Different Angle – Ujung Genteng Jan 2011 #3

Saat saya pertama kali memotret sunrise di pantai timur ujung genteng maka saya mengambil lokasi & view yang “standard”. Yang saya maksud standard adalah yang paling mudah & paling sering fotografer / orang lain gunakan. Yaitu turun dari tempat pelelangan ikan, lihat ada kapal-kapal disana, jepret.

Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L | Av Mode | 19mm | f14 | 30 secs | ISO250 | EV0 | Tripod | GND Hard Edge 0.9x | Daylight White Balance | Standard Pics Style | Canon DPP for Raw Processing | Adobe Photoshop for additional contrast & saturation

Ada masalah? Tidak juga sih. Akan tetapi foto yang dihasilkan bisa jadi mirip dengan yang fotografer lain hasilkan. Dalam foto diatas hasilnya adalah foto kapal & slow shutter sehingga ombak di pantai nampak halus. Banyak juga fotografer yang sudah jepret view ini mungkin. Bedanya mungkin hanya langit & cuaca yang memang tidak akan pernah sama.

Oleh sebab itu saya coba mencari perspektif lain. Mulai dari mencoba jongkok, mencari foreground di pantai (misalnya kerikil pantai, karang, dll). Sampai akhirnya saya mencoba memotret menggunakan ujung kapal sebagai foreground. Dipadu dengan GND maka warna biru cerah dari ujung kapal ini bisa terlihat dengan jelas.

Parameter pemotretan : Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L | Av Mode | 17mm | f16 | 1/15 secs | ISO125 | EV0 | Handheld | GND Hard Edge 0.9x | Daylight White Balance | Canon DPP for Raw Processing | Standard Pics Style | Adobe Photoshop for additional contrast & saturation

Wah, sepertinya saya suka dengan percobaan kali ini. Nampak hidup & unik fotonya. Maka saya lanjutkan dengan memanjat ke atas kapal tersebut dan memotret dari angle yang sedikit beda dan format landscape.

Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L | Av Mode | 17mm | f16 | 1/20 secs | ISO250 | EV+2/3 | Handheld| GND Hard Edge 0.9x | Daylight White Balance | Standard Pics Style | Canon DPP for Raw Processing | Adobe Photoshop for additional contrast & saturation

Saya hampir selalu menggunakan daylight white balance untuk pemotretan sunrise / sunset. Auto White Balance seringkali menghasilkan nuansa yang agak warm / kekuningan, sehingga kurang terasa biru langitnya. Daylight white balance seringkali berguna untuk menonjolkan biru twilight yang ada.

Sedangkan untuk picture style saya menggunakan standard picture style yang saya custom, +1 untuk kontras nya, +4 buat saturasi (apabila tidak ada human interest nya ya – kalau ada maka gunakan +2 saja). Penambahan saturasi & kontras sangat berguna untuk pemotretan landscape dengan kamera canon. Hal ini karena merek Canon memiliki kontras & saturasi yang lebih subtle, jadi perlu di push lebih untuk menghasilkan warna-warna yang cemerlang. Tapi enak untuk pemotretan human interest karena skin tone akan terasa lebih natural.

Sudut pandang yang beda tidak hanya hadir dari foreground yang unik, tapi juga dari sudut pandang yang berbeda. Jika biasa pemotretan memotret ke arah laut, kali ini saya coba menengok ke belakang, ke arah pelelangan ikan. Wow, ternyata langit twilight & bulan masih terlihat disana, sudut pandang yang menarik nih nampaknya.

Parameter pemotretan : Canon 5dMarkII + 17-40 f4 L | Av Mode | 17mm | f16 | 8 secs | ISO200 | EV0 | Tripod | Custom White Balance in DPP | Standard Pics Style | Canon DPP for Raw Processing | Adobe Photoshop for additional contrast & saturation

Pemotretan yang ini agak tricky dalam hal white balance. Karena tonalnya tidak seperti aslinya maka di Canon DPP saya atur kembali white balance yang digunakan. Inilah salah satu keindahan pemotretan menggunakan RAW. Pada pemotretan landscape selalu, saya bilang sekali lagi selalu, gunakan format RAW. Momen yang terlewat harganya jauhhh lebih mahal dibandingkan biaya tambahan untuk beli memory card, yang notabene sekarang sudah murah.

So, lain kali memotret di suatu lokasi cobalah memotret lokasi dari sudut yang biasa fotografer lain ambil (karena biasanya itu adalah sudut terbaik), lalu jangan malas … bergerak dan coba sudut / perspektif lainnya. Nikmati pengalaman mencoba perspektif baru dan wujudkan vision yang kamu miliki. Tidak ada benar salah dalam fotografi, hanya ada masalah selera. If you think it’s good then it’s good.

MOTO YUK!!!





One thought on “Different Angle – Ujung Genteng Jan 2011 #3”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *