Bongkar pasang lensa yang “benar”

Berbeda dengan kamera pocket / prosumers yang tidak bisa berganti lensa, DSLR memiliki kelebihan mengganti lensa. Kelebihan ini juga merupakan kelemahan tersendiri. Apabila sedang sial dan cara menggantinya tidak benar maka bisa masuklah debu ke dalam body kamera. Debu ini walau kecil sekalipun bisa memunculkan noda pada foto kita. Tentunya ini akan sangat menyebalkan.

kamera dan lensa terpisah - www.motoyuk.com
Kamera dan Lensa dalam kondisi terpisah

Seperti apa debu menyebalkan itu? Bentuknya persis seperti noda. Noda ini muncul saat kita memotret area yang relatif polos, misalnya dinding putih atau langit biru. Selain itu noda ini akan lebih terlihat apabila kita menggunakan apperture sempit, misalnya f16 – f22. Hal ini dikarenakan ruang tajam yang lebih luas pada apperture ini. Oleh sebab itu pula noda ini menjadi “musuh” para landscaper yang memotret di outdoor (dimana debu banyak) dan menggunakan apperture sempit.

debu di kamera - www.motoyuk.com
Contoh noda di foto akibat debu di sensor – courtesy of : http://www.cameracheckpoint.com.au/

Bagaimana mengurangi resiko debu masuk dan menempel ke sensor?

Yang pertama yang perlu dilakukan adalah mengganti lensa dengan kondisi kamera mati (off). Sensor kamera berfungsi dengan memberikan aliran listrik di komponen elektroniknya. Apabila kita mengganti lensa pada saat kamera menyala maka sensor juga mungkin dalam kondisi memiliki elektrostatik. Hal ini akan menarik debu untuk menempel di sensor, dan pada akhirnya memunculkan noda.

Selain itu kita juga bisa mengurangi resiko dengan mengganti lensa dengan posisi kamera menghadap bawah.

www.motoyuk.com
Posisi kamera menghadap bawah – courtesy of : http://www.dummies.com/

Hal ini mengurangi kemungkinan debu “jatuh” masuk ke dalam body kamera dan pada akhirnya menempel di sensor.

Hal lain adalah berusaha mengganti lensa di lingkungan yang lebih bersahabat. Ini untuk mengurangi kemungkinan angin meniup debu masuk ke dalam body kamera. Misalnya di pantai kita bisa mengganti lensa di pondok / mobil / tempat tertutup lainnya. Hal ini karena pantai = angin + pasir/debu = sangat buruk! Atau kita bisa menggunakan tas kamera kita sebagai tempat “bersembunyi” dari angin yang tidak terlalu parah.

Yang terakhir adalah memastikan kita tidak mengganti lensa atau mengganti lensa dengan cepat. Hal ini mengurangi jeda waktu dimana debu bisa masuk ke dalam lensa. Salah satu cara adalah menggunakan lensa all round sehingga tidak perlu sering mengganti lensa. Pilihan lain adalah memiliki 2 body kamera sehingga body satu bisa menggunakan lensa tele, dan body lainnya menggunakan lensa wide. Dengan demikian kita tidak perlu mengganti-ganti lensa. Tapi kalau anda seperti saya yang hanya memiliki 1 body maka persiapkan lensa pengganti sebelum melepas lensa, sehingga bisa dengan cepat mengganti lensa.

Semua cara diatas hanya untuk mengurangi resiko debu masuk ke dalam body, tidak untuk menghilangkan semua kemungkinan. Kadang tidak menggunakan cara diatas debu tidak masuk, kadang pakai cara diataspun debu tetap masuk. Cara diatas hanya mengurangi kemungkinannya saja berdasarkan pengalaman saya. Tenang saja, apabila debu masuk dan menempel di sensor maka anda selalu bisa pergi ke service centre dan membersihkannya disana. Tidak akan sampai merusak sensor anda.

 


13 thoughts on “Bongkar pasang lensa yang “benar””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *