Category Archives: 96 – MY-ers Articles

MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Seimbang atau balance dalam sebuah komposisi tidak sama dengan harus simetris. Simetris pasti balance, tetapi balance tidak selalu simetris. Simetris adalah permainan bidang yang seimbang antara sisi kiri dan kanan.

Dalam dunia seni rupa dikenal dua konsep kesimbangan yaitu konsep simetris dan asimetris. Simetris tentunya lebih formal dengan konsep titik sumbu di tengah membagi dua sama rata dan sama berat, komposisi simetris lebh mudah dipahami oleh pikiran kita karena secara kodrati manusia sendiri terlahir simetris.

82

Simetris ini berlaku utuk objek2 arsitektur jaman tradisional, contohlah istana raja2 cenderung bangunan nya simetris antara sisi kiri dan kanan. Penerapan dalam photography tentunya mudah untuk bangunan seperti ini, Anda tinggal menuju di titik tengah membagi dua bidang kiri dan kanan lalu capture it…. aman dan mudah. Simple sekali. Secara teori ini mengakibatkan bangunan menjadi lebih cenderung monoton, terbatas dan agak kaku. Komposisi keseimbangan akan menjadi dinamis ketika Anda merubah angle terhadap gedung yang foto menjadi angle membentuk perspektif 2TH.

Continue reading MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Tulisan by : Enggar SP

Menurut Wikipedia, Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Sekitar Agustus 2014, Pak Yohanes Indro Kristanto mengemukakan di forum FB Motoyuk, mengusulkan hunting bareng terkait Baduy dengan tema kurang lebih mengangkat ke eksotisan suku Baduy baik dari sisi pemandangan, nilai budaya dan social, aktifitas keseharian dsb. Adapun wilayah yang dituju hanya sampai Baduy Tengah.

Jelas saya ngileeerr. Saya sudah lama gak travel photo hunting. Ada tawaran hunting bareng temen2 Bolang kantor, tetapi saya menolak karena rute mereka menuju Baduy Dalam dan saya pasti tidak akan sanggup mengikutinya karena cidera lutut pada bulan puasa yang mengharuskan saya tau diri akan kesehatan kaki (red : penuaan dini T_T)

Berdasar info dan kondisi diatas, akhirnya saya memutuskan IKUT Motoyuk karena pastinya saya akan mendapatkan banyak objek yang eksotis dan pastinya bisa ngerasain suka duka gimana sih hunting bareng komunitas fotografi 😀

Perjalanan saya feat Motoyuk diawali dengan meeting point di Driving Range Senayan. Sekitar pukul 19.00 WIB, kami  – ber 26 orang – dengan dikomandani oleh Pak Yohanes Indro Kristanto, Om Bayoe Wanda, Om Rachmat Yulyanto dan Om Rifka –  menggunakan bis kecil berangkat menuju Kabupaten Lebak, Banten.

Nantinya kami akan bertemu dengan pemandu guide Kang Chinul dan Kang Daniel dimana Kang Daniel adalah mantan Baduy Dalem yang sekarang menjadi warga Serang

image

Perjalanan Jakarta-Rangkas macet, sehingga rombongan sampai masjid Agung Rangkas sekitar pukul 23.30 WIB, sangat malam. Rombongan menginap di BKD – Balai Kepegawaian Daerah Kabupaten Lebak (semoga gak salah kepanjangan nama :D)

Continue reading MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

MY-ers Articles : Leaf Shutter, By : Yohanes Sanjaya

Leaf Shutter adalah teknologi shutter yg cukup unik dan jarang digunakan pada kamera2 digital masa kini. Untuk saat ini, yang saya tahu, kamera yang menggunakan leaf shutter dan masih dijual di pasaran adalah Fujifilm Finepix X100, X10, X100s dan X20 dan SONY RX1 / RX1R

Secara mekanisme, leaf shutter umumnya diletakkan di pantat lensa (berbeda dengan focal plane shutter -digunakan di DSLR umumnya – diletakkan dekat sensor/penangkap gambar). Leaf shutter ini berbentuk bilah2 metal (metal leaves), membuka dan menutup seperti layaknya bilah aperture.

Leaf shutter

Focal plane shutter (shutter yg umumnya digunakan di kamera2 DSLR saat ini) membuka dan menutup mengunakan “tirai” mekanis.

Continue reading MY-ers Articles : Leaf Shutter, By : Yohanes Sanjaya

My-ers Articles : Macro Editing, By : Villy Pramudya

Sehabis mengikuti workshop macro beberapa waktu yang lalu saya banyak mendapatkan pencerahan tentang Macro Photography, baik itu teknik, pencahayaan natural dan editing.

Tapi bukan itu yang saya mau share disini,melainkan bagaimana mendapatkan pencahayaan yang bagus dan juga berkesan sehangat mentari pagi melalui olah digital di Adobe Photoshop.

Mari kita lihat foto dibawah,

_DSC8755

Langkah pertama saya saat ambil foto macro, objek/POI selalu saya letakkan di tengah-tengah frame,atau paling tidak saya ambil 2/3 dari bidang frame kamera. Mengapa? karena foto macro membutuhkan cropping dan pengaturan angle terbaik pada akhirnya.

Nah, daripada bingung nantinya lebih baik letakkan objek di tengah-tengah (gunakan point focus paling sensitive di viewfinder yaitu di titik tengah).

 

Continue reading My-ers Articles : Macro Editing, By : Villy Pramudya

MY Articles : the mystery – by : SooSing Goh

How a Hat solved my photography achilles heel

Since my trip to Australia in March last year, I’ve noticed that this line/purple hue appears whenever I use my Hoya ND400 filter (its a 9 stop filter which allows 1/500 of light through – to allow you to shoot long exposures) – see example above. Initially, it only appeared occasionally. Eventually, the filter fell apart, and I replaced it. I also upgraded my wide angle lens from Tokina 11-16 (DX lens) to Nikon 16-35 (Full Frame) lens. The frequency of the purple banding/line – became almost 100% – and asking my photography friends in Indonesia, in Singapore – no one had ever seen it. I didn’t think it was the filter (since it was new, and also happened with the old filter), the lens or camera (since it doesn’t appear when I don’t use the filter).

Continue reading MY Articles : the mystery – by : SooSing Goh

MY Weekly Editor Choice – Anak-anak Mengening, By : Candy, Bandung

Foto ini saya ambil sewaktu hunting bersama Motoyuk, tanggal 4 November 2013 di Pantai mangening Bali. Saya ambil foto ini menggunakan camera Canon 5D mark II, dengan lensa canon 16 – 35 di F8,  iso 200, FL 16 mm, speed 1/60 detik dengan EV + 2/3.

Pada waktu itu saya sampai di Pantai Mangening kurang lebih jam 4.20 sore dan langsung menuju pantai bagian kanan. Disitu saya melihat ada beberapa anak anak kecil lagi bermain air, melihat moment itu langsung saya coba mendekati mereka, ternyata setelah saya mendekat  mereka minta di foto. Langsung saya ambil beberapa foto anak anak ini, dengan pencahayaan dari arah belakang ( backlighting ).

_MG_3433 ( E )

Saya atur camera dengan menggunakan partial metering, WB pada 5200 kelvin, pic style Faithfull ( sesuai anjuran dari mentor Edo ), dan foto saya rekam  dalam format RAW + M.

Continue reading MY Weekly Editor Choice – Anak-anak Mengening, By : Candy, Bandung

MY Articles : Tips & Trick Toys Photography, By : Yohanes “Sujo” Sanjaya

Apa sih toys photography?

Toys photography dapat dibilang sebagai kombinasi genre foto portrait, macro dengan still life. Dalam toys photography, kita dituntut untuk dapat menampilkan sisi menarik dari sebuah / beberapa figure dengan bantuan property, light dan background.

Teknik dasar macro photography diperlukan dalam toys photography. Kita harus dapat mengontrol DoF dan angle yg benar untuk obyek2 yang relatif kecil.

Toys photography boleh menjadi alternatif genre fotografi bagi kita2 yang sibuk, susah meluangkan waktu untuk hunting foto.  Cukup meluangkan waktu di kala senggang saja, kita dapat belajar banyak dari toys photography. Kita dapat lebih mengenal lagi karakter dari lensa dan kamera yg kita miliki, kita dapat lebih mengetahui feature2 dari kamera kita, dan masih banyak lagi.

Mungkin akan terlalu membosankan jika saya tuangkan isi workshop kemarin menjadi tulisan yang panjang dan bertele2.  Jadi berikut ini akan saya bahas  point2 yang menarik dan cukup penting saja untuk diperhatikan dalam genre toys photography ini.

 

CONCEPTING

Seringkali rekan2 saya bertanya kepada saya ketika melihat foto2 mainan saya. “Kok kepikiran sih bikin kaya gitu?”, “Dapet ide dari mana sih bro?” dst..dsb…

Sebenarnya, ide bisa kita dapat di mana saja, kapan saja asalkan kita selalu jeli memperhatikan.

toys1

Salah satu contohnya, gambar di atas saya dapat dari facebook status teman saya.

Continue reading MY Articles : Tips & Trick Toys Photography, By : Yohanes “Sujo” Sanjaya

MY-ers Articles : Toys Photography Mini Competition, By : Suherman

Winner Toys

Berikut adalah sharing dari Suherman untuk foto yang memenangkan mini competition ini :

——————————–
Pas lagi hunting, begitu lihat figurenya diposekan saya langsung buru2 mencoba mengambil bbrp shot. tp begitu lihat hasilnya koq serasa kurang dramatis. yg sy harapkan dari awal begitu lihat figure yang super keren ini yaitu anime yg dark theme. sy berhenti moto dulu bbrp saat karena gantian ngambil photo dengan yg lain.

Continue reading MY-ers Articles : Toys Photography Mini Competition, By : Suherman

Landscape on Fuji X Pro1? Why Not?

Saya adalah yang pertama penasaran bagaiman performance Fuji X Pro1 saat digunakan untuk pemotretan lanskap. Maklum baru pindah agama dari NEX. Jadi penasaran apakah bisa sama bagus, atau lebih bagus dari NEX.

Kebetulan sekali MY-ers Siem MingChaw yang ikut dalam mentoring di Bali menggunakan Fuji X Pro 1 – lengkap dengan lensa wide 14mm milik Fuji. Lensa ini adalah, sejauh ini, lensa paling lebar milik Fuji. Di akhir November ini teori nya Fuji akan meluncurkan XF 10-24 f4 sebagai lensa ultra wide angle (siap siap pecah celengan ayam).

Selain itu Siem menggunakan jenis sistem GND baru, yaitu sistem Seven 5 milik Lee. Sistem ini alih alih menggunakan GND dengan ukuran besar, ukurannya relatif kecil : 75 x 90mm. Selain ukurannya kecil dan sangat ringan holder nya, filter ini bisa dibeli terpisah (satuan – bukan set seperti Lee GND umumnya). Pilihannya pun sudah lengkap, mulai dari Hard, Soft, maupun Reverse (dari produsen Singh Ray)

Continue reading Landscape on Fuji X Pro1? Why Not?