Category Archives: 99 – Sample & Various techniques

Belajar tidak akan lengkap tanpa contoh, kategori ini adalah kumpulan hasil foto dan teknik yang digunakannya

HDR Process menggunakan AuroraHDR

Dalam pemotretan lanskap dan arsitektur salah satu kendala utama adalah memaksimalkan dynamic range. Artinya menjaga agar bagian foto yang terang tidak menjadi terlalu terang (over expose, sehingga tinggal putih doang) dan bagian foto yang gelap tidak terlalu gelap (under expose, sehingga hitam doang).

Sama halnya dengan ada banyak jalan menuju roma, ada banyak jalan untuk mencapai hal tersebut.

  • Ada yang memastikan kamera nya memiliki dynamic range yang tinggi (DXOMark adalah salah satu website yang jadi referensi kalau mau cek hal ini). Cara ini memiliki keterbatasan menangkap dynamic range, karena bagaimanapun kamera digital memiliki keterbatasan. Plus, foto harus di ambil dalam format RAW dan di olah lebih lanjut.
  • Ada juga yang menggunakan filter (Gradual Neutral Density adalah salah satu filter andalan saya untuk mengatasi masalah dynamic range di pemotretan lanskap). Cara ini termasuk paling efektif dalam menjaga dynamic range. Kendala utama cara ini adalah repotnya pada saat pemotretan dan apabila horizon tidak bersih (misalnya ada gedung gedung atau perbukitan) maka bagian itu bisa ikut ikutan gelap/under expose. Selain itu filter juga tambahan optik di depan lensa, so Image quality juga sedikit banyak terpengaruh.
  • Selain itu pengolahan pasca pemotretan (post processing) menggunakan software HDR (high dynamic range) juga bisa dilakukan. Software ini menggunakan beberapa foto dengan exposure yang berbeda, dan secara “otomatis” melakukan proses blending. Misalnya menggunakan foto paling gelap untuk area langit (supaya tidak over expose) dan foto paling terang untuk area foreground (supaya tidak under expose). Cara ini sangat efektif untuk area dengan horizon tidak bersih. Kendala nya adalah tambahan waktu untuk memproses foto, ketergantungan dengan algoritma software dan apabila tidak hati-hati munculnya artefact (halo, dll).

Salah satu software pemroses HDR yang mencuri perhatian saya adalah AuroraHDR. Tersedia untuk MacOS dan Windows (versi 2018) dengan harga sekitar Rp 1jt. Mahal? Well … filter GND kualitas bagus 1 buah dan holder nya harganya sama.

Sebelum ada yang tanya ada bajakannya gak … sekedar reminder kalau sebagai fotografer mau dihargai karyanya, maka hargai juga hasil karya programmer.

Continue reading HDR Process menggunakan AuroraHDR

Memaksimalkan angle pemotretan lanskap

Salah satu teman saya pernah tanya, kalau motret lanskap di satu tempat cari angle nya gimana? Haruskah begitu ketemu angle yang “pas” nongkrong aja di situ menunggu sunrise/sunset nya? Hemmmm … kalau iya begitu sih di satu lokasi hasilnya cuma 1 foto, dengan background yang berbeda sedikit saja.

Salah satu “kesalahan” landscaper pemula adalah : tidak bergerak dari satu lokasi.

Tamarama 02

Penyebabnya bisa banyak hal sih. Di antaranya :

  1. Teknis belum paham – jadi di satu lokasi ubah setting bolak balik, gak jadi jadi juga. Ubah aperture, ubah iso, ganti filter, mbulet aja terus. Obat untuk penyebab yang ini ya cuma satu : pahami betul basic fotografi & pengoperasian kamera/aksesoris mu. Jadi mau nya apa bisa cepat setting nya.
  2. Kehabisan ide buat angle pemotretan – nah ini gawat, karena susah obat nya. Coba beberapa tips berikut : contek karya orang lain dulu dalam hal angle pemotretan, lakukan survey lokasi pada saat terang / gunakan senter, pikirkan mengenai dasar komposisi (misalnya pattern, garis, point of interest, dll)
  3. Malas – Nah ini ada aja, sudah “PW” – posisi wuenakkk … jadi pasang tripod dan kamera dan udah nongkrong di situ selama 15-45 menit. Obatnya : moto yang lain aja, jangan landscape hahaha
  4. Gak bisa bergerak lincah di kegelapan / outdoor – memang moto lanskap itu butuh kelincahan karena sering moto nya di alam, misalnya di pantai berkarang yang mungkin licin dll. Obatnya : olahraga ya … haha, biar lincah. Pakai senter yang terpasang di kepala biar mudah bergerak juga.
Tamarama 05

Continue reading Memaksimalkan angle pemotretan lanskap

Pentingnya kontras dalam fotografi lanskap

Ada beberapa rekan menanyakan bagaimana membuat foto lanskap yang tajam/sharp menggigit. Apakah ini berhubungan dengan perangkat yang digunakan? … hemmmm … ya, sedikit banyak berpengaruh, tapi faktor yang utama adalah teknik yang benar dan kontras yang cukup.

Teknik yang benar sudah dibahas dalam buku fotografi lanskap motoyuk (bisa di beli di Gramedia). Ini berhubungan dengan penggunaan aperture, shutter speed dan iso yang tepat. Berhubungan pula dengan penggunaan tripod untuk shutter speed yang lambat.

Nah, kalau kontras? Coba lihat foto di bawah ini :

NORAH HEAD_HDR_BEFORE
Norah-Head-HDR-FINAL

Foto yang bawah nampak lebih tajam? Ya, salah satunya karena kontras yang memadahi.

Tonal contrast adalah seberapa jauh berbeda antara area paling terang dan paling gelap di foto. Foto dengan contrast rendah akan terlihat seperti memiliki selaput, dan akibatnya di persepsikan kurang tajam. Foto dengan kontras terlalu tinggi juga tidak bagus karena terlihat kasar. Kontras harus pas.

Continue reading Pentingnya kontras dalam fotografi lanskap

ND 6 Stop untuk Landscape

Filter ND (Neutral Density) adalah salah satu filter yang walaupun bisa di tiru dampaknya dengan image stacking, tapi tetap relatif tidak tergantikan di dunia digital. Saya memulai memotret landscape dengan menggunakan ND 10 stop. Yang artinya kalau saya pakai filter ini shutter speed 1 detik bisa jadi 17 menit 4 detik …. lama ya? Jelas, karena ND 10 stop hanya meloloskan 0.098% cahaya. Super gelap.

Putty Beach

Ini cocok banget buat pemotretan dengan cahaya cukup berlimpah. Misalnya saat matahari sudah mulai agak tinggi seperti di foto di atas, 160 detik. Tapi bila matahari belum tinggi, atau kita ingin slow shutter nya tidak selembut di atas, hemmm agak sulit dengan ND 10 stop. Kecuali kita mau berkorban dengan iso lebih tinggi.

So, akhirnya saya investasi tambahan filter ND 6 stop. Sudah pengen dari dulu, tapi baru kesampaian sekarang. Karena sudah mencoba kualitas ND 10 stop NISI yang netral (foto di atas menggunakan NISI ND dan GND), saya investasi kembali di NISI ND 6 stop.

Sesuai dengan ekspektasi filter ini memang sesuai dengan kebutuhan pemotretan landscape. Contoh pemotretan di bawah ini exposurenya tanpa ND filter (hanya GND 0.9 hard) : f16 iso100 1/4secs

Hornby Lighthouse

Dengan filter ND10 stop maka settingnya menjadi : f16 iso100 4 menit 16 detik. Atau kalau kita mau kompromi dengan aperture dan iso nya maka kita bisa gunakan setting f11 iso200 1 menit 4 detik (Semua perhitungan ini menggunakan fitur exposure di aplikasi Photopills di iOS).

Well, kalau kita memang membutuhkan speed sampai lebih dari 1 menit, ok. Tapi kadang itu tidak ok karena permukaan ombak jadi terlalu halus, atau awan jadi terlalu halus. Kita butuh sedikit lebih cepat. Itu saat ND 6 stop di butuhkan. ND 6 stop meloloskan 1.563% cahaya, masih gelap, tapi gak pakai banget.

Pada foto di atas saya gunakan ND 6 stop NISI, hasilnya f16 iso100 15 detik. Cukup untuk menghaluskan area laut, akan tetapi bagian awan masih dapat detilnya, tidak ada efek movement yang tidak di inginkan. So, memang kadang kita membutuhkan 6 stop, bukan 10 stop. Terutama saat cahaya agak terbatas, dimana matahari belum atau baru saja terbit.

Performance filter NISI ND 6 stop ini sendiri sama baiknya dengan yang 10 stop. Tidak ada color cast. Foto di atas relatif tidak di post pro terlalu banyak, hanya saya ubah white balance nya, karena daylight white balance di Sony A7R agak cold ternyata.





Steel Wool under the Milky Way

Bombo Quarry

Ini adalah salah satu hasil percobaan saya yang berhasil dan sesuai dengan yang saya imajinasikan awalnya.

Secara garis besar ini adalah foto hasil composite dari 2 foto di lokasi yang persis sama dengan exposure yang jauh berbeda. Milky way (background) membutuhkan exposure yang jauh lebih lama dengan iso dan aperture yang lebih sensitif. Sementara steel wool (foreground) membutuhkan exposure yang lebih sebentar.

Continue reading Steel Wool under the Milky Way

MY BBM Monthly Winner – Jan 2016

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat �Berbeda-beda tetapi tetap satu�. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Dear all motoyuk’ers kembali diadakan bb challenge bulan januari 2016 dengan tema “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , ada pun challenge berlangsung dari 09 – 24 January 2016.
berikut pemenang challenge bulan january 2016

BB MY 1 Group :
1. Chandra Winoto – BB MY 1 – “Pengunjung Sam po Kong ”
MY BBM Monthly Winner

2. Cecil Damayanti – BB MY 1 – Flag & Church
MY BBM Monthly Winner

3. Benjamin Pelawi – BB MY 1 – four Hands
MY BBM Monthly Winner

BB MY 2 Group :
1. Putro Asta Nagara – BB MY 2 – Di Tepi Persemaian Padi
MY BBM Monthly Winner

2. Albert Cahyadi – BB MY 2 – The Building
MY BBM Monthly Winner

3. Luckman Afandy – BB MY 2 – Borobudur
MY BBM Monthly Winner

NISI Neutral Density (ND) 10 Stop

Salah satu filter yang tidak tergeser oleh teknologi digital adalah neutral density / ND. Secara mudahnya filter ini menahan cahaya masuk dan mengenai sensor. Yah, mirip dengan kaca mata hitam yang biasa kita gunakan saat sedang terik.

Simple? Ya dan tidak, untuk membuat filter ND dengan densitas (tingkat kegelapan) yang rendah sih tidaklah terlalu sulit. Tapi begitu makin pekat / gelap maka kesulitan akan meningkat. Ingat cahaya yang kita lihat terdiri dari berbagai spektrum warna cahaya. Warna pelangi. Pada ND dengan tingkat kepekatan 10 stop, maka produsen perlu membuat filter yang mampu meloloskan hanya 0.001 cahaya …. dan apabila levelnya tidak sama disemua spektrum cahaya, hasilnya adalah? Color cast.

Color cast adalah gejala warna tambahan yang kita lihat muncul pada foto akibat penggunaan filter, terutama ND yang sangat gelap. Kenapa bisa muncul? Seperti yang dijelaskan di atas, karena tingkat blocking semua spektrum cahaya nya tidak sama.

Mengening Bali

So, selain ketajaman, maka color cast yang netral (tanpa color cast) adalah satu hal yang sangat di cari dari filter ND. Saya pernah menggunakan merek Hitech ND 10 stop (square format) … OMG magenta color cast nya, parah. Sulit sekali post pro nya. Lalu saya juga coba Lee Big Stopper (foto di atas), filter ini relatif bagus karena color cast nya walaupun masih ada, adalah biru. So, perbaikannya di post pro relatif “mudah”.

Waktu mendapat kesempatan mencoba NISI ND Filter yang di kabarkan memiliki color cast netral, saya sempat ragu. Produsen sebesar Lee saja masih kena color cast, masak ini yang relatif lebih murah dibanding Lee bisa netral?

Continue reading NISI Neutral Density (ND) 10 Stop

MY BB Group Challenge – October 2015

Ketika semua yang dirasa sedang tidak menentu ,negatif, ga mood, merubah semua keadaan ke tingkatan diri yang di sebut “stress”, emosi tidak terkendali, selalu mengeluh dengan keadaan yang ada, semua berawal dari perasaan yang ada di dalam diri dan kemudian turun ke dalam hati.

Hati yang ikhlas tak hanya menjauhkan kita dari stres dan penyakit. Tapi juga membuat hidup dipenuhi kedamaian, rasa syukur, dan berkat yang tak ada habisnya. Perasaaan positif atau biasa di sebut Feeling positive sangat berpengaruh sekali terhadap diri kita, momen ini sangat banyak kita temui didalam fotografi, bagaimana ketika kita mengabadikan moment dengan perasaan objek yang sedang dalam mood yang baik, semua keluapan kegembiraan yang di ekspresikan atau perasaan hati kita ketika melihat suatu foto yang kita ambil mengubah perasaan menjadi lebih baik atau gembira.

Berikut rekan2 yang foto nya terpilih menjadi foto pilihan Challenge bulan oktober :

MY1 :
1. Candy
Positif feeling LS (waduk/danau)

MY 1 BB Winner - #12. Dikye Real Happiness MY 1 BB Winner - #2

3. Chandra winoto
Loving You

MY 1 BB Winner - #3 

MY2 :

1. Asta – Positif feeling (2 anak kecil) MY 2 BB Winner - #1

2. MSA Aji
Happy Holiday

MY 2 BB Winner - #23. Luckman On That Face MY 2 BB Winner - #3

MY BB Group Challenge Winner – September 2015

Motoyuk Group 1

Motoyuk BB Group Winner - CFD HIJuara 1 : Ronald Yudiono --- Tema : CFD HI 
Motoyuk BB Group Winner - Crowded on the crossingJuara 2 : Rudy Lie --- Tema : #Crowded on the crossing
Motoyuk BB Group Winner - Pasar Terapung Lok BaintanJuara 3 : Ridho --- Tema : Pasar Terapung Lok Baintan

Motoyuk Group 2

Motoyuk BB Group Winner - Crowded at Gedung SateJuara 1 : Gie --- Tema : Crowded at Gedung Sate
Motoyuk BB Group Winner - Crowded Dalam LorongJuara 2 : Luckman --- Tema : Crowded dalam Lorong
Motoyuk BB Group Winner - Gajah CrowdedJuara 3 : Eko Daryanto --- Tema : Gajah Crowded

(AU) CooGee Beach, Sydney

Lokasi ini relatif sangat dekat dengan apartemen tempat saya tinggal di sub-urb Mascot (sub-urb itu kayak kabupaten / kecamatan lah). Tapi karena ini merupakan pantai wisata (mirip kuta) dengan pasir putih yang panjang, tanpa karang, jadi buat saya fotografer agak kurang menarik. Kebetulan pagi itu agak ramalan cuaca agak mendung, jadi saya pikir ya lumayan lah, daripada jauh jauh dan gak dapat sunrise.

Coogee BeachLokasi ini ada di ujung pantai CooGee. Ini adalah kolam renang alami, biasa di sebut Rock Pool. Dimana air laut menjadi sumber airnya.

Saya sempat muter muter cari obyek yang menarik, tapi tampaknya tidak terlalu banyak memang. Akhirnya saya putuskan untuk ke obyek sejuta umat pantai ini : CooGee Rock Pool.

Lokasinya mudah dicari dengan google map. Tinggal cari : “CooGee Surf Lifesaving Club” … rock pool nya ada tepat di depannya.

Dalam cuaca dingin seperti winter ini untungnya adalah tidak banyak orang berenang di sini, walau tetap ada saja yang cukup “gila” berenang di suhu sekitar 9-13 derajat celcius. Well, ini air laut, so jangan tanya ada pemanas nya gak *LOL

Continue reading (AU) CooGee Beach, Sydney