Dew of the Morning (How to Make It)

Foto ini adalah salah satu hasil karya weekend photography. Dipotret sekitar 500 meter dari rumah, di sebuah padang ilalang. How do I make it? ….

Pemotretan

Pemotretan dilakukan di pagi hari, sekitar jam 07.30 pagi, kondisi cuaca agak berawan. Jam dan kondisi cuaca penting karena tanpanya maka embun di pucuk rumput/ilalang harus dibuat, dan mungkin akan kurang natural. Apabila masih pagi embun masih menempel dan tinggal di potret. Arah cahaya matahari dari samping kanan foto, memberikan pendar cahaya pada ilalang-nya. Tanpa side light maka warna ilalang tidak akan tampil sempurna.

Saya menumpu Canon 5d Mark II + 100mm f2.8 L IS pada kedua paha saya sembari jongkok. Ini untuk menjaga foto tidak shake. Untuk pemotretan ini saya menggunakan Apperture Priority di f8 | 1/80 secs | ISO800 | Standard (+4 saturation) picture style | Daylight WB | EV -1/3

Hasil awal dari pemotretan adalah :

 

Post Processing

Dapat dilihat bahwa foto diatas masih kurang menarik. Embun dan ilalang sudah tajam dan warnanya sudah sesuai. Tetapi background nya relatif “blended” dengan si ilalang. Menjadikan foto ini menjadi kurang menarik dan kurang estetis, paling tidak menurut saya. Oleh sebab itu saya berpikiran untuk memberikan warna pada background.

Salah satu warna yang menyatu dengan baik dengan warna hijau adalah warna kebiruan. Oleh sebab itu saja buat satu adjustment layer, Curve. Saya mainkan RGB dari curve ini sehingga saya memperoleh warna background yang diinginkan. Untuk foto ini saya mainkan curve Blue & Green. Bisa dilihat di bawah ini. Tentunya ini masalah selera, jadi bukan rumus baku.

Setelahnya saya buat masking agar rumput tidak terkena pengaruh dari curve ini, jadi tetap menggunakan warna awal. Saya gunakan opacity sekitar 30% dan diulang – ulang sampai warna yang diinginkan. Untuk ujung-ujung ilalang saya gunakan ukuran brush yang lebih kecil tentunya.

Untuk bagian kiri saya memang sudah mempersiapkan bidang kosong untuk tulisan. Akan tetapi saya terinspirasi salah satu bentuk layout di model photography (inilah gunanya tetap belajar dari bidang fotografi lain walaupun kita landscaper / macroish). Layout yang digunakan adalah 2 baris huruf besar dan beberapa baris huruf kecil di atasnya. Rasanya ini balance dan enak buat foto ini. Oleh sebab itu saya gunakan font “Bell MT” sebagai huruf besarnya (Dew & Morning) dan font “Arial Narrow” sebagai huruf kecil (puisi). Untuk menyatukan kata Dew dan Morning saya menggunakan font “Scriptina” untuk kalimat “of the”. Ukuran font saya sesuaikan saya dengan keseimbangan seluruh foto.

Selesai sudah … prosesnya mungkin terasa rumit bagi pemula. Tapi kalau sudah coba 1 kali proses ini bisa dilakukan kurang dari 10 menit (tidak dengan milih-milih font ya .. itu malah lebih lama lagi). Semoga menginspirasi ….

MOTO YUK!!!

2 thoughts on “Dew of the Morning (How to Make It)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *