Canon Lens Abbreviation (#2)

Pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai singkatan di lensa Canon yang umum digunakan. Di artikel ini kita akan membahas beberapa singkatan yang juga umum digunakan pada lensa Canon dan teknologi yang ada di belakangnya.

USM (Ultrasonic Motor)

Canon memiliki 3 jenis motor yang menggerakkan sistem auto focus di lensa EF & EF-S nya. Yang paling “murah” dan “sederhana” adalah Micro USM. Micro USM misalnya digunakan di lensa EF 50mm f1.8 II yang terkenal sangat murah. Walau kualitas optik-nya sangat baik untuk lensa seharga itu, tapi saat melakukan auto focusing relatif lambat dan berisik.

Selain itu penggunaan Micro USM membuat sistem Full-Time-Manual (FTM) tidak tersedia. Artinya saat lensa dalam kondisi auto-focus (tombol AF di lensa dalam kondisi On) maka kita tidak bisa memutar ring focus. Hal ini akan mengganggu kalau kita sering berpindah dari auto focus ke manual focus. Atau kalau kita berusaha membantu proses auto focus dengan memutar ring fokus lebih dulu.

www.motoyuk.com - Canon USM system - courtesy of : http://www.canon.com/
Canon USM system (dari kanan : Ring USM, Micro USM, Micro USM II) – courtesy of : http://www.canon.com/

Sistem yang lebih advanced dan digunakan di lensa yang lebih mahal adalah Ring USM. Sistem ini selain lebih cepat, lebih senyap dan juga lebih akurat. Plus, sistem ini umumnya memungkinkan fitur Full-Time-Manual (FTM) digunakan.

www.motoyuk.com - Prinsip kerja USM - courtesy of : http://www.canon.com/
Prinsip kerja USM – courtesy of : http://www.canon.com/

Sistem penggerak USM menggunakan getaran ultrasonik untuk menggerakkan rotor. Oleh karena sistem penggeraknya menggunakan vibrasi ultrasonik yang relatif sangat halus maka hasilnya adalah pergerakan yang sangat presisi dan juga lebih hening (silent). Lebih detil mengenai sistem penggerak ultrasonic bisa dibaca disini.

PS : Jenis motor terbaru dari Canon adalah STM = Stepper Motor. Belum ada informasi yang cukup jelas mengenai jenis motor ini

TS-E (Tilt & Shift)

Pada sudut ekstrem seringkali distorsi muncul pada foto yang kita ambil. Distorsi yang dikenal ada 2 yaitu barrel & pincushion. Pada distorsi barrel foto cenderung menjadi cembung, sedangkan pada pincushion menjadi cekung.

www.motoyuk.com - Barrel distortion
Distorsi type barrel – courtesy of dpreview.com
www.motoyuk.com - Pincushion - courtesy of : dpreview.com
Distorsi tipe Pincushion – courtesy of : dpreview.com

Banyak pembuat lensa membuat lensa jenis khusus yang mampu menangani distorsi ini. Lensa ini dikenal dengan nama Tilt & Shift Lens.

Pada lensa ini kita dapat menggeser (Shift) perspektif pemotretan kita. Sehingga pemotretan gedung tinggi dari bawah gedung tidak memunculkan distorsi perspektif yang umumnya muncul. Pada diagram di bawah ini kita lihat apabila kita mempertahankan posisi pemotretan maka distorsi perspektif memang tidak muncul, tapi ada kemungkinan bagian atas dari gedung tidak masuk dalam frame kita. Tapi kalau kita arahkan kamera lebih ke-atas maka posisi lensa yang tidak sejajar dengan gedung akan memunculkan distorsi perspektif dimana ujung gedung tampak mengerucut. Lensa dengan kemampuan shift menghindarkan hal itu terjadi.

www.motoyuk.com - Shifting diagram - courtesy of : http://www.usa.canon.com/
Shifting diagram – courtesy of : http://www.usa.canon.com/

Tilt memiliki fungsi yang lain lagi. Fitur ini memungkinkan kita “mengatur” depth of field yang dihasilkan. Dengan kemampuan ini maka kita dapat memperoleh efek yang dihasilkan dari hyperfocals distance bahkan pada apperture yang rendah (misalnya di f8). Selain itu karena kita bisa mengatur depth of field maka kita bisa membuat efek miniatur seperti contoh di bawah ini tanpa harus menggunakan Photoshop (contoh dibawah ini dibuat dengan efek Photoshop karena difoto menggunakan lensa biasa).

Lebih detil mengenai lensa Canon TS-E bisa dibaca di sini.

www.motoyuk.com - Canon TS-E Lens - courtesy of : http://www.usa.canon.com/
Some of Canon TS-E Lens – courtesy of : http://www.usa.canon.com/





4 thoughts on “Canon Lens Abbreviation (#2)”

  1. Enaknya di canon. Motor fokus dibagi stratanya. Ada yang mahal, presisi dan nggga berisik, ada yg murah dan berisik.

    Kalo di Nikon cuma kenal satu jenis motor fokus. SWM (silent wave motor) yang super tenang dan harga lensanya cenderung lebih mahal kalo pake SWM. Sayang ngga ada opsi yg lebih murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *