis seperti Canon EF-S 55-250 sangat bisa digunakan dalam pemotretan di taman burung ini.

So, silahkan mencoba coba 🙂


Leave a Reply MY-ers ...