DOF Preview Button

Mungkin tidak semua orang sadar bahwa ada tombol yang namanya DOF preview button ini. Lokasinya biasanya ada di dekat pertemuan lensa dan body, beda merk kamera biasanya berbeda pula lokasinya. Selain tempatnya tersembunyi, setelah di tekan kok rasanya tidak ada dampak apapun, makanya sering dilupakan. Padahal ini sebenarnya cukup berguna di beberapa kesempatan.

dofpreviewbutton

Sebelum membahas guna tombol ini maka perlu dipahami cara kerja kamera terlebih dahulu.

Apa yang kita lihat di viewfinder adalah cahaya yang masuk dari lensa. Supaya viewfinder terang dan nyaman digunakan maka salah satu “trik” produsen DSLR adalah dengan mensetting lensa pada bukaan maksimal.

Jadi kalau kita menggunakan lensa 70-200 f2.8, walaupun kita menggunakan aperture f8 maka pada saat kita melihat dari viewfinder lensa sebenarnya dalam posisi aperture f2.8. Sedangkan misalnya kita menggunakan lensa 70-200 f4, berapapun aperture yang kita setting maka saat kita melihat di viewfinder itu adalah hasil dari bukaan maksimal, yaitu f4.

Ini menjelaskan kenapa viewfinder terasa lebih nyaman dan terang apabila kita menggunakan lensa dengan bukaan maksimal yang lebar. Dan sebaliknya. Karena viewfinder memanfaatkan bukaan maksimal ini.  << Auto focus juga menggunakan cahaya yang berlimpah dari lensa dengan bukaan lebar, itu sebabnya lensa bukaan lebar cenderung sedikit lebih cepat melakukan focusing >>

Sesaat setelah kita menekan tombol shutter barulah kamera melakukan adjustment secara otomatis pada lensa. Apabila di setting f8 maka sesaat setelah di tekan tombol shutter aperture akan di sempitkan ke f8, pengambilan gambar dilakukan, dan dikembalikan lagi ke aperture maksimal.

Kembali ke DOF Preview Button. Tombol ini saat di tekan akan memaksa kamera menggunakan aperture yang di setting, alih alih menggunakan aperture maksimal. Akibatnya?

    • Apabila kita menggunakan aperture sempit kita bisa melihat bahwa selama tombol ini ditekan viewfinder akan menurun tajam tingkat terang nya. Apabila kita setting di sekitar f16 bahkan bisa dibilang gelap
    • Kalau kita perhatikan maka pada aperture sempit kita bisa lihat bahwa dengan kita menekan tombol ini maka kita bisa melihat preview dari depth-of-field yang akan terjadi – mana area yang tajam, dan mana yang blur (masuk ke bokeh)

Jadi memang umumnya DOF preview button ini digunakan untuk melakukan cek, apakah aperture yang kita gunakan sudah tepat, dalam hal mana yang masuk ke ruang tajam dan mana yang tidak. Biasanya berguna untuk landscape dimana DOF selebar mungkin diinginkan.

Dahulu DOF preview button sangat berguna, karena orang tidak ingin memotret dan saat sudah cuci cetak film nya menyadari bahwa DOF nya kurang. Tapi sekarang di era digital tombol ini makin jarang digunakan, karena kebanyakan fotografer menentukan apakah DOF sudah memadahi atau belum dari hasil akhir yang langsung bisa di lihat dan di zoom di layar.

Walaupun demikian kita masih bisa memanfaatkan tombol ini untuk pemotretan yang membutuhkan slow shutter. Rasanya lebih efisien cek di awal, daripada menghabiskan 30 detik dan kemudian baru menyadari bahwa foreground tidak masuk ke ruang tajam.

Small-Step-Giant-Leap_DSCF5178-iphoneFoto ini dibuat dengan menggunakan lensa AF, tetapi yang memiliki ring aperture. Sehingga bisa di atur aperture nya dari lensa dan digunakan di mirrorless dengan adapter.
Fuji X Pro1 + Nikon AFD 105mm f2.8

Salah satu guna lain dari tombol ini adalah untuk memacetkan aperture lensa Auto Focus agar bisa digunakan sebagai lensa manual. Seperti kita bisa lihat bahwa lensa AF tidak semuanya memiliki ring aperture yang bisa mengatur aperture dari lensa. Selain itu selalu berada dalam kondisi aperture maksimal. Sehingga kalau kita menggunakannya di mirrorless misalnya (dengan adapter) maka kita hanya bisa menggunakannya di aperture maksimal. Kadang ini tidak masalah, kadang ini bermasalah.

Misalnya kita ingin menggunakan lensa EF 100mm f2.8 L IS di body mirrorless pada f8 maka yang bisa kita lakukan adalah :

    1. Pasangkan lensa EF 100mm f2.8 L IS di body canon EOS.
    2. Setting di f8
    3. Tekan tombol DOF Preview
    4. Sembari masih menekannya, matikan kamera
    5. Lensa siap digunakan di mirrorless manapun dengan f8

Repotnya memang kalau mau ubah aperture harus dipasangkan kembali di body EOS. Tapi paling tidak ini salah satu trik yang bisa digunakan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *