Category Archives: 08 – Advance knowledge (Architecture)

(AU) Sydney Opera House, HDR Tips

Salah satu lokasi ikon kota Sydney adalah Opera House. Begitu melihat bangunan ini semua orang tahu bahwa ini adalah Australia, tepatnya Sydney.

Ada banyak lokasi untuk memotret ikon ini. Baik dari area Sydney Opera House sendiri, Killibilli, Luna Park, Cremorne, Botanical Garden, dll. Semuanya punya karakter pemotretan tersendiri, unik dan patut dicoba.

Sydney Opera HouseDari arah Cremorne Wharf - dengan lensa tele (twilight menjelang malam)
Harbour BridgeDari arah Luna Park - after Twilight sunset
SydneyDari arah Botanical Garden - sunset
Sydney Opera HouseDari arah Circular Quay - menuju Sydney Opera House (twilight pagi hari)

Kali ini saya akan membahas teknik pemotretan HDR yang digunakan untuk foto  di atas.

Continue reading (AU) Sydney Opera House, HDR Tips

(AU) Cremorne Wharf, Sydney

Salah satu lokasi untuk memotret pemandangan kota Sydney yang tidak banyak orang tahu terletak hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan Ferry dari Circular Quay. Lokasinya ada di dekat dermaga Cremorne (Google Map Coordinate : -33.847853, 151.230895).

Cremorne - Burning SunsetDari Circular Quay kita bisa ambil ferry di dermaga 6, menuju Cremorne. Kendalanya cuma ferry ini agak jarang, satu jam sekali. So hati hati dalam merencanakan perjalanan. Lebih baik berangkat lebih awal daripada telat. Ada 2 lokasi pemotretan, satu ada di sebelah kanan begitu kita keluar dari dermaga (Google Map Coordinate : -33.848655, 151.232875). Kendala dengan lokasi ini adalah terhalang dengan beberapa batang pohon dan juga agak sulit memotret di tebing nya. Bonus nya : Ada mercusuar kecil yang bisa jadi obyek menarik. Continue reading (AU) Cremorne Wharf, Sydney

(AU) Vivid Sydney

—– new update di bagian bawah —–

Sepanjang beberapa minggu di akhir musim gugur sampai dengan awal musim dingin pemerintah kota Sydney mengadakan festival yang unik. Festival yang berfokus pada permainan cahaya dan juga bunyi ini dikenal dengan nama Vivid Sydney.

Saya sendiri tidak sempat kebagian banyak, selain karena belum terlalu pengalaman ber navigasi di area Sydney, juga karena pada penghujung Vivid Sydney saya kebetulan sudah menjadwalkan trip ke Tasmania. So saya hanya kebagian melihat dan motret di area Circular Quay.

Vivid Sydney

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman memotret Vivid Sydney ini. Yang saya baru ketahui pada saat sudah berada di tempat adalah proyeksi cahaya dilakukan secara dinamis. Jadi misalnya pada kasus Opera House di atas, dinding opera house menjadi selayaknya layar proyeksi. Ibarat film maka gambarnya terus berganti.

Continue reading (AU) Vivid Sydney

Film Simulation

Sama halnya dengan Picture Style di Canon dan Picture Control di Nikon, adalah Film Simulation di Fuji. Prinsipnya sama, mengatur warna, kontras dll sehingga JPEG yang dihasilkan sudah setengah jadi post pro nya.

Ini merupakan kumpulan dari artikel di FB FujiWorld mengenai Film simulation … saya bukan penterjemah, jadi silahkan gunakan google translate buat yang bingung dengan bahasa inggris nya 🙂


If you shoot with a digital camera and are serious about photography, chances are that you shoot in RAW format. RAW is flexible and therefore undeniably a very attractive option. But if you own a FUJIFILM camera, put that thought on the side for a second. You may be wasting just about half of the camera’s potential.

First of all, the color reproduction is not just a “tendency” for FUJIFILM cameras, but rather a “world of its own” to put it more correctly. It does not just look “vivid” or “soft”. They are in their own world of color reproduction of “Velvia” and “ASTIA”.

When you shoot a photo, you would first look at the subject. It can be anything from “autumn leaves” to “person”. And you would set it to “Vivid” or “Soft” depending on the subject. You may be happy with the result if the autumn leaves appear vivid or the skin appears soft.  At the same time, you may be unsatisfied with the result, but think that “it can be edited later” if they were shot in RAW.

If you use FUJIFILM camera, your style of photography can be a bit different. How would the autumn leaves or the person appear if they were shot in Velvia? How would they appear if they were shot in ASTIA?

11046604_839072869498851_6621604002451851846_n

This is the fundamental idea of FUJIFILM’s approach to color reproduction and photography. We regard the time you spend shooting very important.

And as the FUJIFILM cameras are mirrorless, you can check the final image before the shot is taken. You can preview the world of Velvia and ASTIA.

Continue reading Film Simulation

Slow Shutter Anyone?

Kebetulan minggu lalu dapat kesempatan untuk business trip ke Singapore. Saya sudah ke singapore beberapa kali, so agak bingung mau motret apalagi. Tapi kebetulan teman dari Ausie belum pernah, so pikir pikir tidak ada salahnya ke tempat yang “sama”. Alhasil kita menuju area Marina Sands Bay (lagi).

Nature vs Man MadeVery low angle ... hampir nempel ke air dan si bunga teratai | Fuji XT1 dan Samyang Fish Eye 8mm

Yang unik dari Singapore adalah mereka selalu memperbaharui hiasan di lokasi wisata mereka. Seperti di museum di dekat Marina Sands Bay ini, kali ini mereka baru saja menanam banyak sekali bunga teratai dan sedang berbunga. Terpikirlah untuk mengambil angle seperti di atas. Fish Eye membantu karena tanpa fish eye bangunan nya terpotong, atau bunganya kecil (kalau agak jauh).

Kebetulan kita bisa masuk sampai di bawah museum, dan kita mendapatkan view yang sangat menarik. Sudah kita bayangkan pada saat sunset pasti menarik, so sembari jalan jalan kita menunggu sunset yang baru datang sekitar jam 19.00 local time.

Saat akhirnya sunset datang saya gunakan posisi low angle untuk mendapatkan posisi bunga teratai yang pas. Tripod tentunya diperlukan, dan GND Soft Edge 0.9x juga.

Nature vs Man MadeFuji XT1 + XF 10-24mm - f11 iso200 1/50secs - Velvia

Berkarakter dengan awan awannya, tapi saya ingin riak air di permukaan kolam hilang, dan juga awan lebih lembut. So teknik slow shutter saya coba. Karena saya gunakan Big Stopper ND (10 stop) maka saya bisa push sampai 6 menit exposure (cara hitung lihat cara penggunaan ND filter di web ini juga). Tapi ND filter kadang agak under kalau pas dengan hitungan, so saya lebihkan menjadi 340 detik.

Continue reading Slow Shutter Anyone?

MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Seimbang atau balance dalam sebuah komposisi tidak sama dengan harus simetris. Simetris pasti balance, tetapi balance tidak selalu simetris. Simetris adalah permainan bidang yang seimbang antara sisi kiri dan kanan.

Dalam dunia seni rupa dikenal dua konsep kesimbangan yaitu konsep simetris dan asimetris. Simetris tentunya lebih formal dengan konsep titik sumbu di tengah membagi dua sama rata dan sama berat, komposisi simetris lebh mudah dipahami oleh pikiran kita karena secara kodrati manusia sendiri terlahir simetris.

82

Simetris ini berlaku utuk objek2 arsitektur jaman tradisional, contohlah istana raja2 cenderung bangunan nya simetris antara sisi kiri dan kanan. Penerapan dalam photography tentunya mudah untuk bangunan seperti ini, Anda tinggal menuju di titik tengah membagi dua bidang kiri dan kanan lalu capture it…. aman dan mudah. Simple sekali. Secara teori ini mengakibatkan bangunan menjadi lebih cenderung monoton, terbatas dan agak kaku. Komposisi keseimbangan akan menjadi dinamis ketika Anda merubah angle terhadap gedung yang foto menjadi angle membentuk perspektif 2TH.

Continue reading MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Fuji XT1 + Samyang Fish Eye 8mm Mk2 (Fuji Mount)

Berikut beberapa hasil foto menggunakan lensa third party merek Samyang (dengan mounting Fuji X). Lensa ini termasuk kategori murmergus —- murah, dengan kualitas yang juga bagus.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Tidak perlu terlalu khawatir dengan manual focusnya, pada kondisi fish eye dan pengguaan f8 ke atas maka DOF nya relatif sangat luas. So AF dan MF tidaklah berbeda signifikan.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Keseluruhan foto di ambil dengan menggunakan XT1 yang di setting pada f8 iso6400 (ya, noise nya memang cukup minimal di Fuji … so agak malas menggunakan tripod). Provia film simulation dengan AWB digunakan.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Padma Bandung

Hilton Hotel Bandung, Indonesia





Wide Angle vs Fish Eye

Kebetulan mendapatkan kesempatan motret sementara nginep di Aston Residence Kuningan. Dalam kesempatan ini coba saya perlihatkan perbedaan ultra wide angle lens vs fish eye.

Semua foto saya ambil dengan Fuji XT1. Untuk ultra wide angle saya gunakan XF 10-24mm di 10mm nya … setara dengan 15mm di full frame. Sedangkan untuk fish eye nya saya gunakan samyang 8mm mk2 … walau setara nya 12mm di full frame, tapi lensa ini adalah lensa fish eye. Angle of view dari lensa ini super luas.

Beberapa foto saya ambil tanpa menggunakan tumpuan (handheld), jadi mohon maaf kalau agak shake ya. Gak bawa tripod hahaha.

Aston Kuningan

Lihat luasnya bidang pemotretan di atas. Hampir 180 derajat ..

Sekarang kita lihat sudut pandang ultra wide angle :

Aston Kuningan

dan bandingkan di sudut yang kurang lebih sama, tetapi menggunakan lensa fish eye.

Aston Kuningan

Lihat cakupan yang jauh meluas. Bukan hanya itu tapi, yang berbeda juga adalah lengkungannya. Seperti yang disebutkan Tedy dalam artikel sebelumnya bahwa lengkungan ini untuk fotografi arsitektur menjadi pemanis, karena memberikan lengkung yang kita mau. Tapi tentunya ini menjadi catatan juga, karena foto arsitektur kita jadi sedikit berbeda dari kenyataan.

Continue reading Wide Angle vs Fish Eye

MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Sudut alternatif

Dalam pemotretan selain exposure, maka angle / komposisi adalah aspek yang sangat penting. Foto jadi terasa berbeda atau tidak dipengaruhi signifikan oleh angle yang digunakan. Apabila angle nya sejuta umat maka cenderung sulit untuk membuat impresi.

Saya mau sharing pengalaman waktu ke Todaiji Jepang (Nara area). Kuil ini sangat terkenal, jadi tidak heran semenjak pagi pagi saat dia dibuka pun sudah sangat ramai. Sungguh sulit untuk memperoleh clean shot di area turis begini. Tantangan utama pemotretan travel.

Kalau saya mengikuti angle sejuta umat yang biasa saja, maka saya akan masuk ke dalam kuil dan memotret dari kejauhan.

Sample2

Angle sejuta umat …. mundur sedikit dapat framing, so agak sedikit tidak sejuta umat, tapi masih seribu umat mungkin

sample3

Continue reading Sudut alternatif