Does size matter? … DSLR vs Pocket

Ada teman yang tanya, apakah harus menggunakan DSLR untuk menghasilkan foto bagus?

OR

Jawabannya semua tentu tahu : NO ! Tapi dulu ada satu artikel yang sangat menggelitik buat saya. Dalam artikel itu ditulis bahwa “jika sekarang kamu memotret menggunakan kamera pocket dan hasilnya jelek dan kamu berharap dengan menggunakan DSLR maka hasilmu akan lebih bagus, lupakan saja, hasilnya akan lebih buruk

Ya, itu benar sekali. Kenapa? Karena kamera pocket kebanyakan mengotomatiskan segala hal. Dan otomatisnya tentunya bukan sembarang otomatis, melainkan hasil pemrograman para produsen yang handal. Sedangkan DSLR berusaha memberikan fleksibilitas bagi fotografer untuk berkarya, so tidak banyak yang otomatis, kebanyakan harus di setting sendiri secara manual. Buat mereka yang belum terbiasa setting secara manual maka hasil menggunakan DSLR tidak akan lebih baik, malah lebih jelek.

Contoh : dalam DSLR maka kita harus mengatur apperture, shutter speed, EV correction, ISO, White balance, flash exposure, dll. Banyak intinya. Sedangkan di pocket tinggal nyalakan dan jepret. So, buat yang belum terbiasa setting maka salah setting malah bisa menurunkan kualitas foto yang dihasilkan.

Oleh sebab itu jika sekarang anda menggunakan pocket camera dan berpikiran untuk berpindah ke DSLR, pertimbangkan hal – hal berikut :

  • Apakah rekan – rekan sudah paling tidak pernah dengar mengenai apperture, shutter speed, EV, dll ? Jika tidak maka lupakan dulu DSLR dan belajar dulu menggunakan pocket.
  • Apakah rekan – rekan bermaksud belajar lebih dalam mengenai fotografi? Jika sekedar ingin foto – foto ceria maka kamera pocket rasanya lebih baik.
  • Apakah rekan – rekan bermaksud mencari kualitas dari foto? Misalnya untuk dibesarkan sampai ukuran cetak A1 atau A0, atau ingin meminimalkan noise foto yang diperoleh dari awal, atau memang hanya kebanyakan duit untuk dihamburkan mencari kualitas foto yang lebih baik? Jika tidak demikian, maka rasanya kembali saja ke kamera pocket rekan – rekan

So, jadi mau ganti ke DSLR? Let me know about ur decision ok? ………

0 thoughts on “Does size matter? … DSLR vs Pocket”

  1. Mau nanya mas, saya newbie, masih pake poket pengen punya DSLR. Kalo semua manual lalu tahu standar pasnya gimana? misalnya seperti yang mas tulis, kondisi petang, pengen tajem semua maka bukaannya sekian,shutter speednya jadi sekian,..dll. Itu harus apal, atau itung2 dulu (bodoh nggak sih nanyanya? :)) Trims..

  2. Haha ya gak-lah, masak begitu disebut bodoh…itu pertanyaan yang wajar muncul di semua yang pertama motret. Sama kayak waktu g dulu mulai pindah dari kamera pocket ke DSLR.

    Pada intinya di kamera ada yang namanya metering system. Metering system ini secara sederhana pada intinya akan membantu kita memilih. Tapi pilihan yang dibantu tergantung mode yang kita gunakan. Misalnya (kembali lagi ini secara sederhana ya) :
    – Pada mode Av : kita memilih apperture dan iso, sedangkan shutter speed akan dibantu diukur oleh metering system
    – Pada mode Tv : kita memilih shutter speed dan iso, metering system akan memilihkan apperture buat kita
    – Pada mode Manual : kita memilih iso, apperture dan shutter speed. Metering system ngapain? Metering system memberikan indikasi saja apakah akan under / over dengan pilihan yang kita gunakan

    Tiap mode memiliki kegunaan masing – masing :
    – Av umum digunakan buat pemula. Mode ini sangat cocok untuk 80% event. Mode ini juga menjadi pilihan saya yang utama. Kita memilih apperture berdasarkan efek yang kita inginkan, lalu iso kita pilih berdasarkan kebiasaan dan kondisi dan kebutuhan noise yang kita inginkan.
    – Tv digunakan kalau kita ingin membuat efek2 khusus seperti misalnya ombak di pantai yang halussss atau air terjun yang airnya terlihat seperti kapas. Biasa dikenal dengan teknik slow shutter speed.
    – Manual biasanya digunakan kalau saya menggunakan flash

    Jadi jangan takut, beli saja DSLR nya, set di menu Av lalu coba-coba. Nanti dengan makin banyak mencoba pasti mengerti sendiri hasil / efek penggunaan berbagai setting yang ada.

    Thanks

  3. Pengen nanya juga nih… Saya sekarang baru saja lulus dari SMA dan akan memasuki sebuah universitas swasta dengan mengambil jurusan desain grafis,, nah setelah saya coba bertanya-tanya mencari informasi saya tau ternyata ada mata kuliah fotografi,, dan ternyata buat mata kuliah tersebut juga perlu kamera DSLR,, kalo mnurut mas kamera DSLR yang cocok buat saya apa ya? secara saya butuh kamera yang lumayan bagus,, yang gambarnya cukup tajam sehingga editing di komputer nantinya lebih baik, namun ya harga tidak begitu mahal,, maklum mas anak kuliahan,, ga banyak duitnya…

    makasih banyak ya mas atas bantuannya…

    BTW saya suka gambar Giant Flying Squirrelnya… 🙂

    1. Selamat ya atas kelulusannya 🙂 desain grafis adalah bidang yang bagus dan menarik, secara di masa yang akan datang industri kreatif akan memiliki peluang yang lebih besar lagi.

      DSLR yang benar-benar cocok tentunya tergantung minatnya. Tapi sementara ini karena Alvin masih baru aja masuk kuliah maka bisa mengambil pilihan ini :
      – Jika dananya cukup untuk DSLR baru maka bisa pilih Canon EOS 1000D + EF-S 18-55mm (kit). Kamera ini selain ekonomis maka sangat mencukupi untuk tugas2 kuliah di desain grafis. Percayalah bahwa teknik yang baik akan membawa dampak lebih jauh dibandingkan kamera / lensa yang baik. Ketajaman dari 2 kombinasi ini sudah mencukupi. Kisaran harganya sekitar 5.3jt, ditambah dengan memory card dan tas mungkin akan habis sekitar 5.6jt

      – Jika dananya tidak mencukupi maka bisa juga mencari kamera DSLR second (bisa cek di http://bursa.fotografer.net/). Kamera yang saya anjurkan adalah : Canon EOS 350D+Lensa Kit, Canon EOS 400D+Lensa Kit atau Nikon D70s+Lensa Kit. Harganya relatif cukup murah kamera2 tersebut. Tentunya harus mengajak rekan yang cukup paham kalau mau beli kamera second 🙂

      Good luck

  4. wah trima kasih atas sarannya mas,, mungkin saya akan coba cari Canon EOS yg 1000D tadi,, setelah saya tanya beberapa teman saya merekapun juga menganjurkan kamera tersebut.. sekali lagi terima kasih mas atas bantuannya..

    1. Sama-sama…selamat memotret dan ngutak ngatik kamera. Beruntunglah anda karna Dollar lagi agak turun, jadi harga sedang agak “wajar” hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *