Carl Zeiss Jena Flektogon 2.4/35mm vs Canon EF 35mm f2

Selain mencoba Canon EF 35mm f2 saya juga membeli lensa lawas milik Carl Zeiss, Flektogon 35mm f2.4. Lensa CZ Jena memang jadi perdebatan apakah benar – benar Carl Zeiss atau bukan, tapi saya tidak terlalu peduli lah. Saya hanya ingin tahu karakter kedua lensa ini berbeda dalam hal apa sebenarnya. Setelah saya uji coba maka saya peroleh kesimpulan bahwa memang CZ sedikit berbeda dengan Canon.

Untuk menggunakan lensa dengan mounting kuno M42 ini saya menggunakan generic adapter dengan chip focus-confirm. Adapter ini memungkinkan lensa ini digunakan di Canon 5d Mark II yang saya gunakan. Saat tombol shutter ditekan separuh dan ring focus kita putar maka focus confirm akan ditandai dengan bunyi beep. Akurasinya cukup baik.

Sebelum membahas perbedaan – perbedaan yang saya temukan, berikut beberapa foto yang diambil dengan CZ Flektogon 2.4/35mm seharga sekitar 2.8jt ini :

Karakter warna CZ adalah warm dengan color cast relatif normal, sementara Canon agak magenta sedikit

Lensa ini bisa sampai makro 1:2 karena bisa sangat dekat dengan obyek, bunga ini hanya berukuran diameter 5mm

Karakter bokeh dari CZ tidak smooth creamy, tapi masih ada bentuk, buat beberapa orang suka, ada juga yang kurang suka

Karakter pembeda pertama adalah dalam hal bokeh / background blur. Karakter background blur dari lensa CZ ini lebih berbentuk, tidak smooth. Lihat pada perbandingan di bawah ini, foto atas adalah Canon 35mm f2 sedangkan yang bawah adalah CZ 35mm f2.4 – perhatikan bagian papan di background. Saya menggunakan aperture f2.5 pada Canon sedangkan di CZ saya set di aperture f2.4 – seharusnya CZ lebih smooth, tapi tidak demikian :

Saya pribadi lebih suka background blur dari CZ karena ada kontur, tapi mungkin ada orang yang lebih suka background smooth seperti Canon. Note : CZ nampaknya memang sekitar 1/3 stop lebih gelap di beberapa aperture tertentu.

Karakter pembeda kedua adalah tonal, terutama di area yang ada highlight nya. Canon cenderung kurang bisa menangkap warna pada area highlight, sedangkan CZ masih bisa menangkap warna dengan cukup baik di area yang highlight. Perbedaannya sangat tipis sehingga kita tidak bisa melihatnya sekilas saja.

Foto pertama adalah Canon, dan foto kedua adalah CZ. Coba download dan bandingkan secara langsung (walau ini ukuran sudah diperkecil sehingga efek juga tidak se-nyata pada ukuran foto besar). Dapat dilihat keduanya hampir sama di area shadow, tapi pada area yang lain CZ nampak bisa memberikan warna lebih banyak, di area yang Canon sudah mulai memutih. Hal ini membuat overall tone menjadi lebih enak dipandang. FYI keduanya di foto pada setting yang sama, f5.6 | 1/1000 | ISO100

Hal yang sama bisa terlihat pada foto di bawah ini :

Foto atas adalah Canon, sedangkan yang bawah adalah CZ … kalau di foto ukuran kecil kembali dampaknya tidak terlalu kentara, tapi berikut 100% crop nya, foto pertama adalah Canon dan yang kedua adalah CZ – keduanya di foto pada waktu yang sangat berdekatan dan setting yang digunakan sama :

Nah lebih terlihat sekarang, Canon relatif lebih sharp tetapi juga highlight muncul, sedangkan CZ tidak demikian. Saya pribadi lebih senang dengan karakter si CZ Flektogon ini.

Pembeda ketiga adalah faktor-faktor teknis lainnya :

  • Carl Zeiss memiliki body yang lebih “cantik” dengan seluruh body lensa terbuat dari logam yang di buat secara presisi. Memegangnya serasa memegang perhiasan berharga. Sedangkan Canon menggunakan plastik seperti layaknya lensa modern saat ini.
  • Tetapi penggunaan logam membuat CZ menjadi sedikit lebih berat dibandingkan Canon. Walau tidak seberapa berbeda.
  • CZ memiliki jarak minimum focus yang lebih dekat, mengakibatkan pembesaran yang lebih dibandingkan Canon, mencapai 1:2 – enak untuk dibawa saat traveling karena serasa membawa lensa makro juga
  • Canon menang karena memiliki auto-focus yang lebih cocok digunakan di DSLR modern saat ini. SLR jaman dahulu masih memiliki split-screen yang memudahkan untuk focus manual. DSLR tidak memilikinya, kalaupun ada kita harus mengganti focusing screen nya dengan harga yang lumayan mahal.
  • Ring autofocus CZ terasa lebih lembut dan presisi, maklum sistemnya masih manual focus.
  • CZ Flektogon selayaknya lensa kuno tidak bisa memberikan informasi mengenai aperture dll ke body kamera, sehingga di layar viewfinder kita akan melihat aperture selalu mentok di f2, tidak berubah. Plus di Exif hasil foto kita juga tidak ada informasi, membuat proses belajar jadi lebih sulit.

Jadi? Kedua lensa ini berbeda karakter. Memilihnya tidak bisa berdasarkan data teknis lagi, melainkan lebih ke personal preference. Buat saya pribadi saya lebih suka flektogon, walau itu artinya merepotkan diri saya sendiri dengan manual focus.

PS : Flickr Group khusus Flektogon ini

 

Sample foto-foto saya yang lain yang menggunakan Flektogon 2.4/35 ini :

4 thoughts on “Carl Zeiss Jena Flektogon 2.4/35mm vs Canon EF 35mm f2”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *