Carl Zeiss Sonnar 135mm f2.8 T* Quick Review

Berturut-turut beberapa minggu tulisannya soal lensa manual … bukan karena berniat meracuni, tapi pas kebetulan ada barang jualan yang di uji coba sebelum dijual. Lensa ini dibeli di ebay beberapa waktu lalu. Dari awal saya memang hanya ingin mencoba, karena 135mm buat saya agak terlalu tele. Ternyata memang benar, setelah saya uji coba saya kurang prefer terhadap focal length lensa ini. Tapi kualitas hasilnya? Well, CZ gitu ……

Lensa Carl Zeiss Sonnar 135mm f2.8 T* ini adalah lensa lawas keluaran Carl Zeiss, “pencipta” lensa. “Sonnar” menyatakan nama desain dari struktur lensa ini. Nama-nama di carl zeiss menyatakan karakter dari lensa akibat dari desain susunan optik nya. Tapi tidak secara langsung menyatakan kualitas seperti di Canon L Series misalnya.

T* sendiri menyatakan jenis coating yang digunakan, ini adalah jenis coating “paling moderen” dari carl zeiss. Coating yang membuat CZ berbeda dibandingkan lensa lainnya. Bukan berarti lensa CZ tanpa coating T* jelek lho … marketing gimmick saja lah. Buktinya lensa CZ Flektogon 35mm f2.4 walau bukan T* hasilnya sama saja mengagumkan dan CZ banget.

Mounting lensa ini adalah Contax Yashica atau biasa dikenal dengan C/Y mount. Mounting ini bisa digunakan di berbagai kamera dengan menggunakan adapter. Saya menggunakan adapter C/Y to EOS generik (China version) dengan focus confirmation chip. Tinggal pasang di bagian belakang dan lensa “siap digunakan”. Sedangkan untuk Nikon bisa menggunakan adapter Leitax apabila tidak ingin mem-bubut pantat lensa ini demi memperoleh infinity focus.

Saya berikan tanda kutip pada kata siap digunakan, karena untuk menggunakan lensa ini di Canon Full Frame maka kita perlu melakukan operasi. Operasinya mirip dengan operasi yang saya lakukan di Nikon 20mm f4 AIS. Hal ini dikarenakan pada mounting ini ada bagian yang menonjol dan menghambat pergerakan mirror pada canon full frame. Pada canon non full frame tidak akan ada kendala karena posisi sensor dan mirror yang lebih menjorok ke dalam. Operasinya sendiri saya lakukan hampir 2 jam, karena material besinya yang keras sekali *lap jidat.

 

SAMPLE …..

Overall saya puas dengan lensa ini. Tajam, memiliki karakter warna – kontras – 3d effect yang CZ sekali. Ukurannya sendiri juga masih manageable (585 gram – Canon EF 135 f2 : 750 gram). Minimum focus distance nya tidak sampai istimewa (1.6 meter – sementara EF 135 : 90 cm).

Ini hasil test di taman dekat rumah. Seperti bisa dilihat : tajam, 3d effect dan warna CZ yang kental. (Parameter pemotretan : 5d Mark II – Av mode @ f2.8 – 1/400 iso200 – Faithfull Picture Style 10-0-2-0 – Daylight WB – Canon DPP only)

Apabila kita zoom ke level 100% kita bisa lihat detilnya masih sangat baik (click for larger size) :

Detilnya sendiri memang juga dipengaruhi oleh body Canon FF yang saya gunakan. Tapi terutama dipengaruhi oleh lensa yang digunakan, dan tekniknya (tidak shake, cahaya cukup, tidak ada movement blur, dll). So hasil inipun bukan yang “paling optimal” karena obyeknya bergerak dan saya tidak menggunakan tripod. Tapi seharusnya cukup memadahi sebagai acuan.

 

Contoh yang lain masih saya coba di taman bermain yang sama, tapi kali ini lebih bermain dengan warna yang seharusnya jadi andalan Carl Zeiss.

Terlihat warna yang dihasilkan memang khas CZ – saturated, kental dan juga relatif warm. So, tidak ada keraguan … lensa ini memang memiliki karakter lensa CZ yang sebenarnya.

 

BOKEH ….

Bagaimana dengan bokeh dan ruang tajamnya? Karena lensa ini cukup cepat (dengan f2.8) maka hasil ruang tajamnya pun seperti yang diharapkan, sempit. Selain itu bokehnya juga cukup halus dan berkarakter tidak creamy seperti canon. Bukan berarti bokeh creamy canon jelek, hanya saja karakternya berbeda. Tiap fotografer preference nya tentu saja bisa berbeda. Ada yang lebih suka bokeh yang creamy, ada pula yang suka bokeh yang model seperti ini.

 

CHROMA

Lensa ini sudah tajam dari bukaan terlebar, akan tetapi pada f2.8 masih terdapat chroma yang mengurangi ketajaman gambar. Lihat pada hasil crop foto dibawah ini … pada level tidak 100% sih tidak akan nampak, tetapi apabila kita zoom sampai ke level 100% maka akan terlihat chroma yang dimiliki lensa ini. Apakah jelek? Coba dulu lensa canon milik-mu hehehe …. sometimes even worse

Lihat bagian tulisan corolla altis di mobil diatas saat di ambil menggunakan f2.8 dan f4 :

Dapat dilihat bahwa chroma (warna keunguan yang biasa muncul di perbatasan area yang kontras) mulai menghilang saat di stop down dari f2.8 ke f4. Hal ini sesuai dengan review teknis yang ada di SLRLensReview. Saya hanya berusaha memberikan contoh nyata nya saja, supaya lebih gampang mengerti nya hehehe.

Pada akhirnya saya tetap menjual lensa ini, karena buat saya memotret dengan tingkat komposisi ketat seperti diatas agak kurang nyaman. Bukan gaya saya. Well, tapi gaya saya bukan artinya gaya semua orang … so lensa ini masih recommended untuk mereka yang menyukai pemotretan tele, portrait, dll.


4 thoughts on “Carl Zeiss Sonnar 135mm f2.8 T* Quick Review”

  1. memang lensa mantap, pernah icip icip juga yg kyk gni..
    buatan contax, katanya the real zeiss ialah yg mount cy, tapi yang penting hasilnya kok…hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *