Canon EF 35mm f2

Barusan saja mengganti 70-200 f2.8 L IS saya dengan 70-300 f4-5.6 L IS membuat Extender 1.4x saya tidak digunakan. Akhirnya saya memutuskan untuk tukar tambah dengan focal length yang dari dulu saya ingin coba, 35mm. Focal length ini cukup unik karena tidak terlalu lebar juga tidak terlalu normal. FL ini pula yang digunakan oleh kamera yang jadi buah bibir di 2011, yaitu Fujifilm Finepix X100.

Saya memilih menggunakan Canon EF 35mm f2. Sebelumnya tentu saya membaca review dari banyak web, misalnya The-Digital-Picture ataupun Photozone. Secara umum website ini menyatakan lensa ini :

  • Center sharpness nya mantap (tajam) – tetapi corner nya agak parah
  • Blur bisa dengan cukup mudah diperoleh apalagi dengan minimum focus distance yang pendek
  • Contrast dan saturation terkontrol dengan baik
  • Body cukup mantap jika dibandingkan dengan EF 50mm f1.8 II – paling tidak mountingnya sudah besi
  • Suaranya masih berisik karena bukan menggunakan mesin auto focus terbaru Canon : USM – maklum desain lensa ini adalah desain tahun 1990, walau masih diproduksi hingga saat ini.
  • Ukurannya mungil dan beratnya ringan (hampir mendekati 50mm f1.8 II) – dan harganya tentu saja cukup terjangkau

Saya kebetulan mendapatkan barang second yang masih relatif baru & mulus. Sehingga dengan harga 2.4jt saya sudah bisa meminang si lensa mungil ini. (Kesan pertama memegangnya memang mungil dan ringan, nyaman digunakan).

Lensa ini pada DSLR dengan crop factor 1.6x menjadi setara dengan lensa 56mm f2 – menarik buat para pengguna crop factor yang ingin “mendekati” focal length normal yang legendaris 50mm.

Kesan kedua setelah memegangnya dan mulai menggunakannya adalah : suara nya seperti robocop. Ya, suara autofocusnya memang seperti dikatakan di review cukup berisik. Akan tetapi ketepatan autofocusnya terbantu dengan bukaan lebarnya sehingga akurat dan lumayan cepat. Demikian pula kontras dan saturasinya, sesuai dengan yang dikatakan oleh review, bagus kontrolnya.

Saya menguji coba 35mm vs 50mm dalam hal range, hasilnya memang 35mm memberikan efek fotografi yang lebih dramatis dibandingkan 50mm. Hal ini karena mata kita sendiri adalah lensa normal, 50mm. Sehingga apa yang ditangkap lensa 50mm menjadi “sama” dengan mata kita. Akibatnya adalah foto yang dihasilkan kurang “dramatis”. Selain itu lensa 35mm ini memberikan minimum focus distance (jarak paling dekat yang bisa digunakan sembari masih fokus) yang lebih pendek dibandingkan 50mm f1.8 II. Jadi kita bisa mendekati obyek kita lebih dekat lagi dibandingkan lensa 50mm.

EF 35mm f2 @ f2.8
EF 50mm f1.8 II @ f2.8

Terasa bukan dampak 35mm lebih dramatis di foto dibandingkan dengan 50mm?

Bokeh / background blur yang dihasilkan cukup baik, lumayan lah. Tidak terlalu halus, tapi juga tidak parah. Bentuk bokeh yang dihasilkan tidak sepenuhnya circular, tetapi segilima (terlihat di foto diatas di bagian atas keyboard). Hal ini karena sama halnya dengan lensa 50mm f1.8 II maka lensa ini menggunakan blade sejumlah 5 yang relatif lebih murah.

Dalam hal ketajaman seperti telah disebutkan di berbagai review memang center sharpness nya tajam, tetapi cornernya cukup parah. Kalau kita sering memotret dengan peduli hanya pada bagian tengah foto (misalnya model / still life) rasanya sih masih cukup reasonable penggunaan lensa ini.

35mm @ f2

35mm @ f2.8

35mm @ f4

Bisa kita lihat di center (angka 10) tidak terlalu ada kendala bahkan di f2, tetapi di sisi terluar terlihat soft.

Center sharpness - f2 - f2.8 - f4
Mid sharpness - f2 - f2.8 - f4
Near corner sharpness - f2 - f2.8 - f4

Gambarnya sudah cukup menjelaskan kan ya? Hehehe … saya masih akan eksplore lebih lanjut lagi. Wait for the update

MOTO YUK!!!

11 thoughts on “Canon EF 35mm f2”

  1. Lensa ini sangat baik digunakan untuk mainan. Di crop kurang gitu dramatis tp kl di ff wow mantap banget do…

    1. Setuju kis, di ff baru juara. Di crop kurang ok. Tapi gak buat mainan ah,terlalu mahal buat mainan hahaha. Tapi g suka sih focal length 35mm

  2. Wah, kalo ga salah ga bisa di full frame deh, paling mesti di crop klo full frame. ini dibuat khusus buat aps-c (katanya mah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *