Deserted Island Camping Trip

Beberapa hari lalu saya mendapatkan kesempatan untuk pergi ke kepulauan seribu. Bukan untuk menginap di villa / resort di pulau-pulau yang biasa dikunjungi, misalnya pulau bidadari atau Tidung. Melainkan untuk camping di pulau yang tak berpenghuni. Letak pulaunya tidak jauh dari pulau kelapa & harapan, yaitu pulau Kayu Angin Bira Kecil.

Pulau Kayu Angin Bira Kecil

Pulaunya sendiri sangat indah, walau mendirikan tenda di pantai berpasir dan survive di pulau tanpa air tawar memang jadi tantangan. Foto diatas sendiri diambil dari kapal yang sedang berlayar menuju pulau tersebut.

Karena perlu berangkat pagi maka malam sebelumnya saya menginap di kantor di kawasan industri pulogadung. Lucunya adalah pada pagi hari saya melihat kawasan industri ini dalam “bentuk” lainnya. Oleh sebab itu segera saya ambil tripod dan memotret terlebih dahulu.

JIEP at Sunrise

Berangkat melalui Muara Angke sebenarnya banyak sekali obyek yang bisa di foto. Maklum daerah itu sangat berbeda dari Jakarta pada layaknya. Kumuh sekaligus sangat “bahari”. Banyak kapal kayu berlabuh disana sebenarnya. Tapi karena buru-buru saya hanya sempat memotret dari atas kapal, Regata, apartment yang terkenal itu. Karena langit sudah tak bersahabat maka saya mau tak mau harus menggunakan Custom White Balance di 9500 Kelvin untuk memberi nuansa warna.

Sunrise @ Regata

Nampaknya lain kali saya harus mengunjungi kembali Muara Angke untuk memotret Regata pada saat sunrise atau sunset. Tentunya kali itu akan membawa lensa tele, bukan 10-22 seperti yang saya bawa pada trip kali ini hehehe.

Sesampainya di pulau kelapa setelah sekitar 3 jam perjalanan (yang menegangkan) kita disuguhi laut yang biru turqoise. Indah sekali dan relatif masih bersih. Mungkin ini dikarenakan pulau kelapa terletak cukup jauh dari peradaban para wisatawan Jakarta yang nyampah. Selain laut yang biru maka area ini juga penghasil kapal kayu. Sehingga banyak kapal kayu bersandar di pantainya.

Foto diatas diambil menggunakan Godel Picture Style, setelah itu di edit menggunakan Photoshop untuk menambahkan color cast kuning agar makin tua. Saya suka sekali dengan pemandangan di pulau kelapa dan harapan ini, sangat tradisional. Maybe next time saya akan pergi kembali kesana dan menginap beberapa waktu?

Anak lelaki dan Laut

Setelah makan siang & snorkeling saya ke pulau kayu angin. Masih sempet motret temen sebentar saat berhenti mengisi bahan bakar. Saya hanya bawa EF 100mm f2.8 Macro sebagai lensa tele, sekaligus macro kalau butuh. Sedikit post production untuk color balance & vignette, dan voila …

Setelahnya barulah ke Pulau Kayu Angin buat bermalam. Sayang sunset sore itu tidaklah glamorous seperti siangnya. Malahan agak cenderung seperti mau badai. Foto dibawah ini menggambarkan itu lengkap dengan pantainya yang juga biru turqoise. Filter GND dan ND digunakan dalam foto ini. Tripod? Sudah pasti 😀

Storm Ahead

Saya suka dengan foto ini karena warna-warnanya. Walau kalau saya bisa mengulangnya lagi saya akan mencari batang kayu yang tidak terendam air laut, sehingga bisa terlihat lebih sharp. Tidak seperti di foto ini karena dia tertutup “kabut” yang terbentuk dari slow shutter photography terhadap ombak laut.

Selain itu iseng dengan menggunakan GND dan tripod saya minta teman saya untuk berpose dan memberikan warna pada foto landscape ini. Kebetulan dia menggunakan kaos warna merah yang kontras dengan birunya landscape. Sayang memang flash saya tidak bisa menyala karena masalah teknis 🙁 sehingga saya terpaksa harus melakukan masking di photoshop untuk menyeimbangkan exposure landscape dan model.

Foto terakhir saya peroleh saat pagi hari saat kita bersiap meninggalkan pulau kayu angin, mengejar kapal yang kembali ke muara angke jam 7 pagi. Sayang sekali saya tidak membawa lensa tele, sehingga crop foto harus saya lakukan. Selain itu kondisi yang agak gerimis dan berada di atas kapal yang siap melaju tidak memungkinkan saya menggunakan GND. Oleh sebab itu sedikit layer masking juga saya gunakan agar langit dan laut exposure-nya seimbang.

Sunrise @ Pulau Kayu Angin

Dipikir lagi … hemmmm saya harus kembali lagi kesana suatu saat nanti. Siap untuk memotret, bukan survival seperti kemarin hehehehe. Sayang ya keindahan Indonesia tidak di explore secara maksimal.

MOTO YUK!!!





8 thoughts on “Deserted Island Camping Trip”

  1. nice trip bro..
    kebetulan akhir maret’10 lalu saya juga ke kawasan pulau seribu
    tepatnya di pulau bintang
    tempatnya asik dan hampir diujung kawasan pulau seribu
    cuma ya itu… naik speedboat + ombak lagi tinggi2nya
    beruntung gak ada yang jantungan…
    tapi yang mabok laut banyak 😀

  2. SADIISSSS ABIS……….
    Hasilnya bagus….patut di coba dalam keadaan cerah lagi…klo di bandingin ama pulau tidung bagusan mana ko ??

  3. Aku tertarik dengan foto di Kawasan Industri Pulogadung [foto pertama] secara aku kerja disana juga.
    Ga’ diduga ada moment yang bagus banget… nice om..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *