Category Archives: 98 – Travel Journey

Kalau ini merupakan kategori yang berhubungan dengan itinerary perjalanan travel photography-ku, lengkap dengan tips selama perjalanan

ND 6 Stop untuk Landscape

Filter ND (Neutral Density) adalah salah satu filter yang walaupun bisa di tiru dampaknya dengan image stacking, tapi tetap relatif tidak tergantikan di dunia digital. Saya memulai memotret landscape dengan menggunakan ND 10 stop. Yang artinya kalau saya pakai filter ini shutter speed 1 detik bisa jadi 17 menit 4 detik …. lama ya? Jelas, karena ND 10 stop hanya meloloskan 0.098% cahaya. Super gelap.

Putty Beach

Ini cocok banget buat pemotretan dengan cahaya cukup berlimpah. Misalnya saat matahari sudah mulai agak tinggi seperti di foto di atas, 160 detik. Tapi bila matahari belum tinggi, atau kita ingin slow shutter nya tidak selembut di atas, hemmm agak sulit dengan ND 10 stop. Kecuali kita mau berkorban dengan iso lebih tinggi.

So, akhirnya saya investasi tambahan filter ND 6 stop. Sudah pengen dari dulu, tapi baru kesampaian sekarang. Karena sudah mencoba kualitas ND 10 stop NISI yang netral (foto di atas menggunakan NISI ND dan GND), saya investasi kembali di NISI ND 6 stop.

Sesuai dengan ekspektasi filter ini memang sesuai dengan kebutuhan pemotretan landscape. Contoh pemotretan di bawah ini exposurenya tanpa ND filter (hanya GND 0.9 hard) : f16 iso100 1/4secs

Hornby Lighthouse

Dengan filter ND10 stop maka settingnya menjadi : f16 iso100 4 menit 16 detik. Atau kalau kita mau kompromi dengan aperture dan iso nya maka kita bisa gunakan setting f11 iso200 1 menit 4 detik (Semua perhitungan ini menggunakan fitur exposure di aplikasi Photopills di iOS).

Well, kalau kita memang membutuhkan speed sampai lebih dari 1 menit, ok. Tapi kadang itu tidak ok karena permukaan ombak jadi terlalu halus, atau awan jadi terlalu halus. Kita butuh sedikit lebih cepat. Itu saat ND 6 stop di butuhkan. ND 6 stop meloloskan 1.563% cahaya, masih gelap, tapi gak pakai banget.

Pada foto di atas saya gunakan ND 6 stop NISI, hasilnya f16 iso100 15 detik. Cukup untuk menghaluskan area laut, akan tetapi bagian awan masih dapat detilnya, tidak ada efek movement yang tidak di inginkan. So, memang kadang kita membutuhkan 6 stop, bukan 10 stop. Terutama saat cahaya agak terbatas, dimana matahari belum atau baru saja terbit.

Performance filter NISI ND 6 stop ini sendiri sama baiknya dengan yang 10 stop. Tidak ada color cast. Foto di atas relatif tidak di post pro terlalu banyak, hanya saya ubah white balance nya, karena daylight white balance di Sony A7R agak cold ternyata.





(AU) Sydney Opera House, HDR Tips

Salah satu lokasi ikon kota Sydney adalah Opera House. Begitu melihat bangunan ini semua orang tahu bahwa ini adalah Australia, tepatnya Sydney.

Ada banyak lokasi untuk memotret ikon ini. Baik dari area Sydney Opera House sendiri, Killibilli, Luna Park, Cremorne, Botanical Garden, dll. Semuanya punya karakter pemotretan tersendiri, unik dan patut dicoba.

Sydney Opera HouseDari arah Cremorne Wharf - dengan lensa tele (twilight menjelang malam)
Harbour BridgeDari arah Luna Park - after Twilight sunset
SydneyDari arah Botanical Garden - sunset
Sydney Opera HouseDari arah Circular Quay - menuju Sydney Opera House (twilight pagi hari)

Kali ini saya akan membahas teknik pemotretan HDR yang digunakan untuk foto  di atas.

Continue reading (AU) Sydney Opera House, HDR Tips

(AU) Central Coast, New South Wales

Lokasi perjalanan kali ini cukup jauh dari Sydney kota. Butuh sekitar 2 jam lebih untuk mencapai lokasinya. Tapi area nya menarik dan juga banyak alternatif lokasi baru. Pada kesempatan ini saya mengunjungi 4 lokasi, hanya saja memang tidak semuanya optimum karena kondisi hujan angin.

Putty Beach

Lokasi pantai ini cukup jauh dan tersembunyi. Akan tetapi kita bisa menemukan karang yang unik disini (foreground). Sunrise sendiri tidaklah perfect karena tersembunyi sedikit oleh bukit.

Kita bisa parkir di lapangan parkir yang ada di dekat pantai (-33.528093, 151.373546). Dari situ kita tinggal jalan ke arah Bouddi Coastal Walk (-33.530704, 151.377623). Mudah dan juga sangat dekat.

Putty Beach

Pada pagi itu saya mengalami issue yang cukup sulit. Angin kencang. Tidak sekedar angin kencang, tetapi angin basah. Alias kalau dibiarkan sebentar saja bagian depan lensa akan basah dengan percikan percikan air. Untuk yang satu ini kita harus sabar dan gerak cepat. Dan penggunaan filter sangat membantu menjaga kebersihan lensa.

Continue reading (AU) Central Coast, New South Wales

(AU) Cremorne Wharf, Sydney

Salah satu lokasi untuk memotret pemandangan kota Sydney yang tidak banyak orang tahu terletak hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan Ferry dari Circular Quay. Lokasinya ada di dekat dermaga Cremorne (Google Map Coordinate : -33.847853, 151.230895).

Cremorne - Burning SunsetDari Circular Quay kita bisa ambil ferry di dermaga 6, menuju Cremorne. Kendalanya cuma ferry ini agak jarang, satu jam sekali. So hati hati dalam merencanakan perjalanan. Lebih baik berangkat lebih awal daripada telat. Ada 2 lokasi pemotretan, satu ada di sebelah kanan begitu kita keluar dari dermaga (Google Map Coordinate : -33.848655, 151.232875). Kendala dengan lokasi ini adalah terhalang dengan beberapa batang pohon dan juga agak sulit memotret di tebing nya. Bonus nya : Ada mercusuar kecil yang bisa jadi obyek menarik. Continue reading (AU) Cremorne Wharf, Sydney

(AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

Ini adalah salah satu tempat yang menarik di Sydney, komplit dengan pemandangan mercusuar nya, laut dan tebing yang indah, city view dan juga park. Lokasinya sendiri (Google map : -33.833315, 151.280584agak jauh dari pusat kota, tetapi masih terjangkau dengan mudah via kendaraan umum.

Hornby Lighthouse

Kita bisa naik ferry dari Circular Quay menuju Watson Bay. Setelahnya berjalan kaki melalui Cliff Street (sekitar 10-15 menit) dan masuk ke cagar alam di Camp Cove. Saran : bawa senter, karena begitu lewat sunset maka jalan di cagar alam ini gelap sekali.

Traveller

Tidak ada biaya masuk, biaya motret dan biaya preman lainnya. So murni hanya biaya transport menggunakan Ferry. Kalau mau murah ya pergi di hari minggu menggunakan OPAL Card. Karena untuk hari minggu maksimum charge adalah AUD 2.5. So mau sampai ujung dunia juga bayar maksimal segitu.

Pantai di Camp Cove sendiri cukup menarik untuk di eksplore. Juga dengan city view sepanjang perjalanan ke Hornby Lighthouse. Sayang saya tidak punya banyak waktu saat itu, sehingga langsung menuju area mercusuar.

Mercusuar nya sendiri sangat menarik dengan warna merah putih nya. Eye Catching.

Angle pemotretan bisa dilakukan persis di area bawah mercusuar, tetapi agak statis dan kurang menarik. Lebih menarik adalah dari tebing tidak jauh dari mercusuar itu (sekitar 20-30 meter). Tetapi kita perlu ekstra hati hati karena tebingnya sangat curam dan tidak memiliki pagar pembatas. Continue reading (AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

(AU) Fairfax Lookout – North Head – Manly, Sydney

Ada banyak lokasi untuk menikmati city view dari Central Business District (CBD) Sydney. Salah satu diantara nya yang relatif cukup jauh, tapi juga cukup spektakuler adalah di Fairfax Lookout, North Head, Manly (Google Map coordinate : -33.823307, 151.300276)

Lokasinya sebenarnya berseberangan dengan South Head, lokasi dimana Hornsby Lighthouse berada (saya tuliskan di artikel lain nanti). Tetapi untuk mencapainya memang agak lebih “PR” … karena kita perlu naik ferry ke Manly, lalu naik bis dan berjalan sekitar 10 menit untuk mencapai area nya. Google map di Android / iOS dengan mudah bisa menunjukkannya.

Ada 2 lokasi yang menarik di area ini. Satu lokasi adalah di -33.821828, 151.300845, di lokasi ini kita bisa melihat laut lepas dengan pemandangan tebing yang indah.

Lokasi kedua adalah Fairfax Lookout sendiri. Untuk memotret disini Sunset adalah waktu yang disarankan, karena menghadap ke Barat.

Pink Sunset

Pemotretan membutuhkan lensa medium – tele, sekitar 50mm – 200mm (APS-C). Kalau menggunakan lensa wide maka obyek utama sulit untuk di peroleh detilnya. Tentu saja tripod juga dibutuhkan untuk detilnya, karena begitu sunset + lensa tele maka shake sangatlah besar kemungkinannya.

Salah satu trik pemotretan di lokasi ini adalah menggunakan ISO rendah dan aperture sempit (misalnya f16-22) untuk mendapatkan slow shutter dan halus permukaan laut. Tanpa slow shutter sekitar 10 detik atau lebih maka permukaan laut sulit dihaluskan, dan akibatnya akan sedikit menganggu.

Tentunya ini perlu di adjust apabila ada kapal / cruise lewat (lumayan sering) dan kita ingin detilnya sebagai foreground, supaya speednya cukup dan tidak blur karena pergerakan si kapal.


(AU) Turimetta Beach – Narrabeen

Pantai Turimetta di area Narrabeen ini tidaklah jauh dari pusat kota Sydney (koordinat area di google map : 33°42’02.5″S 151°18’32.4″E).

Masih terjangkau oleh transportasi publik. Saya sendiri pergi ke area ini 2 kali. Kali pertama menggunakan kereta yang di lanjutkan dengan bis (untuk detil gunakan Google Map Application, sangat membantu), dan kali kedua naik mobil teman. Well, agak susah memang dengan transportasi publik mengejar sunrise (kereta baru  mulai jalan agak siangan), tapi sunset sih ok. Apabila menggunakan Opal Card maka akan sangat murah untuk pergi di hari Minggu, karena mau jalan jalan sejauh apapun maksimal seharian cuma AUD 2.5

Begitu sampai di pantai ini ada 3 area menarik :

Di sebelah kiri tidak ada karang yang terlalu menarik, tetapi saat sunrise dengan matahari kuat maka kita bisa dapat siluet siluet menarik dengan lekuk ombak yang juga menarik

Golden Moment

Di bagian tengah ada area dengan karang yang unik pattern nya, bisa di eksplore. Area ini relatif aman karena ombak pecah di tengah laut dan tidak terlalu parah mengenai area ini.

Turimetta

Area di kanan paling menarik, lengkap dengan area berlumut hijau, karang berbentuk tangga (dengan potensi slow shutter) dan juga karang ukuran besar yang bisa di jadikan foreground menarik. Masalah utama area ini adalah ombaknya besar apabila air pasang sedang tinggi. So kalau mau bagus ya cari saat dimana ombak medium. Continue reading (AU) Turimetta Beach – Narrabeen

(AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

Kebetulan baru seminggu di Ausie sudah long weekend (Queen’s BDay). Awalnya mau berangkat ke Melbourne, memanfaatkan long weekend nya. Tapi setelah dipikir lagi kayaknya area Melbourne bisa di cover di weekend biasa, so akhirnya memilih ke Tasmania.

Bay of Fire

Tasmania adalah pulau “kecil” di ujung bawah Australia. Kota kota nya tidak terlalu besar. Hobart adalah kota terbesarnya, tapi saya memilih untuk ke kota kedua terbesar, yaitu Launceston, yang ada di Utara Tasmania (Hobart ada di Selatan). Tasmania terkenal dengan alam nya dan pertanian – peternakannya. So tentunya landscape adalah tujuan utama saya.

Scottsdale
St helen

Biaya perjalanan kesana dari Sydney not bad. Saya naik budget airlines Jetstar untuk berangkat (AUD 128), dan pulang dengan Virgin Australia (transit Melbourne – lupa biayanya, tapi kurang lebih sama). Harga agak tinggi karena saya pesannya mepet.

Setelah mencoba nya saya rekomendasikan untuk naik Virgin saja, jarak antar kursi lebih lega, ada snack dan minuman, bagasi bisa naik plus bisa akses film via aplikasi di iPad pribadi.

Penginapan di Launceston saya gunakan ArtHouse Hostel – dormitory isi 6 orang (AUD 40an untuk 2 malam). Saya terbiasa menggunakan hostel selain lebih murah, juga lebih banyak kemungkinan ngobrol dengan traveller lain. Hostel yang ini lokasi cukup strategis, walau tidak di pusat kota, tapi tenang dan cozy. Bangunannya sendiri sudah tua, tapi kamar dan toilet dll relatif bersih dan nyaman.

Launceston

Sedangkan untuk transportasi mau tidak mau saya sewa mobil di sana. Saya pesan di Bargain Car Rental, Hyundai i20. Kapasitas sebenarnya 4 orang, tapi saya hanya pakai sendiri hahaha. Biaya total 3 hari tidaklah terlalu mahal, AUD 93. Akan tetapi bensin cukup mahal, untuk perjalanan saya sehari saya menghabiskan sekitar AUD 40 untuk bensin unleaded.

Continue reading (AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

(AU) Vivid Sydney

—– new update di bagian bawah —–

Sepanjang beberapa minggu di akhir musim gugur sampai dengan awal musim dingin pemerintah kota Sydney mengadakan festival yang unik. Festival yang berfokus pada permainan cahaya dan juga bunyi ini dikenal dengan nama Vivid Sydney.

Saya sendiri tidak sempat kebagian banyak, selain karena belum terlalu pengalaman ber navigasi di area Sydney, juga karena pada penghujung Vivid Sydney saya kebetulan sudah menjadwalkan trip ke Tasmania. So saya hanya kebagian melihat dan motret di area Circular Quay.

Vivid Sydney

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman memotret Vivid Sydney ini. Yang saya baru ketahui pada saat sudah berada di tempat adalah proyeksi cahaya dilakukan secara dinamis. Jadi misalnya pada kasus Opera House di atas, dinding opera house menjadi selayaknya layar proyeksi. Ibarat film maka gambarnya terus berganti.

Continue reading (AU) Vivid Sydney

(AU) Mt. Wilson, Blue Mountain, Sydney

Di temani oleh Edward YD, salah satu motoyuk-ers Sydney, kita menjelajah area yang cukup jauh dari Sydney (kota). Kebetulan Edward tinggal di BlackTown, jadi saya naik kereta dulu ke BlackTown ini (via West route). Ganti kereta di Central, dan kurang lebih sejam kemudian saya sampai.

Central_DSC04219

Kemudian dilanjutkan dengan sekitar 45 menit perjalanan menggunakan mobil pribadi menuju Mt. Wilson, di area Blue Mountain. Berbeda dengan area Katoomba (dengan 3 sisters nya), area ini tidak dilalui kendaraan publik. Jalanan juga lebih sempit dan tidak semulus jalan biasa …. well walaupun kalau dibandingkan jalanan di Jakarta masih lebar (2 jalur) dan mulus (bergelombang, tapi tidak ada lubang).

Me & Edward in Mt Wilson Blue MountainFuji XT1 + XF 55-200, lensa tele digunakan untuk meminimalkan area langit (flat) yang masuk ke dalam frame, Velvia + Daylight WB

Tujuan utama kita menuju area ini adalah mencari daun daun mapple musim gugur terakhir. Maklum, sebenarnya sekarang sudah mulai masuk musim dingin (Juni-Agustus). Plus musim dingin agak awal datangnya tahun ini.

Continue reading (AU) Mt. Wilson, Blue Mountain, Sydney