Category Archives: 06 – Advance knowledge (Macro & still life)

Ini kategori khusus untuk tips pemotretan macro & still life

Film Simulation

Sama halnya dengan Picture Style di Canon dan Picture Control di Nikon, adalah Film Simulation di Fuji. Prinsipnya sama, mengatur warna, kontras dll sehingga JPEG yang dihasilkan sudah setengah jadi post pro nya.

Ini merupakan kumpulan dari artikel di FB FujiWorld mengenai Film simulation … saya bukan penterjemah, jadi silahkan gunakan google translate buat yang bingung dengan bahasa inggris nya 🙂


If you shoot with a digital camera and are serious about photography, chances are that you shoot in RAW format. RAW is flexible and therefore undeniably a very attractive option. But if you own a FUJIFILM camera, put that thought on the side for a second. You may be wasting just about half of the camera’s potential.

First of all, the color reproduction is not just a “tendency” for FUJIFILM cameras, but rather a “world of its own” to put it more correctly. It does not just look “vivid” or “soft”. They are in their own world of color reproduction of “Velvia” and “ASTIA”.

When you shoot a photo, you would first look at the subject. It can be anything from “autumn leaves” to “person”. And you would set it to “Vivid” or “Soft” depending on the subject. You may be happy with the result if the autumn leaves appear vivid or the skin appears soft.  At the same time, you may be unsatisfied with the result, but think that “it can be edited later” if they were shot in RAW.

If you use FUJIFILM camera, your style of photography can be a bit different. How would the autumn leaves or the person appear if they were shot in Velvia? How would they appear if they were shot in ASTIA?

11046604_839072869498851_6621604002451851846_n

This is the fundamental idea of FUJIFILM’s approach to color reproduction and photography. We regard the time you spend shooting very important.

And as the FUJIFILM cameras are mirrorless, you can check the final image before the shot is taken. You can preview the world of Velvia and ASTIA.

Continue reading Film Simulation

MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Berikut adalah sharing dari foto yang dipilih oleh admin BBM group motoyuk. Foto milik Fadholi. Semoga sharingnya bermanfaat.

———————

Mini Robberfly

FadholiBBwinner

Terima kasih kepada moderator dan teman-teman group BBM MY1 atas apresiasi yang diberikan untuk  foto ini sebagai weekly editor choice. Sebagai pembelajar, apapun dan dari manapun bentuk apresiasi yang datang tentu akan menambah motivasi dan semangat untuk meningkatkan progres serta kualitas hasil karya.

Foto ini diambil saat hunting bersama teman-teman pecinta macro photography (beberapa orang di antaranya MY-ers) di Desa Ciketing Udik, Narogong, Bekasi.

Continue reading MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Macro Concept

Weekend lalu adalah pengalaman pertama saya melakukan pemotretan makro konsep. Yang di maksudkan dengan makro konsep adalah pemotretan makro dimana binatang dan scene di atur berdasarkan konsep tertentu. Jadi bukanlah pemotretan di habitat asli serangga tersebut.

Ada pro dan kontra mengenai hal ini. Tetapi menurut saya (apalagi setelah merasakannya sendiri) bukan berarti pemotretan konsep lebih mudah. Dibutuhkan persiapan yang matang dan teknik yang baik pula untuk mampu melakukannya.

Yang penting menurut saya adalah : Jangan kita menyiksa serangga / binatang demi kepentingan fotografi semata – misalnya dengan membekukan serangga di freezer, memberikan makanan tertentu yang berbahaya, dll. Sejauh itu masih dijaga, dan setelahnya serangga dilepaskan ke alam bebas maka saya rasa pemotretan konsep ini baik adanya.

Kebetulan saya tidak sempat lama berada di lokasi, mungkin my-ers lain bisa share juga teknik lain yang digunakan. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan meletakkan siput kecil (bisa di peroleh di habitat mereka di area lembab dekat kebun dll) di bunga, dengan kondisi pencahayaan backlight. Bunga sendiri bisa di jepitkan ke tripod demi stabilitas dengan menggunakan photo clam.

photo clam

Cari background yang gelap (misalnya rerimbunan pohon) atau sinar yang menerobos rimbun pohon (sehingga menjadi bokeh). Cangkang siput apabila dalam posisi yang tepat bisa tembus pandang dan kelihatan sangat menarik.

Snaily Snail
Dalam pemotretan ini saya kurang sempurna dalam hal pencahayaan. Masih kurang terlihat efek bakclight yang maksimal. Tapi kurang lebih ini adalah konsep nya - Fuji XT1 + Nikon AFD 105mm f2.8 - f8 iso1600 Velvia

Continue reading Macro Concept

Makro dengan Mirrorless

Saat ingin beralih menggunakan mirrorless secara penuh, salah satu kendala yang muncul adalah fotografi makro. Maklum saya doyan juga moto makro. Kendala yang muncul adalah :

    1. Lensa auto focus yang tersedia antara terlalu pendek focal length nya (misalnya Zeiss 50mm macro) atau tidak bisa makro maksimal (rasio 1:1 – misalnya Fuji XF 60mm macro dengan rasio 1:2)
    2. Kalau saya gunakan lensa DSLR (misalnya lensa terkenal Canon 100mm f2.8 L IS) maka kendala nya adalah bilah aperture di kontrol oleh body. Sehingga saat digunakan di mirrorless dengan menggunakan adapter, maka hanya bisa bukaan paling maksimal (misalnya f2.8). Bisa memang kita akali dengan menggunakan DOF button di DSLR, tetapi akan tidak fleksibel karena tiap mau ganti aperture harus di pasangkan di DSLR.

Padahal sebenarnya moto makro di mirrorless cukup enak, karena fitur live view nya lebih baik. Belum lagi focus peaking yang juga lebih enak. Walau memang kekurangan lain selain masalah ketidakadaan lensa adalah AF yang lambat, sehingga kurang cocok untuk pemotretan makro yang butuh kecepatan tinggi.

So, mulai lah saya mencari alternatif lensa manual (tua) yang bisa digunakan nge makro 1:1. Sayangnya pilihannya ternyata tidak banyak. Kalaupun ada kebanyakan hanya 1:2 karena pada jaman itu memang makro maksimal sampai rasio 1:2.

Continue reading Makro dengan Mirrorless

MY Articles : Tips & Trick Toys Photography, By : Yohanes “Sujo” Sanjaya

Apa sih toys photography?

Toys photography dapat dibilang sebagai kombinasi genre foto portrait, macro dengan still life. Dalam toys photography, kita dituntut untuk dapat menampilkan sisi menarik dari sebuah / beberapa figure dengan bantuan property, light dan background.

Teknik dasar macro photography diperlukan dalam toys photography. Kita harus dapat mengontrol DoF dan angle yg benar untuk obyek2 yang relatif kecil.

Toys photography boleh menjadi alternatif genre fotografi bagi kita2 yang sibuk, susah meluangkan waktu untuk hunting foto.  Cukup meluangkan waktu di kala senggang saja, kita dapat belajar banyak dari toys photography. Kita dapat lebih mengenal lagi karakter dari lensa dan kamera yg kita miliki, kita dapat lebih mengetahui feature2 dari kamera kita, dan masih banyak lagi.

Mungkin akan terlalu membosankan jika saya tuangkan isi workshop kemarin menjadi tulisan yang panjang dan bertele2.  Jadi berikut ini akan saya bahas  point2 yang menarik dan cukup penting saja untuk diperhatikan dalam genre toys photography ini.

 

CONCEPTING

Seringkali rekan2 saya bertanya kepada saya ketika melihat foto2 mainan saya. “Kok kepikiran sih bikin kaya gitu?”, “Dapet ide dari mana sih bro?” dst..dsb…

Sebenarnya, ide bisa kita dapat di mana saja, kapan saja asalkan kita selalu jeli memperhatikan.

toys1

Salah satu contohnya, gambar di atas saya dapat dari facebook status teman saya.

Continue reading MY Articles : Tips & Trick Toys Photography, By : Yohanes “Sujo” Sanjaya

MY-ers Articles : Toys Photography Mini Competition, By : Suherman

Winner Toys

Berikut adalah sharing dari Suherman untuk foto yang memenangkan mini competition ini :

——————————–
Pas lagi hunting, begitu lihat figurenya diposekan saya langsung buru2 mencoba mengambil bbrp shot. tp begitu lihat hasilnya koq serasa kurang dramatis. yg sy harapkan dari awal begitu lihat figure yang super keren ini yaitu anime yg dark theme. sy berhenti moto dulu bbrp saat karena gantian ngambil photo dengan yg lain.

Continue reading MY-ers Articles : Toys Photography Mini Competition, By : Suherman

Water Spray on Macro

Sabtu lalu saya mencoba lokasi makro baru di Cilangkap atas petunjuk dari rekan my-ers Fadholi. Lokasinya cukup sepi dan nyaman buat nge makro, enaknya adalah … banyak robber nya. Gak enaknya? Karena lokasi ini sepi maka robber nya juga relatif gak bisa diam, kabur melulu. Untungnya setelah mulai makan pagi mereka bisa tenang.

Dalam kesempatan ini kita mencoba untuk melakukan water spray, dimana menggunakan penyemprot air yang bisa digunakan untuk menyemprot bunga kita membuat background water spray.

Sayang memang kali ini kita belum terlalu berhasil. Berikut adalah karya saya dan Fadholi dengan parameter yang berbeda :

Breakfast_IMG_8129-web

Karya : Edo Kurniawan – Canon 5dm2 + Sigma 180mm f3.5 DG Macro – f10 iso800 1/640 secs

Continue reading Water Spray on Macro

MY Articles : Teddy Bear, By : Helen Yuanita

Teddy bears remind us of the joy of being lived,
a symbol of care free moments of childhood.

Sinar mentari pagi menerobos ruang
Kicau burung bersimfoni nan merdu
Tumpukan mainan, deretan boneka
Begitu damai, begitu sukacita
Membawa pikiran melayang melintasi ruang waktu
Membangkitkan potongan memoar masa kecil
Hmm… betapa ingin saya kembali ke sana

April 2013, Harris Hotel Malang ~ Dino Kids Club.
Tawa renyah anak-anak bermain air di kolam renang mengiringi langkah saya mengitari ruangan kaca. Tidak ingin mengganggu gadis kecil yang sedang asyik mewarnai di dalam sana, saya hanya perlahan mengendap di luar, bertekad menyimpan momen ini dan menjadikannya abadi.
Boneka beruang besar di sudut ruangan menarik perhatian saya, ia mengingatkan akan boneka kesayangan dulu, yang setia menemani saat kesepian, tidak pernah bosan mendengar keluh kesah dan selalu menjaga saya dari mimpi buruk.

KLIK!
Hai beruang, kamu pun sekarang menjadi milik saya!

bear copy

Momen ini melibatkan emosi mendalam bagi saya, yang harapannya bisa terwakili dan tersampaikan melalui foto. Oleh karena itu saya berusaha menghidupkan “soul” dari foto, membuatnya sanggup bercerita, sehingga yang melihat dapat berimajinasi dan merasakan apa yang saya rasakan.

Foto ini diambil dengan CANON EOS 550D plus lensa 50mm dengan bukaan terbesar f/1.8.

Continue reading MY Articles : Teddy Bear, By : Helen Yuanita

Wild Flower Photography

Salah satu hobby saya saat moto makro (dan gak dapat2 …) adalah memotret bunga liar. Menurut saya bunga liar lebih punya karakter dibanding bunga komersial biasa. Yang ini ukuran diameternya 3mm saja, super kecil

Wild-Flower_IMG_8057-web

Canon 5dm2 + Sigma 180mm f3.5 DG Macro @ f6.3 – di coba coba untuk mendapatkan kuncup bunga yang depannya agak blur

Cahaya datang dari depan atas (agak backlight), saya menunggu matahari menyinari dengan pas sebelum jepret.
Tonal sengaja saya pilih agak lembut / pastel, untuk mencocokkan dengan karakter bunga nya. Pencahayaan yang lembut sangat penting untuk memperoleh detil bunga liar nya. Apabila matahari sudah terlalu tinggi / langsung maka cenderung detilnya tidak bisa terlihat dengan baik.

Kenapa bunga menghadap belakang? Karena saat dicoba yang menghadap depan ternyata kurang menarik, somehow bunga ini lebih menarik kelopak belakangnya.

Sedikit vignette saya berikan juga di sisi kanan, hal ini untuk memperkuat POI yaitu si bunga. Sedangkan untuk watermark saya merasa watermark “standar” yang biasa saya gunakan kurang cocok. Jadi saya gunakan watermark berupa tulisan saja. Walau demikian memilih font nya juga tidak sembarangan, kalau asal maka bisa tidak senada dengan fotonya.

Selain itu saya juga tambahkan sedikit efek glamour glow (NIK Plugin). Kenapa? Karena dari awal saya ingin efek anggun dan lembut dari si bunga liar ini. Glamour glow saya rasa bisa menguatkan efek ini, dan setelah saya coba ternyata memang benar.

So, selain moto serangga, bunga liar bisa jadi obyek yang menarik bukan?

motoyuk signature white

 

A Bugs Life Series

Saat pemotretan di Bogor Nirwana Residence weekend lalu, saya bertemu dengan Aldyanza Yusuf yang memberikan ide mengenai pemotretan serangga di atas persemaian padi yang baru saja tumbuh. Hijau nya pucuk padi dan embun yang masih bertengger di ujung ujung nya sangat indah. Membuat saya ingin bikin photo series yang bertema kan wallpaper …

Bugs Life Series

Sayang karena sudah keburu dehidrasi mencari robber fly .. akhirnya cuma betah bikin 2 foto serangga dan 1 foto tambahan.

Continue reading A Bugs Life Series